[TWOSHOOT][FF] Hiding My Heart – One –

Annyeong Adaya back sama twoshoot dan polling FF.

Adaya mau mengumumkan kalo Melody of Summer Night saat selesai ditulis jadinya bukan SOWOON. Nah, untuk itu nih yahhh, saya ganti yang ada tema-tema musim panas tapi cukup oneshoot aja ;). Nanti juga ada One More Time One More Chance dan Asking for Problem, yang udah pernah ada teasernya, masing masing jadi oneshoot saja. Biar saya gak ada hutang lagi di SAC ;p. MIANE ya…..

DAN Jangan kahwatir yang menantikan FF Adaya, semuanyaaaaa, apapun (Kecuali DTTD yang harus sama persetujuan Nidya), pasti saya END kan kok, hanya nunggu waktu aja. Jadi yang mau lanjut ya ikut polling ya, dua teratas yang menang polling akan diupdate setelah TWOSHOOT ini end ya.

…..HAPPY READING…..

Untitled

Title               : Hiding My Heart

Author          : Angevine Pontius Fosters ( Adaya )

Main Cast    : Choi Sooyoung as Choi Sooyoung, Choi Siwon as Choi Siwon.

Side Cast      : Im Yoona as Im Yoona, Lee Donghae as Lee Donghae, Max Changmin as Choi Changmin

Type               : TWOSHOOT

Genre             : Romance, Unconditional love, New Adult, Friendship, Believe

Rating            : All reader who Open mind 

“Don’t feel sorry for yourself. Only assholes do that.” ― Haruki Murakami

***********

Author POV-

The Edge of Nowhere, 2012 

Buk!

Suara buku tebal yang ditutup secara kasar memaksa dua, tiga, kepala yang ada di gerbong kereta itu menoleh kepada seorang wanita pemilik buku. Wanita itu membalas tanpa ekspresi orang-orang yang memandangnya ingin tahu. Dia sudah terbiasa dengan tatapan itu.

“Permisi.” Ujar wanita itu saat membelah kerumunan orang yang berdiri di dalam kereta. Dia berusaha dengan sekuat tenaga menyembunyikan kernyitan nyerinya saat lengan kirinya tak sengaja membentur pintu besi di hadapannya. Tubuh wanita itu berguncang seiring kereta yang melaju kencang. Dia memaksakan dirinya untuk berdiri tegak dikala sakit yang tak tertahankan menyerang lutut dan sendi di kakinya. Wanita itu berbalik dan menghadapkan tubuhnya ke arah kaca, dia bernapas lega untuk seperkian detik karena berhasil keluar dari kerumunan menyesakkan itu sampai dia melihat sosok itu ….

***********

Seorang pria sedang berdiri menyandarkan punggungnya di plat kereta yang terasa dingin. Dua, tiga gadis di kereta itu melayangkan tatapan kagumnya pada lelaki itu, tatapan yang sudah sangat biasa dia dapat dari kaum hawa. Siwon menatap mereka dengan pandangan datar, menyiratkan bahwa dia tak suka dengan wanita yang lebih mengagumi wajahnya dibanding siapa dirinya. Dia berbalik ke arah kaca yang ada di sampingnya dan tatapan mereka bertemu…..

**********

Sooyoung tak mampu mengalihkan tatapanya dari lelaki itu. Sudah hampir sepuluh tahun mereka tak bertemu. Napasnya tertahan di dada saat melihat sosok Siwon berdiri di hadapannya. Begitu rupawan seperti dulu. Begitu indah. Rambut lelaki itu dipangkas pendek, tak hitam lagi seperti dulu. Lelaki itu mewarnai rambutnya dengan warna yang mirip untaian emas. Cambang halus terlihat cocok di dagunya yang tegas. Lelaki itu masih memiliki mata coklat yang mencair seperti teh yang masih panas. “Siwon?” ujar Sooyoung terbata.

Lelaki itu menegakkan dirinya. Tubuhnya seolah membeku dan menguarkan aura dingin. “Sooyoung.” Balasnya dengan suara yang nyaris menusuk jantung Sooyoung. Dia memincingkan matanya dengan sinis dan memandang dengan cemooh yang terlihat jelas dari sorot matanya pada keadaan Sooyoung saat ini. “Kau terlihat… baik.”

Sooyoung ingin menangis saat mendengar tekanan kata ‘baik’ pada kalimat Siwon. Sooyoung ingin menangis karena dia tak baik. Wajahnya sepucat mayat, rambutnya dipangkas habis hingga memperlihatkan tengkuknya yang memiliki gurat tali yang digunakannya untuk mengakhiri dirinya berkali kali. Dia bersyukur, Siwon tak mampu melihatnya, karena jika dia melihatnya, Siwon akan tahu bahwa Sooyoung masih mencintainya hingga saat ini. “Terimakasih.” Jawab Sooyoung seraya membetulkan letak syal yang melingkari lehernya, syal yang menyembunyikan gurat tali yang hampir membunuhnya. Syal yang menyembunyikan tatto setengah jadi itu.

 “Bagaimana pernikahanmu? Apa kau sudah memiliki anak saat ini?’

Sooyoung tahu Siwon tak akan melepaskan dirinya begitu saja. Bagaimanapun Siwon mengira Sooyoung menghianatinya bertahun-tahun yang lalu. Dan tidak ada yang lebih menakutkan dibanding dengan lelaki yang patah hati. Mereka mungkin melupakan, tapi tidak memaafkan. “Kami sudah bercerai enam bulan yang lalu. Dan, tidak. Aku tidak memiliki anak.” Jawab Sooyoung dengan kerinduan yang terlihat saat dia menyebut kata anak.

 “Bagaimana dengan orangtuamu?”

Sooyoung menatap Siwon, mencoba mencari sisa-sisa cinta yang pernah ada diantara mereka. Nihil. Tak ada sisa cinta dalam mata penuh kebencian itu. “Mereka meninggal tiga tahun yang lalu dalam sebuah kecelakaan pesawat di Atlanta.” Sooyoung menghela napas, mencoba menilik wajah Siwon sekali lagi. ” Apa ini introgasi?” lanjut Sooyoung dengan nada sabar.

Siwon tersenyum sinis saat melihat gurat menyedihkan di mata Sooyoung. “Mungkin. Kau tak mungkin mengharapkan percakapan hangat dan penuh canda, dari orang yang telah kau sakiti hatinya, bukan?”

