[FF][Special] Pour Que Tu M’Aimes Encore – Special Chapter I –

Annyeong 😀

Adaya back, dengan Special Chapternya Pour Que Tu M’Aimes Encore ya :D, ini storynya SOOWON muda :p. NB : Pada chapter 2 A kemarin ada taypo soal tahun. Makasih buat Hyejong yang udah mengingatkan, flashbacknya mereka di chapter 2A harusnya tahun 2006 bukan 1996, ok makasih.

*==Happy Reading ==*

Pour Que Tu M’Aimes Encore (For You To Still Love Me)

Asking

Title                 : Pour Que Tu M’Aimes Encore Special Chapter

Author           : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon

Other Cast   : Choi Minho, Jung Jessica, Max Changmin, Suzy Miss A.

Type               : Chapter

Genre            : Romance, Friendship, Family 

Rating          : PG- 18 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This Story is adapted from Augush Rush Movie, Song for Julia Novel by Sheehan-Miles, Point of Retreat Novel by Colleen H. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

== Special Chapter ==

“Memories warm you up from the inside. But they also tear you apart.” 
― Haruki MurakamiKafka on the Shore

***************

Author POV-

Lexington, Virginia 2006

“I’ll let you go . I’ll let you fly . Why do I keep asking why . I’ll let you go. Now that I found. A way to keep somehow.  More than a broken vow…..”

Suara contralto Lara Fabian mengalun dari sebuah radio tua, memenuhi ruangan sederhana itu dengan denting piluh. Lagu itu seolah merayu pendengarnya untuk larut dalam kepedihan yang menyiksa, merasuk dalam jiwa, membuat napas pendengarnya terasa pendek karena sesak. Lagu itu perlahan menyusup dalam pikiran Sooyoung yang sedang terbaring lemas di atas dipan lembut yang terasa sejuk di kulitnya. Tubuhnya terasa perih dibeberapa bagian, terutama pada bagian pangkal pahanya. Dia tersentak lirih sebelum menyadari gerakan itu membuat perutnya mual. Sooyoung mencoba menarik napas ke dadanya yang sesak, tapi hal itu membuatnya semakin mual, dia terbatuk lirih. Tatapannya masih kabur untuk mengenali tempatnya saat ini. Sooyoung merasa ketakutan mencekam saat mengingat kejadian yang menimpanya sebelum kehilangan kesadaran. ” Siwon…Siwon….” Rancaunya perlahan, berharap lelaki itu muncul di hadapannya. Dia merindukan pelukan lelaki itu, senyum yang menguatkannya, dan impian yang mereka bangun. Lalu Sooyoung menangis saat mengingat surat yang ditulis lelaki itu untuknya. ” Siwonnnn….” Tangis Sooyoung dalam diam.

*****************

Lexington, Virginia 2004

“Summer Choi!”

Suara jeritan kesal itu membuat sang gadis penunggang kuda tertawa riang. Angin yang membuai rambut panjangnya membuat sosok langsing itu terlihat bagaikan putri dari negri tak bernama. Rambut coklat tebal sepinggang yang terikat dalam ikatan longgar itu berhasil lolos dan berkibar saat gadis itu menoleh ke arah sahabatnya yang tertinggal di belakang.

Sooyoung mengencangkan kakinya ke perut kudanya dan mengelus leher Brutus, kuda berburunya, dengan sentuhan lembut seraya membisikkan agar Brutus melaju semakin kencang. Sooyoung tertawa semakin lebar saat hembusan angin yang seolah ditiupkan oleh dewa kaum Nordik itu menimpa wajah tirusnya. “Kau payah, Sica.” Ejek Sooyoung seraya mengedipkan sebelah matanya pada sahabatnya yang merasa kesal karena kuda ras murninya tak mampu menandingi kecepatan Brutus.

“Sial kau Brutus.” Jerit Sica yang membuat Sooyoung meledak dalam tawa. “Tunggu aku!” Jerit Sica dengan nada memerintah.

Sooyoung menoleh pada sahabatnya sekali lagi sebelum mengencangkan tali kekang kuda tanpa pelana itu dan berderap semakin jauh meninggalkan Sica yang menggerutu di belakang. Sooyoung melaju semakin ke barat, menuju hutan pinus yang tumbuh subur di tanah keluarganya. Beberapa pekerja yang dikenalnya mengayunkan topi meraka turun untuk memberi salam padanya. Sooyoung mengangguk cepat tanpa memelankan laju kudanya. Dia berteriak riang dan bersenandung lagu balada berbahasa Prancis yang selalu didengarnya dari radio tua Mak Guaton, pelayan Sooyoung yang berasal dari negri Algeria.

Sooyoung masih merasakan kesenangan menunggangi Brutus saat melihat penunggang kuda yang sangat dikenalnya melaju ke arahnya dengan kecepatan penuh. Sooyoung tahu siapa lelaki itu karena sejak kepulanganya dari Mater Christi Collage sebulan lalu, lelaki itu tak henti-hentinya berusaha mendekati Sooyoung. Dia merasa sebal karena lelaki itu menggunakan hubungan persahabatan ayah mereka untuk mendapatkan Sooyoung. Dia tak senang dengan sikap lelaki itu yang seolah Sooyoung adalah miliknya. Sooyoung masih enam belas tahun dan hubungan seperti itu benar-benar mengekang kebebasannya, dia masih ingin berpetualang ke semua tempat yang selalu ditandainya dalam peta di kamar asramanya di Christi Collage, dia masih ingin mengenal semua orang dari penjuru dunia, belajar budaya dan bahasa mereka, dia menginginkan jatuh cinta, dan bukan pemaksaan perasaan yang selalu dilakukan oleh pria yang melaju ke arahnya.

