[TWOSHOOT][FF] Hiding My Heart – SPECIAL –

Annyeong Adaya kembali dengan TWOSHOOT Hiding My Heart.

…..HAPPY READING…..

Untitled

Title                 : Hiding My Heart

Author           : Angevine Pontius Fosters ( Adaya )

Main Cast     : Choi Sooyoung as Choi Sooyoung, Choi Siwon as Choi Siwon.

Side Cast       : Im Yoona as Im Yoona, Lee Donghae as Lee Donghae, Max Changmin as Choi Changmin, Tifanny Hwang as Fanny Hwang

Type                : TWOSHOOT

Genre              : Romance, Unconditional love, New Adult, Friendship, Believe

Playlist          : Little Things by One Direction, Lost in Love Girls Generation.

– SPECIAL CHAPTER –

**************

Musim panas 2001, The Edge of Nowhere, tempat dalam ilusi dan imaginasiku. Aku lebih suka memanggil tempat aku berdiri saat ini menjadi sebuah nama kiasan, karena jika aku menyebutnya Beufort, atau tempat yang lain, aku tahu bahwa aku harus terbangun dan kembali hidup dalam kenyataan yang pahit. 

Aku hanya gadis berusia enam belas tahun, gadis biasa yang selalu ingin tersenyum. Mimpi seperti membentang dihadapanku, mimpi untuk hidup, mimpi untuk mencintai dan dicintai, mimpi untuk meraih sebanyak apapun kebahagiaan yang disediakan dunia lalu membaginya. Mimpi, hanya mimpi. Aku hidup dalam mimpi karena jika aku terbangun, aku tak akan tahu sebanyak apa air mata yang akan aku keluarkan. 

Tapi hari ini, disini, tempat aku terbangun pertama kali dari tidur semuku, aku harus menghadapi kenyataan, dan menyatakan selamat tinggal padanya, pada orang yang sangat aku cintai, pada Siwon. Mata angin hatiku…

– Choi Sooyoung 

*******************

Author POV –

The Edge of Nowhere 2001

“Maaf, tapi kami menemukan penyumbatan pada tuba faloppi, Choi Sooyoung. Hal ini terjadi akibat endometriosis*. Penyumbatan ini mengakibatkan jaringan parut yang dapat merubah bentuk uterus. Selain itu  penyumbatan ini dapat menghilangkan pergerakan sel telur. Kami sudah memeriksa sejauh mana kerusakan yang terjadi, dan kami sangat menyesal untuk menyampaikan kabar ini. Choi Sooyoung harus segera melakukan operasi pengangkatan rahim…. “

Sooyoung bisa mendengar dalam tidurnya diagnosa dokter yang disampaikan pada kedua orangtuanya. Sooyoung sayup-sayup bisa mendengar kekahwatiran kedua orangtuanya. Sooyoung ingin mengatakan pada kedua orangtuanya jika dia baik-baik saja. Dia hanya pingsan seperti yang selalu dialaminya. Perutnya terasa melilit hanya karena gangguan yang selalu dialaminya saat sedang datang bulan. Dia tak ingin ibunya menangis seperti itu di sampingnya, berlutut dan menggengam tangannya yang dingin dalam kehangatan. Sooyoung bisa merasakan kabar yang disampaikan dokter bukan kabar yang baik, kabar yang mungkin akan merubah masa depannya. Kabar yang memungkinkan Sooyoung akan kehilangan identitasnya sebagai seorang ibu di masa depan.

Dua jam berlalu dalam kesunyian saat yang terdengar hanya hela napas tiga jiwa yang ada di ruangan itu. Sooyoung sudah mengetahui kebenaran mengenai kondisi rahimnya. Dia masih tak mampu mencerna segalanya, dia masih sangat muda untuk melakukan operasi pengangkatan rahim, dia selalu ingin menjadi sosok ibu dari belasan anak, dia selalu bermimpi, suatu saat nanti ada orang yang memanggilnya ‘ibu’. Tapi, semua hancur, semuanya terenggut dari dirinya saat usianya masih sangat muda. Sooyoung menatap kedua orangtuanya dan meminta waktu sendiri. Dia tak ingin menangis dihadapan orangtuanya, dia tak ingin menangis karena dia takut tak mampu berhenti. “Tinggalkan aku, tinggalkan aku sendiri…” Ibu Sooyoung memeluk Sooyoung erat sebelum berlalu membawa suaminya bersamanya.

Sooyoung menahan napasnya, mencoba sekuat tenaga untuk tidak menangis. Mencoba sekuat tenaga untuk tidak menitikan air matanya, tapi gagal. Air asin itu mengalir di pipinya tanpa bisa dia perintah untuk berhenti. Dia memeluk tubuhnya sendiri, memeluk perutnya dengan erat, tak akan pernah ada kehidupan lain disana, tak akan pernah. Sooyoung mulai terdiam saat memikirkan keajaiban-keajaiban yang mungkin terjadi, tapi semakin Sooyoung memikirkan, ketakutan akan masa depannya semakin mencekam di hatinya. Lalu Siwon muncul dalam pikirannya. Lelaki itu telah kembali ke Massachusettes untuk menjalani pendidikanya. Musim panas mereka telah berlalu, Sooyoung masih memiliki janji padanya untuk menyelesaikan bagian lain dari tatto mata angin yang dia buat dua minggu sebelum kembalinya Siwon ke MIT. Sooyoung berjanji untuk menjaga hatinya sampai Siwon kembali di musim panas yang akan datang.