Sooyoung memejamkan matanya lirih, merasakan hujaman kata-kata Siwon di hatinya. Sooyoung akan menjawab saat pintu elektrik dihadapanya terbuka. Siwon melangkah keluar karena itu adalah stasiun yang dia tuju. Lelaki itu berbalik melawan kerumunan sebelum tersenyum pada Sooyoung dari kaca. Dia berbisik lirih. “Aku rasa hari ini bukan hari baik bagi kita berdua. Masing-masing dari kita bertemu dengan orang yang paling tak ingin kita temui. Bukan begitu, Gadis musim panas?”

Bibir Sooyoung bergetar saat melihat sosok Siwon menjauh. Gadis musim panas, itu adalah nama kecil yang selalu digunakan Siwon untuk memanggilnya, untuk mengungkapkan cintanya di musim panas kala itu…..

***************

“Ouch!” Gadis itu mengernyit saat merasa perih di kulitnya. Jarum-jarum itu menusuk cepat dan meninggalkan tinta yang akan abadi disana. Sooyoung merasa heran dengan orang-orang yang tubuhnya dipenuhi tatto. Dia tak mengerti kenapa menghias tubuh mereka terlihat begitu menyenangkan, jika harga yang harus dibayar sesakit ini. Tapi kali ini berbeda, dia harus bertahan, karena Sooyoung ingin membuktikan, bahwa lelaki itu cukup berharga baginya, hingga dia mau menanggung rasa sakit tak tertahankan ini.

“Sebentar lagi, bertahanlah.”

Sooyoung menelengkan kepalanya ke arah lelaki yang tersenyum ke arahnya. Lengan lelaki itu terlipat di dadanya. Rasa sakit di kulit Sooyoung menghilang seketika saat melihat lelaki itu menatapnya dengan penuh kasih. Ini adalah harga yang setimpal.  “Ini sakit.” Ujar Sooyoung dengan kernyitan di dahinya.

Siwon tersenyum sabar dan memerintahkan Zoel untuk menghentikan kegiatanya. Sooyoung bisa bernapas lega saat jemari Zoel menjauhkan jarum tatto itu dari kulitnya. “Terimakasih.” Ujar Sooyoung dengan nada datar.

Zoel hanya tersenyum pelan dan mengangguk pada Siwon sebelum meninggalkan ruangan itu.

“Kau tak perlu melakukan ini jika kau tak tahan.” Ujar Siwon seraya menempatkan tubuhnya di samping Sooyoung yang masih menelungkup di atas kursi panjang itu. “Kau tak perlu membuktikan apapun padaku.” Lanjutnya seraya menyentuh pola mata angin yang masih setengah jadi di bahu Sooyoung.

Sooyoung memejamkan matanya saat merasakan jemari Siwon di kulitnya. “Kau tahu kenapa aku memilih pola ini?”

Siwon masih terdiam, tak menghentikan kegiatanya di atas tatto setengan jadi itu, menelusuri lambang Selatan yang diukir dengan tinta hitam yang cantik. “Kenapa?”

“Jika kau tersesat, jika cinta kita ada pada jalan yang tak tepat, atau jika pikiran satu diantara kita sedang hilang arah, tatto ini akan menunjukkan jalan. Aku lebih suka lambang-lambang yang lain, yang terlihat lebih cantik dan indah, tapi aku langsung jatuh cinta dengan lambang mata angin ini. Entah kenapa, aku merasa membutuhkan kompas ini untuk hidup.”

Siwon terkekeh lirih dan mencium tatto Sooyoung perlahan. Dia menghirup aroma wangi Sooyoung dan berhenti di kulit Sooyoung cukup lama. “Aku mencintaimu, Gadis musim panas…”

***********************

Sooyoung menatap pantulan tubuhnya di cermin yang berkabut itu. Tak perlu menyingkap rambutnya untuk melihat tatto setengah jadi itu di pundaknya, tepat di bawah garis lehernya. Tatto itu tak pernah utuh, tak pernah berlanjut menjadi kompas hati yang sesungguhnya. Lambang barat dan selatan yang terukir megah menyisakan kepedihan sendiri pada dua mata angin yang tak pernah ada. Kompas setengah jadi, merupakan lambang kehancuran cinta mereka. Sooyoung tak pernah menemukan jalan kembali ke cinta Siwon, karena tatto itu hanya menuntunnya ke arah barat dan selatan, sementara potongan cinta mereka ada di timur atau utara. Metafora dan ironi hidup yang sakral di kulitnya. “Kau sedang tersesat Choi Sooyoung. Kau selalu tersesat. Bersembunyilah dalam senyum palsumu, agar yang lain tak pernah mengetahui luka yang tak pernah terlihat itu. Luka yang mungkin kau bawa sampai mati.” Ujar Sooyoung pada pantulan dirinya di cermin sebelum menangis meremas perutnya.

*******************

One Week Latter……

Sooyoung berjalan menyusuri lorong-lorong jalan yang tercipta karena bangunan pencakar langit yang berjajar memenuhi kota. Hari ini, dia dan Yoona berjanji bertemu di kedai yang terletak dua blok dari rumahnya. Sooyoung menolak bertemu dengan kawan-kawannya pasca perceraiannya dengan Changmin. Dia ingin menenangkan diri, dia merasa lelah selama sepuluh tahun harus berpura-pura bahagia, dia merasa lelah karena selama ini dia harus menyembunyikan hatinya. Tapi Yoona berhasil meyakinkannya. Entah harus gembira atau sedih, Yoona selalu mengerti hati Sooyoung, Yoona adalah satu-satunya kawan yang dimiliki Sooyoung dan masih bertahan di sisinya setelah mengetahui segala yang disembunyikan Sooyoung di hatinya. Yoona juga yang selalu maju di garis depan untuk melawan Changmin, karena Yoona tahu, apa yang dilakukan lelaki itu pada Sooyoung benar-benar menghancurkan sahabatnya. Lelaki itu membunuh jiwa Sooyoung yang ceria, lelaki itu merubah Sooyoung menjadi wanita yang terlihat murung dan penuh luka yang tak terlihat.

“Soo..” Panggil Yoona dari meja bar saat Sooyoung melangkahkan kakinya di kedai kopi itu.

Sooyoung melaju melewati beberapa pasangan yang menghabiskan sore mereka untuk melepas penat dari pekerjaan. Sooyoung menempatkan dirinya di kursi bundar yang terasa nyaman di pinggulnya yang sakit. Dia melepas mantel kulitnya dan meletakkan mantel itu di samping tas tangannya. “Kau terlihat cantik seperti biasa.” Sapa Sooyoung seraya merangkul Yoona dengan kasih. Sahabatnya itu membalas pelukan Sooyoung seolah menguatkan hati Sooyoung yang rapuh.

“Kau juga, Dear.” Jawab Yoona seraya menelisik ke arah penampilan Sooyoung. Wanita itu mengenakan turtleneck tebal yang menutupi tubuhnya dari leher hingga pinggang. Vest rajut bewarna coklat menjadi pelapis berikutnya, disusul dengan syal usang yang melingkar di lehernya. Sooyoung memangkas semua rambut hitam legamnya yang indah dan menggantinya dengan potongan ringkas yang kurang cocok di profil wajahnya. Yoona bisa melihat bekas lebam yang membiru di pelipis dan dahi Sooyoung yang secara samar ditutup dengan poni mengerikan itu. Yoona memandang ke bawah, hanya untuk menemukan rok panjang yang sangat kontras dengan atasan Sooyoung, sepatu flat hitam yang membungkus luka di jemari kaki Sooyoung. Yoona tahu apa yang sedang berusaha disembunyikan sahabatnya. Yoona tahu betapa banyak rahasia dibalik setiap lapisan baju yang terlihat membosankan sekaligus mengerikan itu. Yoona tahu tapi dia tak setuju. ” Kau akan lebih cantik jika mengganti penampilanmu, Dear.”

“Aku nyaman dengan penampilan ini.” Ujar Sooyoung lirih.

“Nyaman?” ulang Yoona seraya menelisik ke mata Sooyoung.

Sooyoung menghela napas dengan tak nyaman. “Apa yang ingin kau dengar?”

“Yang sebenarnya.” Tandas Yoona. “Kebenaran bahwa kau bersembunyi dalam penampilanmu. Kebenaran bahwa kau takut orang lain melihat luka yang mati-matian kau sembunyikan itu. Kebenaran bahwa kau takut, takut melihat pada dirimu sendiri, bahawa kau masih pantas bahagia.”

“Yong, aku…”

“Soo, dengar!” potong Yoona mulai merasa tidak sabar. “Aku tak mengerti kenapa kau merubah dirimu menjadi menyedihkan seperti ini? Aku tak mengerti kenapa kau bersembunyi dari segala kenyataan ini? Kenapa kau memelihara lukamu dengan menyembunyikanya?” Yoona menghela napasnya yang tertahan. “Ketidakberhasilan rumah tanggamu bukan semata-mata salahmu, Soo. Lelaki itu membuatnya seolah-olah kau yang harus bertanggung jawab atas kegagalan kalian. Dia sakit, Soo. Changmin sakit jiwa. Dan kau membuatnya tertawa dengan menyiksa dirimu sendiri pasca perceraian kalian.”

Sooyoung meremas jemarinya, merasa tusukan tajam di hatinya saat Yoona menyebut nama Changmin. Yoona mungkin tahu banyak lebih dari kawan Sooyoung yang lain, tapi wanita itu tak tahu segalanya. “Yong, kau sudah berjanji untuk tidak mengungkit masalah Changmin…”

” Tapi kau perlu. Kau perlu orang yang mengingatkanmu ‘Apa salahnya menjadi wanita bahagia?’. Aku sahabatmu, Soo. Aku sedih melihatmu seperti ini. Kau kehilangan keceriaanmu, kau kehilangan senyummu, kau kehilangan jiwamu, kau kehilangan segalanya, Soo. Kau menarik diri dari semua teman yang selalu ada di sampingmu, kau menarik dirimu dari kebahagiaan, kau menarik diri dan merasa kau pantas menderita, kau membenarkan ucapan Changmin bahwa kau adalah wanita frigid yang tak pantas dicintai. Aku tak ingin Soo, aku tak ingin kau hidup seperti yang diucapkan lelaki itu, bahwa kau…”

” I M FINE!!” Jerit Sooyoung yang membuat semua kepala menoleh padanya. ” Aku baik-baik saja Yoona. Aku tak butuh nasehat siapun. Aku hanya butuh waktu, waktu untuk berpikir ulang segalanya. Kau belum pernah menikah, Yong. Kau tak mengerti apapun, terlebih, kau tak pernah menjadi istri Changmin. Dan kau tak perah bercerai darinya. Jadi aku mohon, aku ingin lukaku tetap ada, tetap tersimpan rapat. Jika kau tak mengerti kenapa, aku minta maaf, aku harap kau akan menemui jawabnnya. Tapi tidak dari mulutku.”

Sooyoung mencoba menenangkan dirinya. Dia memandang Yoona dengan penuh penyesalan sebelum meraih mantel dan tas tangannya untuk pergi meninggalkan bar. Sooyoung menyesali pertemuan mereka hari ini, dia tak ingin menyakiti perasaan Yoona dengan menepis bantuan dan nasehatnya. Tapi Sooyoung tak ingin orang lain melihat lukanya, luka yang sangat memalukan dalam hidupnya. Sooyoung yakin setiap manusia di dunia ini memiliki rahasia yang hanya ingin dia dan Tuhan saja yang mengetahuinya, karena rahasia itu kadang terlalu memalukan untuk diketahui orang lain.

Sooyoung menyesali ucapan terakhirnya pada Yoona. Dia tahu itu sangat kasar. Tapi Yoona tak pernah tahu bagaimana rasanya memohon pada Tuhan agar kau tak akan pernah melihat suamimu lagi, berdoa pada Tuhan agar saat perpisahan kalian akan segera datang, berdoa pada Tuhan agar suamimu cepat mati. Yoona tak mengerti, tiap hari Sooyoung menghitung waktu yang terasa lambat dengan meringkuk dalam kegelapan dan merasa takut dengan suara gemerisik sekecil apapun, takut jika rasa sakit dan perih itu kembali kau rasakan dalam kulitnya, takut bahwa apa yang dituduhkan padanya, oleh orang yang seharusnya melindunginya menjadi kenyataan. Yoona tak pernah mengalaminya, menikahi Changmin, menikahi mimpi buruk. Yoona tak mengerti bahwa Sooyoung merasa bahagia dengan perceraiannya. Yoona tak mengerti, Sooyoung bukan merubah dirinya karena merasa bersalah atas perceraiannya, tapi lebih merasa bersalah karena terlalu senang dengan perceraiannya. Terlebih, Yoona tak pernah tahu rasanya menikahi orang saat hatinya mencintai lelaki lain. Lelaki yang hanya bisa kau impikan tetapi terlalu takut untuk kau kejar, lelaki yang mungkin masih bisa dijangkau tetapi terlalu letih untuk kau gapai. Lelaki seperti Siwon, lelaki yang sudah dia hianati secara tak langsung di masa lalu….

*************

“OH SIAL. KATUPNYA TERBAKAR.”