Sooyoung tak ingin bersikap egois terhadap Siwon, dia tak tahu apa yang akan dipikirkan lelaki itu jika mengetahui tentang semua ini. Dalam hati kecilnya, bisikan itu meyakinkan bahwa Siwon akan menerima Sooyoung bagaimanapun keadaannya. Tapi Sooyoung memikirkan masa depan mereka, tanpa anak untuk ditimang, tanpa anak untuk dididik, tanpa anak untuk dilimpahi kasih. Siwon mungkin akan menerimanya, tapi Sooyoung tak akan sanggup melihat kesedihan Siwon. Dalam kehidupan pernikahan mereka, Siwon akan menatap rindu pada anak kecil yang bermain di taman bersama ayahnya. Sooyoung tak mampu menanggung kerinduan Siwon terhadap seorang anak, dia tak ingin mengurung kebahagiaan lelaki itu dalam penderitaannya. Karena Sooyoung tahu, Siwon bisa menjadi ayah yang sangat hebat. Ayah dari anaknya sendiri. Dan dia tak akan mampu menyandang status itu jika dia tetap bersama Sooyoung. Dia harus pergi dari Siwon sebelum lelaki itu mengetahui kenyataannya, sebelum lelaki itu memohon padanya untuk tetap menjaga cinta mereka.

)* peristiwa  menempelnya potongan lapisan uterus pada jaringan tuba

**************

“Hai, Gadis musim panas…” Sapa Siwon yang tersenyum lebar. Lelaki itu terlihat sedang menyiapkan beberapa kertas penuh coretan, memanggul gitar sebelum kembali ke kamera.

Sooyoung membalas senyum Siwon dan memperhatikan kekasihnya yang mencoba membenahi posisinya agar terlihat sempurna jika terekam kamera. “Bagaimana?” tanya Siwon setelah duduk dengan benar dengan gitar ada di pangkuannya. “Aku menciptakan sebuah lagu untukmu, kau tahu? Aku telah melewatkan dua kelas hari ini karena terlalu serius mencintaimu. Aku ingin kau mendengarnya, Soo. Aku ingin kau tahu betapa besar cintaku padamu.” Sooyoung melihat, ketulusan cinta lelaki itu, cinta yang masih begitu muda dan segar. Cinta yang tak mengenal kepahitan, cinta yang hanya tahu jalan untuk bahagia. Dia tak mampu membalas luapan kasih yang masih polos di mata Siwon yang terlihat begitu muda di layar laptopnya.

“Ehm. Ehm.” Siwon berdehem sebelum memetik gitarnya. “Maaf jika suaraku tak begitu indah, kau hanya cukup mendengar liriknya.” Ujar Siwon tanpa berhenti memainkan intro lagunya. Siwon tersenyum sekali lagi sebelum melantunkan untaian lirik yang dibuatnya.

Your hand fits in mine. Like it’s made just for me. But bear this in mind. It was meant to be……

Siwon memejamkan matanya. Sooyoung menyentuhkan jemarinya di layar laptop, berharap dia mampu menembus jarak mereka, berharap bisa menyentuh kehangatan lelaki itu dari layar kaca.

And I’m joining up the dots with the freckles on your cheeks. And it all makes sense to me. I know you’ve never loved. The crinkles by your eyes. When you smile. You’ve never loved. Your stomach or your thighs. The dimples in your back at the bottom of your spine. But I’ll love them endlessly……

Siwon mengedipkan sebelah matanya. Setetes air mata mulai meluncur di pipi Sooyoung.

You can’t go to bed without a cup of tea. And maybe that’s the reason that you talk in your sleep. And all those conversations are the secrets that I keep. Though it makes no sense to me……….

Sooyoung mengingat saat mereka tersesat saat mencari pantai yang ingin mereka kunjungi. Musim panas yang membawa badai pasir kala itu membuat mereka berteduh dalam rumah pantai. Sooyoung masih mengingat tawa Siwon saat dia mengeluh tak bisa meminum teh untuk membantunya tidur, dan hal itu membuat Sooyoung berbicara dalam tidurnya. Dia mengingat saat dia terbangun, Siwon tersenyum ke arahnya, berbaring di bawah sinar rembulan yang menembus kaca-kaca tua di rumah pantai itu.

You’ll never love yourself half as much as I love you. You’ll never treat yourself right, darling, but I want you to. If I let you know I’m here for you. Maybe you’ll love yourself like I love you, oh….

And I’ve just let these little things slip out of my mout. ‘Cause it’s you, I won’t let these little things slip out of my mouth. But if it’s true. It’s you, It’s you they add up to…I’m in love with you…..And all your little things…. 

Tangisan Sooyoung pecah saat Siwon menatap kamera dan tersenyum lebar. ” Kau akan selalu menjadi musim panas terindahku, tidak, kau akan menjadi semua hari terindahku. Aku mencintaimu dan segala tentangmu. Aku ingin kita menghabiskan masa-masa kita bersama, membuat cerita yang indah untuk menjadi sejarah kita yang tak akan pernah terlupakan. I’ve know you for short time, but I feel know you forever*…”

Klik.