Sura jeritan orang-orang yang riuh dan berlari di atas deck membaur dengan sura sirine pemadam yang selalu berbunyi ketika ada kebocoran minyak di salah satu sumur pengeboran. Asap yang mengepul dan bau minyak mentah yang panas di kulit membuat suasana itu menjadi pemandangan dari neraka. Minyak mentah terus menyembur dari well head, membuat tekanan gas naik puluhan kali lipat. ” TUTUP KATUP NOMOR DUA, IDIOT!” Jerit Choi Siwon masih berusaha mengendalikan pipa panas yang terus bergetar. Dia memutar kendali tapi pipa itu terlempar karena tak mampu menampung semburan minyak. Semua kru dan pekerja berlari, salah satu diantara mereka menarik Siwon untuk pergi.

“PERGI DARI SINI. ALAT INI AKAN MELEDAK.”

Siwon melihat dari matanya yang tertutup cairan lengket itu sebelum berlindung. Detik berikutnya terdengar suara ledakan dari sumur yang mengalami kebocoran itu. Api mengobar dan neraka telah terlampaui. Semua pekerja yang bersembunyi di bawah tangki-tangki peralatan mulai kembali mengambil tabung gas kebakaran untuk memadamkan api.

Siwon mencoba membasuh mukanya yang berlumur minyak bercampur lumpur itu dengan handuk basah yang menyegarkan saat bergabung dengan para pekerjanya. “Sial, seseorang bisa terbunuh hari ini. Siapa yang mengaktifkan sumur nomor 2?” Geram Siwon seraya menelisik ke arah anak buahnya yang terlihat panik. “Siapapun dia, suruh dia segera angkat kaki dari sini. Dia dipecat!.” Ujarnya sebelum meninggalkan mereka menuju kabin pekerja.

Siwon membanting pintu kabin dan dua kepala menoleh padanya. J.A , yang merupakan ahli kimia sedang berkutat dengan laptopnya, sama sekali tidak khawatir dengan keributan yang baru saja terjadi di luar. “Aku akan mengambil cuti.” Ujar Siwon seraya menempatkan dirinya di sofa lembut yang terlihat tak pantas ada di ruangan itu. “Berada di tengah lautan dalam kurun waktu lama membuat otakku gila. Ditambah para pekerja baru yang tak punya telinga untuk mendengar perintah.”

J.A terkekeh dan menelengkan kepalanya ke arah Siwon. “Bukankah itu disebut resiko? Kita berada di sini karena kita mengejar gaji yang menggemukkan rekening bank kita, dan sebagai gantinya mereka menuntut kita untuk tahan terhadap tekanan lapangan, dimana sejauh mata memandang hanya ada birunya lautan.”

Siwon menghela napasnya. Mengalihkan pikirannya pada pertemuan tak terduganya dengan Sooyoung seminggu yang lalu. Pertemuan itu membuka pintu yang sudah lama Siwon kunci rapat-rapat di dasar hatinya. Dia tak mengerti, bahwa pengaruh Sooyoung masih begitu kuat terhadapnya sehingga malam setelah pertemuan mereka, Siwon kembali memimpikan masa lalu yang mau tak mau dirindukannya. “Choi Sooyoung, apa yang kau lakukan padaku hingga aku tak pernah bisa melupakanmu…” Gumam Siwon tanpa sadar.

BRAK!

Siwon mengalihkan tatapannya saat sosok yang sangat dikenalnya memasuki kabin dan tersenyum bersahabat pada Siwon. “Hei, buddy. Kau terlihat kusut.” Ujar Donghae seraya mengambil soda diet dari lemari pendingin.

“Dia bilang dia ingin mengambil cuti.” Jawab J.A.

Donghae terkekeh, merasa maklum dengan rasa frustasi Siwon. “Kebetulan aku juga akan mengambil cuti selama dua minggu ini. Tunanganku memintaku bergabung dalam reuni kecil yang diadakan para sahabatnya. Tapi bagiku, reuni ini seperti ajang pamer kekasih. ‘Lihat milik siapa yang lebih hebat?’, bukan begitu?” keluh Donghae seraya meneguk habis soda dietnya. “Yoona selalu memiliki cara konyol untuk membuatku jatuh cinta padanya.”

Siwon dan J.A terkekeh melihat sahabatnya yang sudah dimabuk cinta itu. “Kenapa butuh waktu begitu lama hanya untuk ajang pamer kekasih. Dua minggu, dude?”

Donghae memutar bola matanya. “Kau seperti tak tahu para cewek jika sedang berkumpul saja. Itulah alasanya kenapa ini disebut ajang pamer kekasih. Kami akan menginap di tengah hutan yang  entah di mana, melakukan hal-hal heroik seperti membelah kayu untuk perapian, aku duga para wanita itu sudah memasang taruhan bagi masing-masing pasanganya. Dan…Well, kau tahu kegiatan seperti barbekyue, etc etc.”

“Terdengar…membosankan.” Ujar Siwon seraya tersenyum lebar.

Donghae memincingkan mata ke arah Siwon. “Dan kau kira aku akan menjalani kebosanan ini sendiri? Well, tak beruntungnya kau Choi Siwon, karena Yoona memintamu untuk ikut. Bahkan sebelum kau mengajukan rencana cutimu, Yoona sudah merengek padaku agar kau ikut bersama kami.”

Siwon menegakkan punggungnya. “Oh, Sial kau Lee Donghae.”

Donghae meringis melihat kekesalan di wajah Siwon. “Maaf, kau tahu seperti apa Yoona. Jiwa match maker-nya selalu berkobar saat melihat kawan di sekitarnya menyandang status single.”

“Tapi aku tak memiliki pasangan untuk menjadi orang yang memamerkanku.” Kilah Siwon, terlalu lemah. Dia menyesali kedekatannya dengan tunangan sahabatnya itu. Yoona pasti tahu, Siwon tak akan mampu menolak permintaannya. Siwon mengumpat lirih saat ingat janjinya untuk menganggap Yoona sebagai adik perempuannya sendiri. Dan seorang kakak tak mungkin menolak permintaan adik perempuannya yang manis.

Donghae menggeleng tanpa ampun. “Yoona sudah menyiapkan pasangan bagimu. Dia bilang padaku kau akan suka dengannya.” Siwon menggerutu di tempatnya saat Donghae melanjutkan. “Lagipula Yoona memiliki ide konyol bahwa kau harus berhenti menjadi kutu loncat dari satu wanita ke wanita lain. Kau butuh tempat untuk tinggal, hati untuk kau cintai.”

Siwon terdiam sejenak, memikirkan hatinya yang sempat dia yakini akan menetap di masa lalu, tapi dia salah. Tempat yang dia kira adalah rumah hatinya telah pergi menghianatinya bersama lelaki lain dan meninggalkan kehancuran hatinya mendingin diterpa badai kebencian. “Bilang pada Yoona, aku akan ikut dalam hal ini, hanya untuk menunjukkan pada ‘adik kecilku’ itu bahwa aku tak bisa dihentikan. Kutu loncat sepertiku akan tetap menjadi kutu loncat seumur hidupnya.”

Donghae memandang iba pada sahabatnya yang menyimpan luka di hatinya itu. Dia dulu juga sama seperti Siwon, sampai dua tahun lalu dia bertemu Yoona, orang yang mengobati sakit hatinya. Dia berdoa agar sahabat yang Yoona ceritakan padanya mampu menjadi obat dari sakit hati Siwon selama ini.

***************

Sooyoung sedang menonton ulang series Grey’s Anatomy saat teleponnya berdering. Dia hanya melirik lemah ke arah telepon yang menjerit itu dan memutuskan untuk mengabaikannya. Sooyoung menyendok sereal hambar yang ada dimangkuknya dan memutuskan untuk membuang sisanya.

Bip Bip Bip

“Halo, ini Choi Sooyoung. Saat ini aku sedang tidak ada di rumah, silahkan tinggalkan pesan Anda.”

Suara mesin penjawab telepon bergema di dinding apartemen Sooyoung saat dia beranjak ke dapur untuk mengambil segelas air putih.

“Hai, Soo. Ini Yoona.”

Sooyoung mematung, mencoba mendengar suara Yoona yang terekam di mesin penjawab.

“Aku tahu kau ada di rumah, tetapi masih cukup malas untuk menemuiku….” Ada jeda untuk beberapa saat. ” Baik, aku akui bahwa tadi siang aku keterlaluan. Aku tak memenuhi janjiku untuk tak menyinggung Changmin.”

“Kau pasti akan melakukan yang sama jika kau ada dalam posisiku. Kau pasti tak akan tahan jika melihatku menikmati kepedihanku, alih-alih menghadapi hidup. Aku hanya ingin kau tahu, Soo. Aku akan selalu ada disini untukmu. Jika kau membutuhkan punggung untuk bersandar, gunakan punggungku sesukamu. GE-RA-TIS!”

Sooyoung terkekeh.

“Aku tahu kau pasti sedang tertawa saat ini.”

Sooyoung mendesah lirih.

” Jujur, saat aku ingin menemui siang tadi aku ingin membicarakan hal lain. Tapi saat melihat penampilanmu aku menjadi marah pada diriku sendiri, karena aku merasa tak berguna sebagai seorang kawan. Karena seolah aku membiarkan lukamu itu menyakitimu lebih lagi….” Terdengar jeda lagi. Sooyoung bisa mendengar suara gemerisik dan helaan napas Yoona disusul suara buk pelan terdengar begitu nyata. Sooyoung memandang ke arah telepon lalu pintu apartemennya. “Terlebih lagi, kau pasti tak ingin dilupakan oleh orang di sekitarmu. Aku tahu jauh dalam hatimu kau tak benar-benar ingin ditinggalkan sendiri. Kau pasti ingin orang-orang menasehatimu, menemanimu, mengajakmu bercanda. Karena aku sudah mengenalmu selama sembilan tahun terakhir untuk bisa berpaling dari panggilan hatimu yang menangis, Soo. Aku menyayangimu…. Aku tahu kau ingin bebas, ingin dibiarkan sendiri, tapi aku lebih tahu bahwa kau tak benar-benar ingin bebas, kau tak benar-benar ingin ditinggal sendiri dengan series Grey’s Anathomy yang sudah kau tonton ratusan kali itu..”

Air mata Sooyoung menetes mendengar ucapan Yoona. Dia telah berbuat jahat dengan menolak kasih Yoona yang begitu tulus. Dia telah berbuat jahat karena memandang cinta Yoona sebelah mata, mengira bahwa gadis itu tak akan mampu mengerti dirinya, menjauh darinya….

Sooyoung meraih gagang telepon dan menjawab Yoona dengan suara terisak. “Kau keras kepala sekali, ya?”

Yoona terkekeh, terasa begitu dekat. “Aku tahu kau ada di rumah, sekarang buka pintunya. Aku sudah hampir pegal berdiri di depan apartemenmu.”

Sooyoung tertawa pelan, suara buk yang didengar begitu nyata tadi pasti suara Yoona yang menyandarkan punggungnya di pintu apartemennya. ” Kau…” Ujar Sooyoung saat melihat Yoona meringis dihadapannya sementara matanya berkaca-kaca.

“Aku.” Jawabnya sebelum memeluk Sooyoung dengan erat.

****************

Two Days Latter….

“Apa?” Pekik Yoona yang hampir saja kehilangan kendali SUV yang dikemudikannya. “Sial kau, Fanny. Kenapa kau putus disaat seperti ini?!”

Sooyoung melirik Yoona yang sedang menggerutu dengan penelepon di ponselnya. Entah bagaimana Yoona berhasil membujuk Sooyoung untuk ikut dalam ‘reuni’ ini. Sooyoung sudah menolak sekuat tenaga, tapi tak ada satu orangpun yang mampu menolak Yoona.

Sooyoung membutuhkan udara baru, suasana baru untuk menenangkan pikirannya, untuk sejenak menanggalkan kepedihannya dan mengijinkan dirinya untuk tertawa. Saat mendengar acara ini adalah acara untuk pasangan, Sooyoung menolak dengan keras. Tapi Yoona dengan cerdik membalik keadaan seolah Sooyoung menjadi pendosa jika tak datang. ” Tega. Tega. Apa kau ingin merusak suasana dengan membiarkan teman tunanganku tak memiliki pasangan. Dia pasti seperti anjing bodoh karena menjadi satu-satunya orang yang tak memiliki pasangan disana.” Sooyoung mendesah saat mengingat rengekan Yoona. Dia tak pernah meminta ‘teman Donghae’ untuk ikut dalam reuni berpasangan ini, kenapa dia harus ikut bertanggung jawab atas kemalangan yang mungkin diderita pria itu karena menjadi seorang single diantara pasangan yang lain. Seharusnya ‘teman Donghae’ itu tak ikut serta dalam reuni ini jika dia tak memenuhi syarat yang harus dipenuhi, ‘BERPASANGAN’.

“SIAL!” Umpat Yoona seraya melempar ponselnya ke atas dasbor.

“Ada apa?”