Tangan Sooyoung gemetar saat mematikan video message dari Siwon. Dia tak akan mampu mendengar kelanjutan video itu, dia akan ragu jika terus melihatnya, keputusan yang diambil Sooyoung semakin matab saat melihat cinta di mata Siwon. Sooyoung semakin yakin Siwon akan menerima dia apa adanya, dan pintu kemalangan akan meredupkan senyum itu, senyum di bibir Siwon. “Maafkan aku…” Ujar Sooyoung terbata. “MAAFKAN AKU. MAAFKAN AKU, CHOI SIWON…”

Eomma Sooyoung terengah saat melihat pemandangan dihadapannya. Putrinya sedang menangis dan menyakiti dirinya sendiri. “Eomma bawa aku pergi, bawa aku pergi jauh ….” Pergi ke tempat dimana Siwon tak mampu menemukanku. Aku ingin kau bahagia Choi Siwon, aku ingin kau bahagia, maafkan aku, aku tak akan mampu menyelesaikan tatto ini, tak akan mampu menyempurnakan kompas hatiku ini….

)* Song by One Direction : Little Things. Walau lagu Little Things belum ada pada tahun 2001, tapi lagu ini sangat pas dengan cerita yang saya buat. Jadi maaf, dianggap aja udah ada ya heheh.

)* Adalah line Andrew Parrish dalam The Edge of Never by J.A Redmerski

 ***********************
Massachusettes, 20o1 
Siwon sedang menghitung ulang uang tabungan yang berhasil dia kumpulkan dari bekerja menjadi seorang bartender. Siwon tahu itu bukan pekekerjaan yang layak mengingat dia masih di bawah umur. Tapi, dia memiliki impian untuk bisa bertemu kembali dengan Sooyoung secepatnya. Dia harus kembali ke Beufort sesering yang dia mampu, untuk menemui musim panasnya. Terlebih, dia harus menabung mulai dini, untuk rencananya di masa depan, dia akan bekerja dengan giat mulai hari ini, untuk menjadi lelaki yang pantas menjadi suami Sooyoung. Lelaki yang memberinya kebahagiaan dan kemewahan. Memberinya limpahan cinta, memberinya hati dan jiwanya.

Siwon bersenandung lagu yang diciptakannya untuk Sooyoung dan bersiap untuk menuju klub tempatnya bekerja saat surat itu tiba. “Untukku?” Penjaga asrama itu mengaguk.

Siwon menilik amplop putih itu dan melihat tulisan tangan Sooyoung yang berjajar rapi. Siwon tersenyum lirih saat bergumam. “Kenapa dia repot-repot menggunakan surat jika dia bisa mengirim e-mail padaku….” Siwon mencium surat itu dan membukanya. Dia menempatkan dirinya di kursi kayu panjang yang terletak di lobi asrama mahasiswa tingkat akhir.

Siwon menarik napas bersiap membaca dua lembar kertas yang penuh oleh tulisan tangan Sooyoung. Dia membaca perlahan, membaca setiap kata. Perlahan senyum yang mengembang di bibir Siwon memudar, menyisakan kernyitan heran yang begitu dalam. Siwon masih tak percaya dengan apa yang dibacanya. Dia membaca sekali lagi, lagi, dan lagi, hanya untuk memastikan Sooyoung mengucapkan perpisahan padanya. “Tidak, tidak, tidak, kau tak boleh seperti ini Choi Sooyoung, Kau tak boleh melakukan ini…” Gumam Siwon sebelum berlari menuju kamarnya.

Siwon membanting pintu kamarnya dan meletakkan tasnya di lantai. Dia meraih telepon dan menekan nomor yang sudah dia hapal di luar kepalanya. Siwon menunggu, menunggu, dan menunggu jawaban dari seberang sana. Dia menelepon ratusan kali hingga rasa despresi menyerangnya. Siwon beralih ke komputernya dan mencoba log in ke milist yang dia ikuti bersama Sooyoung. Dia mencari nama wanita itu hanya untuk tahu dia sudah menghilang dari dunia maya. Sooyoung telah menghapus semua account yang dimilikinya. Dia menghilang bagai hantu. Siwon mencoba sekali lagi, mengirim e-mail yang masih bisa dihubungi. “Ada apa denganmu Choi Sooyoung. Kenapa kau pergi. Kita tak bisa berakhir seperti ini. Kau tak boleh memutuskanku sepihak….” Siwon mencoba lagi dan lagi hingga kekahwatirannya berganti rasa marah. Siwon merasa frustasi karena panggilan ke telepon Sooyoung juga tak berhasil. ” Sial, delusi? Delusi? Apa kau bercanda, Choi Sooyoung!!”

*************************

Seven days before Siwon read Sooyoung’s latter 

The Edge of Nowhere, 2001 

“Kau siap?”

Sooyoung menggengam tangan ibunya dengan erat. ” Apa surat itu sudah dikirim?”

Ibu Sooyoung menatap putrinya yang sedang terbaring di atas meja operasi dengan tatapan iba. Dia masih terlalu muda untuk menghadapi kenyataan sepahit ini. Banyak wanita di luar sana yang membunuh atau menghindari kehamilan, berharap agar mereka tak bisa hamil, tapi putrinya tercinta adalah orang yang sangat mencintai makhluk kecil seperti bayi tak berdosa. Ibunya masih mengingat keinginan Sooyoung untuk menjadi seorang ibu yang baik seperti Mother Teresa. Tapi dia harus mengalami hal seperti ini.

Hal paling menyedihkan dari tak mampu memiliki anakmu sendiri adalah melihat anakmu menderita karena ketakmampuannya untuk bereproduksi. “Hemmm. Kau tak perlu kahwatir, Sayang. Surat itu pasti suda sampai pada Siwon, seminggu dari hari pengirimannya.”