Yoona melirik Sooyoung seraya membelokkan SUV ke arah jalan berkerikil yang diapit pepohonan hijau. “Fanny putus dengan Yunho. Sial, dia akan datang sendiri.”

Sooyoung mengernyit tak mengerti dengan ucapan Yoona. “Apa masalahnya?” tanya Sooyoung karena Fanny bukan kawan dekatnya.

Yoona menggumam lirih. “Dia terkenal dengan sebutan couple curse. Kau pasti pernah punya teman yang kau benci, bukan? Nah, Fanny adalah tipe orang yang sangat pantas dibenci sebagai teman karena dia selalu menikmati merusak hubungan orang. Kami sudah lega saat akhirnya Fanny bertemu Yunho. Kami berfikir Yunho adalah orang yang mampu mengatasi sifat Fanny yang yuck itu. Tapi, kutukan datang. Aku rasa Fanny tak seharusnya datang jika dia sendiri. Dia harusnya tetap duduk manis di rumah jika tak datang tanpa Yunho.”

“Apa kau takut dia merusak hubungan salah satu dari kalian?”

Yoona melirik Sooyoung. “Hubungan kalian? Kau tahu kan kalian itu termasuk hubunganmu dengan ‘teman Donghae’.”

“Yong, aku tak keberatan jika aku mengalah dan mengambil bus awal untuk kembali ke rumah. Mungkin dengan ketiadaanku Fanny bisa menjadi penggantiku untuk menjadi pasangan teman Donghae.” Baik. Sooyoung mulai tak nyaman dengan sebutan teman Donghae. Teman Donghae harusnya punya nama.

“TIDAK. TIDAK BISA.” Ujar Yoona dengan suara meninggi. “Biarkan saja Fanny menghancurkan hubungan yang sudah ada, asal kau dan teman Donghae bisa bersama.”

Sooyoung mengeryit ke arah Yoona. ” Siapa sebenarnya ‘teman Donghae’ ini, Yong?’

Yoona terlihat ragu sejenak. Dia menginjak rem SUV-nya karena mereka sudah sampai di pondok berburu tempat acara itu berlangsung. Yoona menghela napas dia akan menjawab saat Sooyoung menangkap sosok yang sangat familiar keluar dari Jeep Rover berwarna biru metalik. “Choi Siwon…” Bisik Sooyoung saat tatapan mereka bertemu. “Teman Donghae adalah Choi Siwon?” ulang Sooyoung seraya membelalakkan matanya ke arah Yoona. “Sial, kau Yong!”

***************

-TBC-

Advertisements

61 thoughts on “[TWOSHOOT][FF] Hiding My Heart – One –

  1. keren….
    meski belum sepenuhnya tahu ada masalah apa sebenarnya dengan pernikahan soo n changmin oppa. dan kenapa bisa soo end siwon oppa bisa berakhir dengan buruk begitu,….
    lanjut///////////:):):):):):)

    • Annyeong annyeong annyeoooong, chingu kamu yang minta e-book novel saya bukan? hehehhe

      makasiiiiih

      Ya memang sih kalo di kasih tahu di depan kurang berasa lezatnya kan hehehe, makasih udah sempetin baca dan komentar ya chingu 🙂

  2. daebak ^^
    makin lama makin tambah keren aja ff nya adaya dan makin nambah penasaran juga
    keep fighting eon 🙂
    ditunggu kelanjutannya ><

    • Wiera, itu nama asli kah chingu,, berasa nama namja heheheh,

      Makasssssiiiiiiiiiihhhh semangat dan pujiannya dan karena sudah sempet baca daaan mampiiir, aduh pasti deh, semoga nanti malem udah kelar nih live act nya, ini juga lagi kumpulin data eehhe, makasihhh yaaaa

  3. yang bikin penasaran skrg kenapa changmin sama soo cerai…
    yoona pinter bgt ngebujuk soo biar ikut kwkwkwk…
    wah jgn sampai fany bikin kacau hubungan soowon…..
    cerita kak adaya selalu keren^^
    kok polling nya nggak bisa?
    aku polling lewat comment aja yaaa..
    aku pilh PQTME yang di post

    • KANIAAAAAA,,,,,
      Hehehhe memang kok itu tumpuan ceritanya, heheh, walau couple Sowoon tapi kan belum tentu hidup mereka cuman diisi kenangan manis berdua saja, jika ada yang menorehkan luka, pasti ada yang menyembuhkan, hehehhe, itu sih temanya,

      Makasiiih makasihh, aduh pujian pujian itu membuat saya semangat nih , heheh

      Loh bisa kok, ok PQTME ya, siiip catet,

      Makasih udah mampirrrrr

  4. kereeen unnie…
    jadi pnsaran knp soo unnie bsa nikah sma ming oppa??

    trus gmne kisah siwon oppa sma soo unnie dulu??
    aq suka panggilan siwon oppa ke soo unnie “Gadis Musim Panas” seorang gadis yang mampu menebarkan keceriaan n kehangatan layaknya musim panas,, heheh..

    unniee,,, lnjutannya jngan lma2 yah.. kngen tulisan mu.. heheh.. 🙂

    • HEHHEHEHEH ya memang saya ambil gadis musim panas ada dua alasan, karena maknanya, dan karena ost yang akan ada di chap 2 ada hubunganya dengan MUSIM PANAS heheheh,

      Maaf baru bales semua comment kamu yaaaaa ditha, aku soalnya miskin pulsa, giliran ada ehhh minjem pula, hehehhe,

      Kenapa oh kenapa chamin dan soo bisa nikah, ini nih yang bikin bingung saya juga, ehhehe, tapi akhirnya setelah tapa nemu alesannyaaaa hohohoho

      yup yup yup, aduh jadi merah nih pipi karena ada yang bilang kangen sama tulisan saya yang alay, heheh makasiiihhhhh

  5. Uh adaya pasti deh kalo bikin ff bikin langsung penasaran dipart awal soalnya kayak munculin potongan potongan masa lalu dari soowon dan keadaan mereka sekarang yg bisa dibilang beda sama dulunya.. Terus tiba2 si tbc dateng pas waktu2 yg engga enak… jadi penasaran kan iniiiih

    • kkekkekekekkekekek aduh seneng bisa bikin sebel pembaca #plak, hehehe

      Yup yup bethul bethul saya suka deh gitu gitu, walau style sama tema sama pasti dah nanti story lineya beda, heheh,

      Masalah TBC sih sengaja banget emang #plak lagi

      semoga aja reasonnya Soo gak bakal buat kecewa,

      Makasih udah mmmammmpiiiirr yaaa 😉

  6. Knp sih tbc selalu datang disaat yg gak tepat ih…sebel….digantung
    bagus ceritanya.eh iya yoona tuh pada dasarnya tau gak sih soo&siwon dulu punya hub?
    pokoknya lega denger pemberitahuan klo smua ffnya mau di tamatin soalnya bikin penasaran banget ff2 adaya.
    oia bujuk dong author nadia buat ngelanjutin DTTD.

    • Hai dewdew, lah itu kan satu paket dari ciri khas saya, hehhe, yang selalu tbc di saat yang GANTUNG hohohohohohohohoh

      Hehhehe itu bener tapi gak di SAC, pokoknya after AIH aku tetep hiatus dari SAC, tapi ff tetep lanjut sampai end, entah lewat apa dah, milist atau apa nanti dipikir hehehhe

      Wahh dibujuk sih dibujuk tapi dia lagi sibuk sekali skripsi, saya menghormati keputusan dia, dan doakan aja dia lancar skripsiannya hehhehe,

      makasih ya dew dew udah mampir selaluuuuuu

    • ALLOW MARRRRRYYYYY ,

      AKHIRNYA AKU BISA BALES BALES KOMENT LAGI
      “melengos sekseh”

      Hehehhehe ya dong karakterku kan harus khas khas #eahh smobong hahahah

      Hemmmm mungkin mungkin,

      hhehhehehe makasih merrr merrr udah mampirr selaloh yea

    • hehhehehehhe sebenernya saya mau bikin simple aja gitu tapi kok gak enak jadi muncul fanny, bagi siapapun penggemar fanny maaaaf ya hehehhehe,
      siiiip siiip
      makasih udah mampirrrr TITA 🙂

  7. Kak adaya ..
    Jngan shock yaw Liet aq comment ..
    SoaL.a Like gg mncuL nie ,, jdi aq gg isa Like ..
    Nie FF sring bnget ngumpat yaw ??
    Dan ,, oh tidak ..
    Tiffany pnyandang geLar prusak hubungan org ??
    Aq gg tau ap yg bkaL trjadi nnti.a ..
    Pie aq gg mau Liet Siwon oppa bLas dndam dg mndekati Tiffany d dpan Sooyoung eonni ..
    Shit .. #ikutngumpat
    aq gg pngen ad prpisahan yg k 2 kaLi.a utk SooWon d nie FF .. #ngrajuk
    aq suka karakter.a yoona ,, krna it aq bnget .. #pLak
    kak ,, AIH qu tnggu scepat.a yaw ..
    TinggaL 1 chap aja kan ??
    Cepet yaw !! #meLasface

    • Allow saeng 🙂
      Gak kok, aku malah seneng heheheh
      Ohhh ini gak seberapa, tunggu saja chap 2 buanyak umpatanya hahahahah
      Heheheheh suka suka saya dong, aku makin di minta makin suka jahil, ahhh endingnya pisah ahhh ahhaha
      ok sipp catet AIH
      Makasih ya udah mampirrrr 🙂

  8. tadi kirain mau update AIH ternyata ff baru ~

    oke oke. itu typo eon. yg bener Yoong bukan Yong 🙂
    trus SooWon loh bukan SooWoon 🙂

    mm, saia mencium bau bau tidak enak dari tiffany. pasti dia di sini nyebelin deh ==
    dan kenapa kenapa kenapa harus Changmin-ku sayang yg harus jadi suami Soo yang KDRT yah ?? ia kan ia kan? masak minnie KDRT seh. jahatnya ~
    –”

    oho, ia ia. si eonnie pamer kebolehannya dalam ilmu ngebor mengebor minyak yak?? heheh

    janjinya harus ditepatin loh eon menamatkan SEMUA ffnya 😀
    AIH itu uda ampe ditenggorakan lagi itu nyawanya. uda penasaran TO THE MAX ~

    mm apa yah? mau komen apa lagi ini?
    oke lah, segini aja deh eonnie yah pai :))

    • wkwkwkkwkwk aku ngakak baca komentarmu wik, yoii yoii aku perbaiki Tayponya hohohoho,,,

      Fanny lagi lagi Fanny, entah kalo aku ada mood aku buat nyebelin kalo gak mah aku buat selingan aja hahahah
      YEEEEEE minjem nama doang, iya enggaknya sih gak sesimple KDRT, masuk sih dalam itu tapi ada lagi hehhehe
      hahahha pamer katamu, kagak saeng ini mah bagian dari cerita aku dah sumpek bangt mau kasih kerjaan Siwon akhirnya deh jadi tukang Bor kayak uut pedangdut itu hahahahah

      Sip AIH ya, ya nih aku lanjutkan tapi kalo AIH aku upload artinya GOODBYE Di SAC

      • kenapa setiap komen aku bikin org ngakak?
        ==
        #nelensabun

        lebih parah dari KDRT eon?
        penasaran ~
        cadas banget yak kea #mikir

        wahai ntar siwon ngalahi mbak uut yak xP
        wks

        GOODBYE SAC??
        ANDWAE !
        please dont eonnie ~
        ntar saia mao baca ff siapa lagi ene?? 😥

      • Lo bagus dong saeng, artinya kamu bisa membahagiakan orang di sekitarmu heheheheh, entahkenapa saya mikir kamu itu cerdas tapi masih polosss sekali, entah loh ya, hhahahahahah #nambah sabun buat ditelen tiwik

        Bukan lebih parah sih wik, hanya bagian dari KDRT aja kok, ada namanya maksudku KDRT kan banyak verbal abuse, matrial violence, dan matrial sex etc etc hehehhe, nanti jenis apa changmin ini ada hubungan sama Siwon dan Soo yang dulu gak jadi bersatu,

        LOH Kan banyak yang thu update FF pengarang kan gak aku aja, Nidya masih hiatus karena skripsi, aku juga mau skripsi nih heheheh, sibuk sibuknya tugas besar, jadi cari orang nih, kamu aja gmn jadi SAC author baru hehehe

        Aku tunggu juga FF kamu yang baru itu yang my body is not mine ya?