Sooyoung memejamkan matanya. Air mata menetes dari ujung matanya yang terpejam. Dia mengingat tiap detail surat yang ditulisanya. Dia sudah memperkirakan reaksi Siwon, karena itu dia menghilang dari semua tempat yang mampu dijangkau Siwon. “Ibu…” Sooyoung memandang ibunya dengan mata berair. “Kenapa. Kenapa aku yang harus mengalami semua ini? Kenapa harus aku yang mengalami ini? Kenapa Tuhan begitu kejam padaku? “

Ibu Sooyoung mencium jemari anaknya, menguatkannya. ” Jangan. Kau tak boleh membenci Tuhan.”

“Kenapa aku yang harus mengalami ini. Kenapa aku yang dipilih oleh penyakit ini….”

*******************

The Edge of Nowhere, dunia dalam imaginasi, 2001

Untuk yang begitu indah ketika terkena pantulan cahaya rembulan…

Saat kau menerima surat ini aku mungkin sudah pergi dari hidupmu. 

Aku tak ingin kau terkejut dengan surat ini. Aku juga tak ingin kau mengira aku marah sesaat saat menulis surat ini. Aku sudah memikirkan dengan matang segalanya, masa depan kita, cinta kita yang mungkin hanya delusi remaja. Aku sangat muda, begitu juga denganmu. Kita bertemu dan jatuh cinta. Pada pandangan pertama. Menghabiskan musim panas yang begitu indah bersama. Membuat janji dan impian yang mungkin akan kita wujudkan bersama. Hingga kita lupa untuk berpikir bahwa kenyataan pahit melintang dalam mimpi mimpi kita….

Saat kita terpisah oleh jarak, aku kembali berpikir. Apa kau begitu pantas untuk kucintai hingga mampu kuberi kepercayaan dari hubungan yang terpisah ribuan meter ini? Seperti yang aku katakan, kita jatuh cinta pada pandangan pertama, secara tak sengaja, hingga tak memiliki waktu untuk berpikir, bahwa ini hanya pengaruh hormon remaja atau benar benar cinta?

Saat aku kembali ke rengkuhan selimutku malam ini, aku melihat rembulan dan menyadari cinta kita hanya delusi. Aku tak ingin menyakiti harga dirimu dengan berbicara langsung padamu. Karena aku yakin, kau tak akan mengerti.

Aku berterimakasih atas pemujaan yang berlebihan darimu. Jujur, lagumu bukan gayaku. Kau menyanyikanya dengan buruk. Dan aku tak suka dengan lelaki yang membolos untuk mencintaiku. 

Aku tahu dan sudah siap kau benci, tapi aku ingin kita mengakhiri hubungan ini. Hubungan yang hanya sebuah delusi dari remaja seperti kita. Aku ingin kau menemukan wanita lain yang mungkin suka kau puja berlebihan dengan lagu atau puisi, yang tak akan ragu saat jarak memisahkan kalian. 

Dan maaf atas tatto mata angin yang masih setengah jadi. Aku tak mampu menunggumu untuk menyelesaikannya. Aku tak tahu apa yang merasukiku saat aku memutuskan membuat tatto konyol ini. Ibuku berpendapat tatto ini akan menghalangiku untuk masuk universitas tahun depan. Aku mencoba untuk menjaga janjiku, tapi kau juga harus tahu aku harus bersikap rasional terhadap masa depanku. Aku akan menghapusnya. Aku mohon lupakan tentang makna yang aku ucapkan saat aku masih ada dalam mimpiku. Kompas hanyalah kompas. Lupakan soal tatto hati dan segala hal mellow yang pernah aku ucapkan padamu….

Aku berdoa untuk kebaikanmu. Aku ingin pergi dan mengakhiri mimpi musim panas ini, semoga kau mengerti ….. 

Dengan penuh rasa terimakasih karena kenangan musim panas yang indah. 

Choi Sooyoung.

*******************
Five years Latter…..

Dubai, 2006

Siwon menghalau terik mentari yang menyengat kulitnya saat melangkahkan kakinya melewati lapangan parkir apartemennya. Siwon bersyukur apartemen sementaranya di Dubai memiliki fasilitas oase buatan yang disulap seolah menjadi kolam renang umum. Dia butuh menyejukkan kulitnya yang terbakar mentari dari negri penghasil minyak ini.

Sudah lima tahun lebih dia dan Sooyoung tak bertemu. Wanita itu menghilang seperti hantu, menyisakan kepedihan, dan impian yang menyiksa kehidupan Siwon. Dia tak pernah jatuh cinta seperti itu pada wanita manapun. Cinta yang mampu menyiksa Siwon hingga tingkatan terdalam. Sooyoung selalu ada dalam ingatannya, selalu muncul dalam mimpinya dengan senyum indahnya yang selalu Siwon kenang dalam hati. Dia membenci gadis itu, membenci karena gadis itu menghina cintanya, menghina ketulusan hatinya untuk memiliki keinginan menikahinya suatu saat nanti. Siwon masih sangat muda saat itu, tapi bukan berarti pernikahan yang terucap dari bibirnya adalah permainan. Wanita itu telah meremehkan tekad Siwon dan menyamakannya dengan delusi. Siwon mendengus saat mengingat setiap detail surat yang terasa membakar seperti api neraka itu. ” Delusi. Bahkan sampai saat ini aku masih berdelusi.” Gumam Siwon yang merasa kesal dirinya tak mampu melupakan sosok Sooyoung.