        Loh kan pokoknya saya janji, selama AIH belom END saya bisa berkreasi di SAC, tapi kalo dah END ya bye, mau pindah jalur ke west FF ini hehehe

      • cerdas tapi masih polosss sekali??
        eon org kedua yg bilang saia polos setelah Bila –‘
        saia polos yg kea gimana sih sebenernya?? bingung ~
        mm tapi makasi loh uda dibilang cerdas 🙂
        hehe

        oho, apapun jenisnya saia tunggu pokoke part endnya 😀

        duh engga tau kenapa saia jarang daper feel dari AU laen eon kecuali adaya eonni ama nidya eon. mm ada sih beberapa AU yg laen cuma jarang ngepost ff kea eon bedua ~

        semangat ajah yak unk eon berdua yg lagi berjuang ama skripsinya ^^

        jadi AU di SAC??
        insa Allah dah x)
        hehe

        judulnya my body isn’t your eonnie ==

        saia ngebet pengen posting AIH. tapi kalo akhirnya AIH akan membuat kita smeua kurang asupan ff dari eon lebi baik pending aja eon AIHnya.

        west ff?
        bole dah. saia suka semuanya 😀
        hoho

  9. wow….
    ada fanny disini..
    Sudah saya duga.. Itu kenapa soo nikah sama changmin? Kenapa ngga sama siwon thor? Trus kenapa melody of summer night bukan soowon? Kenapa thorr.. Huhu.. Oke deh thor saya mah pasrah2 saja..

    • anyyeongggggg aduh saya rindu kau chingu walau tak tahu namamu welliknow cukup hehehhe. Apa yang sudah chingu duga?
      Melodynya jadi Kyuyoung Chingu :P, ini dari request orang banyak hehehhehe ,

      makasih ya dah selalu mampirrr

  10. Eonni… aku telat baca ffmu 😦
    Eoni kenapa banyak sekali ff mu? but no problem, ff eoni keren-keren 🙂
    Eon tanggung jawab, habis baca ffmu ini banyak sekali pertanyaan di kepalaku..
    ditunggu lanjutan ff lainnya eon yah 😀

  11. ÁŃŶĔŐŃĞ ĔŐŃŃĨ.. QĤÚ ŃÚŃĞĞÚ ŦŦ. ĶMÚ ŶĞ ĹÁMÁ” ĨŤ MÚŃĞĶĨŃ ŚÁMPĔ QĤÚ ŤÚÁ *ĹĔßÁŶ.. ŤP ĤÁŚĨĹ ŃŶÁ ŤŤP MĔMÚÁŚĶÁŃ . ĔŐŃŃ ßĹŐĞ ĔŐŃ ŃMÁ.Á ÁP??

  12. kayanya dah jadi ciri khas adaya bikin reader penasaran tingkat akuttt..tpi karna penasaran itu saya selalu nunggu kelanjutan s’mua ff adaya.
    saya ga sabar nunggu soowon momentnya, semoga mereka bisa bersama lagi. *selalu berharep happy end*heheheabaykan.

    di tunggu next chapternya.

  13. Maaf baru baca n comment skrg
    Heheeheehe

    Seprti biasa dipart 1 msh remang” g tau apa yg terjadi,?? q fkir Sooyoung mengalami yg namanya perjodohan dg Changmin entah karena apa??? #sokTau

    Ok itu hanya pemikiran sekilas ja begitu baca nie ff. Aku rsa kisah permusuhan yg didasari akan cinta akan berakhir bahagia #sebenernya q comment apa jg g ngerti bingung bilangnya (kaya teka-teki silang)

    Ditunggu part selanjutnya
    SEMANGAT

  14. hohohooo daebak daebaaaaaakkkkkkk…. aduh itu soo jadi rombak penampilan gitu.. soowon nyau lagi dong ayoo wkwkwkwkw, next chapter ditunggu + autumn ih hampshire nya juga loh torrr 😦 udah aku vote nohhh

  15. dan mengapa eonni..
    Karakter cuyong selalu menyedhkan.
    Itu benar benar membuatku sedih T.T

    oh bencna dtang.!
    Tiffany pasti bkal gangguin soowon..
    Aish :/

    next part asap eon ^^

  16. dan mengapa eonni..
    Karakter cuyong selalu menyedhkan.
    Itu benar benar membuatku sedih T.T

    oh bencna dtang.!
    Tiffany pasti bkal gangguin soowon..
    Aish :/

    next part asap eonn ^^

  17. syoo kayanya penampilannya enggak bgt deh, *ngebyangin dr deskripsi tlisan kamu*hehe

    changmin type2 psycho ya..?syoo ampe penuh lebam gtu…*sok tau
    wah kayanya nanti fany bkal ngerecokin soowon ni,,
    aku lnjut bca ya,,
    udh ktinggalan jauh…

  18. mb panny jo jadi penghalang deh kesian soo-nya dah menderita lahir n batin
    mb panny sini kehumku aja tak aja pajamas parti berdua bakal tak masakin makanan yg gk da dikorea onde2 klepon lupis semua deh asal gk janj bakal ganggu moment soowon
    ckck ckck abangnya sadis ternyata cucok ma wajahnya yg kadang asem tapi ada manis gantengnya
    ayo bang hae yoona bujuk truss #semangat 45
    soo gk baek bunuh diri tuh aku aja walo diajak bang wonnie emoh
    maxi bikin gregetan ngapain lakuin itu amit2 jabang beibeh tendang max kepesantren byar sadar
    next chingu pi otaku dah ruwet lanjoot besok ajah yah bingung dewe nih mo baca yg mana dulu pusiiiing

  19. wah susah bayangin soo yang periang jadi penyendiri dan menghabiskan waktu nonton greys anatomy. awalnya saya kira yoona itu pacar siwon yang baru eh gak tahunya pacar donghae lega rasanya.

    siwon kerja di perminyakan ya haha sama saya juga kerja di perminyakan onnie (a…min…) keren banget siwon kerjanya di bagian marine

  20. FF ini bagus deh, penasaran sama masalah soo and siwon di masa lalu.
    moga aja fanny bukan pengganggu yang berarti
    cepet lanjut ya

  21. ada apa antara soo dan changmin?
    knp soo ma siwon bs pisah?
    moga d chap selanjutnya semua pertanyaan q bs terjawab. hehe
    nice story pokoknya

  22. haaaa kereeen
    Btw changmin emg nya kenapa thor?
    Duhduh si fanny jgn sampe ngehancurin hubungan wonppa sama sooeon
    lanjutannya mana thor:(

  23. Serius in FF keren bgt, bahasanya jga dalemmmm bgt, bkin emosi naik-turun.
    Lanjutannya jgn lama-lama.
    Keep write and hwaiting

  24. ….oke… ff yg so touch.in my heart… kereeeeennn…… ntahlah.. kata2nya terlalu bagus daan tersusun sangat menyentuh… authornya emang daebakkk.. thx udh bikin cerita yg sad romance.. ntah happy ending or sad ending… lanjuuut baca..

  25. Kenapa ada sakit-sakitnya di sini? 😂
    Kok aku merasa disindir hahaha. Btw ffnya keren dengan penulisan yang baku tapi tetap enak dibaca. Ini mau cus ke chapter selanjutnya 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s