Siwon memasuki apartemnnya dan mengamit surat tagihan dan beberapa surat dari perusahaan tempatnya bekerja. Siwon menyortir surat dengan pandangan cepat dan mengunci pandangannya pada folder coklat berlambang institutnya dulu. Siwon mengernyit dan melihat tanggal pengiriman dan alamat yang berpindah-pindah. Mulai dari Massachusettes, Irlandia, London, hingga Dubai. Surat itu dikirim tahun 2002 ke alamat asrama Siwon di MIT. Siapapun pengirimnya pasti tidak tahu Siwon sudah keluar dari asrama. Lalu pihak asrama mengirim ke alamat yang telah di upgrade oleh catatan alumni MIT, kemudian dikirim berdasarkan alamat apartemen Siwon yang terus berpindah-pindah karena tuntutan pekerjaannya.

Siwon menyobek folder itu dengan kasar dan melihat undangan bewarna hitam dengan pita cantik di tengahnya. Dia tak tega untuk merobek undangan itu dan segera membaca isinya, sebagai gantinya, Siwon mengurai simpul sederhana dari pita itu dengan perlahan sebelum membaca.

Choi Siwon  and Guest 

Mr . and Mrs . Choi  

 Request the honour of your presence at the marriage of their daughter 

 Choi Sooyoung 

to

Prof Dr Choi Changmin DEA

 On Friday the 2nd Of August 2002

At Five O’clock

St. James Church, North Carolina

Siwon terbelalak sebelum tertawa miris. Sooyoung begitu berusaha menyiksanya. Dia menghilang dan datang dengan undangan. “Delusi. Kau menghilang, harusnya kau menghilang seutuhnya. Kenapa kau repot-repot mengejekku dengan undangan pernikahanmu. Apa tujuanmu, Soo?” Ujar Siwon sebelum membuang undangan lama itu ke tong sampah. ” Kau menyiksaku dengan kenangan singkat kita. Dan kau kembali memamerkan kebahagiaanmu padaku. Kau benar-benar pxxxxxr, Choi Sooyoung!”

******************

The Edge of Nowhere 2012 

Dan disinilah mereka. Di tempat yang sama, tempat Sooyoung mengelana imaginasinya. Berhadapan dalam diam. Senyum Siwon masih sesinis saat di kereta. ” Hai, Gadis musim panas, sepertinya delusi telah menjadi nyata. Bukankah permainan takdir begitu kejam? Bukankah begitu, Choi Sooyoung?”

Sooyoung membalas tatapan Siwon sesaat sebelum memutuskan kontak mata mereka. Dia tak tahu apa rencana Tuhan. Dia berdiri dihadapan orang yang dicintainya dengan hati dan rahasia yang penuh luka. Dia tak yakin dia sanggup menghadapi Choi Siwon tanpa menangis. Dia masih ingin menyimpan alasan perpisahan mereka dalam hatinya sendiri.

Sooyoung memutar tubuhnya ke arah Yoona. “Yoong, antar aku pulang!” ujarnya disusul dengan ledakan tawa Siwon.

“P-E-N-G-E-C-U-T.”

Sooyoung berbalik mendengar ucapan Siwon. “Apa yang kau inginkan?”

Siwon tersenyum lirih saat berbisik. ” Kau!”

******************************

-TBC-

READEEEERRR MIAN YA INI KAN TWOSHOOT TAPI KENAPA ADA SPECIALNYA, MAAF YAAA, KARENA KALO DIGABUNG JADI 8000 KATA, PANJANG MINTA DIGAPLOK.

NAH UDAH TAHU ALASAN SOOWON PISAH KAN, OK , TINGGAL CHANGMIN DAN SOOYOUNG YA. LALU BENARKAH ITU UNDANGAN SENGAJA DIKIRIM SOOYOUNG?

DAN BAGAIMANA MEREKA BISA MENYELESAIKAN SEMUA MASALAH YANG DIAWALI DARI KEBOHONGAN SOOYOUNG UNTUK KEBAIKAN SIWON?

ok, chapter selanjutnya penuh kekerasan, jadi maaf ya mungkin di PW :).

Line akhir di The Edge of  Nowhere itu sambunganya nanti dengan chap selanjutnya. Itu adalah paragraf lanjutan yang chapter satu paling akhir. Bagaimana nanti dua minggu dalam satu ruang yang sama, apa Siwon akan berakhir dengan Sooyoung. Dan tunggu kejutan dari saya hehehhe, sok bangt deh

Taypo dll diperbaiki besok ya, mian jelek aneh dan geje. Saya lagi suka sukanya sama lelaki bergitar dan rocker gahar, hahahah, jadi kebawa terus tuh Siwon yang nyanyinyanyi. Kayak AIH aja deh ah hehehhe. Miannn,

Advertisements

63 thoughts on “[TWOSHOOT][FF] Hiding My Heart – SPECIAL –

  1. Tbc nya muncul tiba2-__-
    Makin penasaran deh.__.
    Yah, soo nggk bsa hamil dong:(
    Nggk bsa byangin anaknya soowon:(
    Aku tnggu kelanjutannya kak…
    *acungin jempol buat ff kak adaya (y)*

  2. ah, kukira udah end. eh…si TBC muncul……
    aq seneng baca ff di sini. cos penggambarannya jelas, alurnya pun apik. jadi readernya enak membaca.
    lanjutannya jangan lama-lama yah. and ditunggu kejutannya……..

  3. Entah kenapa q begitu tertarik begitu baca part ini tp agak kecewa begitu baca TBC (loh ini bukannya two shoot ywh kug TBC #gak lengkap baca judul heheheheheh bodorlah)

    Q sempet g begitu yakin qm bkin twoshoot #minta digetok adaya
    Ywh karena qm itu penuh rahasia #always
    Dalam penulisan qm n penuh konflik pastinya dana agak kurang percaya dirimu bkin twoshoot karena cerita qm penuh ide cemerlang sehingga mengakibatkan banyak cerita yg harus disusun dalam satu partnya jd agak kaget pas qm bkin twoshoot dan begitu baca part ini, tuh khan bener pasti da part special (khusus menerangkan hal tabu tentang akar masalah dr cerita iNi)
    Heheheheh

    Aku penasaran bgt sAma apa yg bakal Siwon lakuin sama Sooyoung?? Awalnya sebelum tau ini part *special q fikir Siwon bakal ngaduk” hati Sooyoung dgn kemesraan n trik tiada tara u/ membuat hati sooyoung teriris dg memanfaatkhan sosok Fanny
    Dan q jg penasaran jalan terakhir dr kisah ini yg sepertinya akan panjang, klau baca ceritnya sih ibarat minum wine itu kyanya ceritaa ini baru tahap menghirup aroma wine

    q fkir part special hrusnya diakhir setelah cerita the End jd tetep two shoot n g motong cerita, walau akhirnya q setuju jg danya part ini mungkin da bagusnya ditaro ditenga jd ngebantu meningkatkan daya penasaran pembaca dg keputusan yg akan diambil siwon, krena q rasa disini Siwonlah yg jd Hakim, walaupun posisi Sooyoung sebagai algojo tetap sbg penentu akhir dr kisah ini
    Sbenernya mSh bnyak yg pingin q tulis disini, tp takut slah prediksi jd mending nunggu part Endnya ja dweh
    Ok ditunggu part selanjutnya dweh
    Fighting!!!
    H2C bener g ywh prediksi q
    Heheheheh #maaf klo kepanjangan

  4. Annyeong eon 🙂
    Jadi part spesial ini dibuat untuk memperjelas hubungan soowon yah?
    jadi penasaran sama hubungan Changmin sama Sooyoung kenapa mereka bisa nikah trus cerai..
    Apa yang bakalan dilakuin Siwon sama Sooyoung?
    eon lanjutannya jangan lama-lama yah 😀

  5. Oo ,,
    jadi itu toh alasan,y soo eonnie ninggalin wonppa, yah walaupun rada” gak ngerti dengan ilmu kedokteran tpi aku masih bisa menangkap alasan yang ada!!
    dan eonnie, plisss , kali ini buat soowon bersatu yah. nyesek banget klu soowon nya gak jadi bersatu ><
    dan aku tunggu charp spesial nya untuk changsoo.
    aku penasaran apa sih yg di buat chang oppa sama soo eonnie waktu mereka nikah 🙂
    sekali lagi 2 jempol untuk ff ini eonn 😀 oh ia, di tunggu kelanjutan broken vow nya eonn 🙂

  6. omomomomoooo daebak ini daebaaakkkk… yaampun soo.. udah ga penasaran dari chap 1 kenapa soo ninggalin siwon, gasabar yang chap kedua nya gimana mereka jalanin kehidupan (?) di dua minggu di ruang yang sama.. wkwkwkwk sukasukasukaaaaa… AIH nya post dongggg… nanti keburu lupa chap AIH sebelumnya.. wkwkwkwkkw next chapternya ditunggu selalu loh tooorrr 😀

  7. Kak adaya .. #bawapentungan
    kak adaya kejam .. #mentungkakadaya
    kenapa harus ada PW d part sLanjut.a ??
    kaLo emg yg part sLanjut.a ad PW ,, aq mnta yaw ,, dn tLong Lupakan ucapan qu d comment” yg enth dmana it aq Lpa ttg pnoLakan ku krna umr qu yg msih beLia .. CieLah~ #pLak
    inget kan ??

    Dan kak ..
    Aq suka bnget ma prcakapan SooWon yg in ..
    “apa yang kau inginkan?”
    “kau!”
    aq baca it smbiL Lonjak” kgirangan ..
    Tapi gg brLngsung Lama wktu inget ad tiffany si cewe prusak hbungan ..
    Dasar psikopat !!
    Udh deh kak comment.a ..
    SoaL.a nie dada sesak antara seneng + marah ..
    Annyeong !!

  8. Ah gomawoyo adaya kayaknya berkat chapter special ini pertanyaan aku di chapter sebelumnya jadi terjawab deh dan entah kenapa jadi nimbulin pertanyaan yg sama kaya adaya bilang di akhir part tadi hehehe
    Ditunggu kelanjutannya

  9. ealah tadi diawal sempet ngira mungkin ini part end-nya, masih ada lagi toh,,
    aduh nangis kejer tadi pas sooyoung tau rahimnya harus diangkat :”
    next chapnya ditunggu ya thor ‘-‘)9

  10. oke ditunggu lanjutannya authorr..
    Kasian soo nya dia sakit 😦
    Jalangan kelamaan ya thor..
    Kepanjangan itu ngga papa thor..
    Tapi kalo kependekan itu mah nyebelin..

  11. wahh…aq kira ni part akhrnya, g kbaca tulisan spesialnya. Btw klo di proteck ksh tw cra dpetin pwny
    gomawo end fighting bwt ff slanjtnya

  12. aaaarrrrrrrgggggghhhhhhhhhhhhh #acakrambut
    kenapaaaaaaa????harus bersambung????
    lagi serius2, lagi senang2’a eeh Tbc
    huuuwwaaaaahhh #mewek T_T

    oke comment serius sekarang
    aku selalu suka sama ceritamu yg selaluuuuu bkin kejutan disana sininya
    pngolahan kata’a bner2 cerdas… 😀
    tp kalo aq pikir2 klo FF ini twoshot qt ga bakaln tw cerita smblumnya ttg soo sma siwon knp harus pisah n konflik apa dmasa lalunya.
    okey lanjut aja dah keep writing yakkk 😀
    SEMANGAT!!!!

  13. Uwahh…,ksihan soo unnie..:(
    Wonppa mdah2’an ending’a ma soo unnie ne??
    Daebak thor..,dlnjut dong…
    N’ q bleh mnta pw’a gak thor?

  14. Waaaaa!!!!
    Complicated!!
    Tiap baca ff kak Adaya pasti emosinya selalu kebawa,#Plakkk!!!
    Soo eonn kasian banget sih…(ToT)
    Kalo wonppa tau alasan soo eonn,
    Pasti gk bakal sebenci itu(._.)
    Next partnya d protect kah?
    Pw. Nya bagi2 ya kak^^

  15. Un, keren banget!!! Unnie itu author favorit aku loh 😀 Aku sering banget baca ff unnie tapi mian 1000 kali aku jarang ngomen, hehe. Ff unnie itu extraordianary sangat ! AIH nya lanjutin dong, un. Next part nya kalau di pw aku minta yaaaaa.. Aku bakal sering ngomem deh un. TY !!!

  16. dan setelah bikin reader penasaran tingkat akut ga lupa adaya bikin reader sesak nafas (nyesek)
    pokoknya DRAMA QUEEN bangett lah….
    and i like it…

  17. Lagi seru-serunya malah tbc 😦
    Daebak makin seru aja nih kisah soowon dan makin bikin penasaran
    ditunggu eon kelanjutannya
    tapi nanti dikasi tau kan yah PW nya?

  18. Sori eon jadi siders dua kali lewat hp *ditabok
    oke oke langsung komen yak ~
    okeh saia terima alasan soo unk ninggalin won. Dan saia penasaran kenapa soo bisa nikah ama changmin. Pasti disengaja deh *sotoy
    perjodohan bukan?
    *sotoylagi
    pasti itu changmin deh yg ngebet ama soo *sotoylagilagi
    itu yg ngirim undangan kalo engga disengaja dikirim oleh soo kalo ga pasti dipaksa changmin deh, bener ga?
    Next chap penuh kekerasan?
    Wow ~
    minta pw-nya yak eon hehe : ) /senyumimut
    saia penasaran loh knpa changmin ngeKDRTin soo. Ragara kaga pnya anak? Engga mungkin dah keanya ~
    changmin sebenernya cinta ga sie ama soo?
    Ahhh, pokoke penasaran, kepo beud dah ~ ~
    mm, itu yg diundang Prof Dr Choi Changmin DEA asoi beud title si minnie ~ ~
    DEA apa eon?
    Itu marga changmin sengaja dibuat choi yak? Apa gmana sie? Jgn2 ada alasan jg nie yah xP
    hehe
    oh ia, saia penasaran apa yg terjadi ama SooWon setelah sekian lama lost contact. .
    oke segtu dulu, jgn lama2 loh eon ngepost.a pai :*

  19. Hwwwwaaa adaya eon selalu bikin penasaran ,,,,,,,
    Knp ada Tn. TBC segala??? Hehe
    Kasian soo eon gk bisa hamil 😦
    Ayo cepet2 d publish kelanjutannya udh gk sabar pengen tau ceritanya. Hehehe 🙂

  20. Panggil aku eonni aja (baru baca blsan komen aku yg dulu2 hehe)
    tanya dong adaya kan thn 2001 soo itu dioperasi pengangkatan rahim kan diumur 16 thn trs thn 2005 siwon dpt undangan pernikahan soo tp di undangan itu pernikahanya thn 2002 jd soo nikah pd umur 17 dong skrg umur soo sktr 27 ya?

  21. Haiii aku koment’a skalian yaa dri part sebelumnya,,,

    Huahh sepertinya hidup soo kelam dan penuh rahasia.. Penasaran dengan rahasia hidup soo dan changmin..

    Ditunggu kelanjutannya 😀

    Nb : minta pw’a bisa via sms? Makasi

  22. sorry bru comment di part ini.
    Kbtlan baru baca stlah 2 part realease…
    Aku lebih mengikuti cerita di part 1. Di part ini karena flashback aku cuma ngmbil intinya doang hehe.. But overall this ff is very nice..your great and my favorite author on this site… *lg bljar b.ingXD V*

    aku tnggu next partnya yah…
    Kalo di pw mintanya kemana dong???

  23. wah unnie, keren banget jadi itu alasan soo gak jadi ama siwon, wah hidup soo kasihan banget.

    Siwon juga kasihan masih cinta tapi di sisi lain soo bilang gak suka jadi siwon malah salah paham benci soo T_T. onnie jangan lama2 updatenya ya

    hwaiting!!

  24. miris banget yah tapi yg diambilkn cuman 1 rahim masak dua-duanya duh biyung melazt banget
    bang wonnie juga geto dimulut bilang a atinya bilang b gimana nih
    sama2 stonehedge ayo yoona ma bang hae sadarin sohibmu
    trus tuh yg bikin bang wonnie sengak kok undangan meritnya so bisa dikirimin ke abange jd muntabkn
    kenal dunk bang wonnie ma prof changmin apa itu dosennya abangnya yah ??
    duh bang jo sinis2 yow kesian soo-nya
    mb soo fighting
    perasaan bvang wonnie bih hebat nge-drum dari kecil soale blajarnya
    gk pernah liat dia pegang gitar nih jd nebayangin tuh chris rock
    buahahaha bai baii chingu
    lanjoot aduh klo dikasih pw aku dpt gk yah

  25. whats komengku yg sepanjang bengawan solo ilang huwaaa
    ada apa nih yah
    duh miris hidupku kaya soo #gulung2 dijln
    yg diambilkn satu kn bukn kedua2nya kn masih ada harapan geto
    duh bang wonnienya dah romantos geto kesian
    trus yg kirimin surat yg bikin abangq munntabsapa ??#hadapi aku gk rela boss suwer dah
    bai chingu aku despret klo gk masuk lagi ni komeng aku mo bunuh diri di po’on toge
    bai bai

  26. Annyeong, udah lama juga ga buka SAC, tp sepertinya SAC lagi sepi pengunjung sama author ya..

    Okey kita bahas ff ini, aku commentnya sekalian part sebelumnya okey..

    As always ff ini adaya banget, penuh dengan drama, penyayatan hati, verita yg tidak terduga, dan tentunya europe style (berlatar belakang eropa khusunya inggris), dan juga membuat hati para readers tergunca guncang (?)

    Kalo masalah jalan cerita dan lain2 adaya udh jagonya deh, udh ga ada yg perlu di komentarin. Aku kasih 4 jempol malah kalo boleh aku minjem jempol orang lain buat kamu.

    Tp sayangnya ff adaya tuh lamaaaaa banget endnya, selain karna setiap part yg melahirkan anak2, lamanya jg karna setiap jeda yg di selingi sama ff2 baru.
    Setiap episode emg butuh jeda, tp kalo bisa jangan kelamaan. Terus jg selingan ff barunya jangan kebanyakan. Ysng satu belum selesai tambahannya 2 ato 3 ff. Itu malah ngebuat reader lupa ceritanya yg mana, judulnya yang mana #khususnyaaku
    Soalnya cerita adayakan selalu bergendre sama (kecuali BDC, NOY, DTTD) jd kadang aga pusing.

    Kalo bisa adaya jgn dulu nge post ff baru, selesein aja dulu yg masih nunggak, kecuali kalo ga akan di lanjutin buat konfirmasinya aja biar readers ga nunggu #akulebihtepatnya

    Udah kali ya segitu dulu,
    Buat para readers #khususnyapecintaadaya jangan marah ya apalagi demo, this just my opinion
    Buat adaya jg jgn marah, kalo mau di turutin syukur engga jg gapapa
    Aku bakal tetep nunggu ff kamu ko 🙂

    Maaf kalo ada kata2 yg tidak berkenan, itu hanya pendapat dan saran saya semata

    Keep writing and hwaiting !! 🙂

  27. Fyuh.. Sdkit membuat aku pusing karena adaya oenni tahu sendiri aku gk mau yang terlalu menyakitkan konflik tp tetep Keren, cman ada kalimat yang menurut sedikit harus diedit lagi.
    Next chap jngan lama-lama, nanti aku keburu lumutan.
    Maaf jga lama gk maen ke SAC.

  28. Fyuh.. Sdkit membuat aku pusing karena adaya oenni tahu sendiri aku gk mau yang terlalu menyakitkan konfliknya tp tetep Keren, cman ada kalimat yang menurut sedikit harus diedit lagi.
    Next chap jngan lama-lama, nanti aku keburu lumutan.
    Maaf jga lama gk maen ke SAC.

  29. sumpah thorrr ini gila ini gila
    Soo eonni kasihan bangetttt :(:(
    Ditunggu part selanjutnya thor
    Ini ff bener bener d-a-e-b-a-k!

  30. whahhhh.. Soowon gak bisa punya baby dong??
    Katanya ini twoshoot, tapi kenapa di chap ini msh tbc? Tak palah , tapi update cepat ya..

  31. Yaampun aku kira ini beneran twoshoot langsung end taunya masih tbc…. Aaaaaa author ngeselin membuat daku makin penasaran/? Ayolah thor lanjut! Aku pengen bgt tau lanjutannya…. Penasaran pake bgt bgt bgt bgt bgt bgt bgt thor!!!!!

  32. Udah deg2an baca yg spesialll kirain end.. ternyata tbc… aaaaaaaaa
    Authornya… bikin reader tambah penasaran ><… alamak soowon slalu bikin gw ber delusi… tidak hanya siwon yg delusi ttg sooyoung.. tapi saya jg berdelusi ttg soowon xD
    Lanjutannyaaaaaa……

  33. Cerita ny bkin mewekkkkkk..
    Eonni, klo bkin ff bner2 ngena di hati. Seolah2 qt bner2 sbg pelaku ny, bs ngrasain jg..
    Kpn nie eon Ff mu dilanjut lg?? Udah kngen pngen baca.
    Ditunggu part 2 ny eonn

  34. Sedih sama part ini karena di saat kita egois dengan keputusan kita sendiri dan inginkan kebahagiaan yang terkasih tapi dia menganggapnya sebagai sesuatu yang bukan maksud kita 😭

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s