“Changmin.” Ujar Sooyoung lebih untuk menandakan kebosanannya bertemu lelaki itu. Sooyoung mengekang Brutus agar diam. Sooyoung tertawa sinis saat menyadari kegelisahan Brutus yang berdekatan dengan kuda Arab milik Changmin. Kuda yang suka mendominasi dengan kekerasan dan sikap tak sopan. Sama seperti penunggangnya.

Changmin memincingkan sebelah alisnya saat menyadari nada kesal dalam suara Sooyoung. “Aku kira kau sudah berjanji untuk menghabiskan pagi ini berkuda bersamaku. Aku mencarimu ke istal hari ini dan menyadari Brutus dan dirimu sudah melaju jauh. Apa kau sengaja menipuku Choi Sooyoung?”

Tubuh Sooyoung menegang saat mendengar nada mengancam dari suara Changmin. Lelaki itu bisa melakukan apapun yang dia mau, dia bukan lelaki yang sabaran, dan cenderung melihat sesuatu dari sisi menguntungkan dan dirugikan. Sooyoung merasa kesal dengan nada memerintah dalam suara pria itu. Berjanji?. Sooyoung tak pernah menyetujui apapun dengan Changmin, lelaki itu hanya mengambil kesimpulan sepihak dengan memaksakan kehendaknya. Sooyoung sengaja meninggalkan istal lebih pagi hanya untuk menghindari bertatap muka dengan Changmin. “Menipu? Oh, jadi sekarang aku penipu!” cemooh Sooyoung dengan nada dingin. Demi Tuhan, dia bukan wanita dingin sampai dia bertemu Changmin. “Aku tak menjanjikan apapun padamu, Max. Jadi aku harap kau menyingkir dari hadapanku, karena selain menghalangi jalanku, kuda Arab sialmu itu membuat Brutus gelisah.” Geram Sooyoung dengan nada sedatar mungkin.

Changmin menggerutu saat menyadari makna ganda dalam ucapan Sooyoung. Changmin tak suka dilawan, dia tak suka kekalahan, terutama dari gadis yang ingin dijadika istri olehnya. “Kau harus terbiasa mulai saat ini, Soo. Ayah kita sudah mengatur perjodohan kita jauh hari. Dan jika aku menginginkanmu hari ini maka aku akan mendapatkanmu saat ini juga. Jadi, biasakan dirimu, ucapanku adalah keinginanmu.”

Sooyoung tercengang dengan ucapan Changmin yang tak tahu malu, dia akan menjawab tapi Changmin memotong ucapannya dengan kasar. ” Malam ini ada acara tahunan penduduk Lexington di kaki bukit, aku ingin kau datang sebagai pasanganku. Aku akan menjemputmu pukul 8 malam tepat. Bersiaplah, aku tak suka menunggu.”

Sooyoung mengumpat lirih karena Changmin tak mau mendengar penolakannya dengan melaju pergi meninggalkan Sooyoung sendiri. Tepat saat itu Sica yang tadi tertinggal jauh berhasil menyusul Sooyoung. “Apa yang terjadi?” ujar Sica saat menyadari kekesalan pada wajah Sooyoung. “Aku melihat Max dari kejauhan. Apa dia marah karena kau meninggalkannya?”

Sooyoung bergeming, dia tak menghiraukan pertanyaan Sica, dalam pikiranya terbesit pembalasan dari sikap Changmin yang menjengkelkan. “Lelaki menjengkelkan itu harus tahu siapa aku.” Gumam Sooyoung yang tak mendengarkan pertanyaan Sica. Malam ini Max harus merasakan sekali lagi bagaimana rasanya ‘dilawan’.

*******************

“Summer Choi.”

Semua kepala menoleh pada Minho saat lelaki itu memberitahu kawan-kawannya yang penasaran dengan sosok cantik yang menunggangi Brutus dengan ahli. ” Dia anak Tuan Choi yang baru lulus dari Mater Christi Collage. Kita tak pernah melihatnya karena dia sudah masuk ke sekolah berasrama itu sebelum kita dipekerjakan oleh Tuan Choi.”

Minho tersenyum saat melihat tatapan Siwon yang tak pernah lepas dari Sooyoung. Siwon bukan jenis lelaki yang mengagumi wanita secara terang-terangan. Sepupunya itu terbiasa dikejar wanita, bukan sebaliknya. Dia tak pernah menatap wajah wanita dengan begitu intens selama ini, karena Minho tahu, Siwon selalu menganggap sama semua makhluk yang disebut wanita. Gemuk, kurus, tinggi, pendek, hitam, putih, dan apapun kebangsaan mereka, bagi Siwon, wanita hanyalah wanita. Minho tertarik dengan rasa ingin tahu Siwon yang dilayangkan secara diam-diam pada anak majikan mereka. Sooyoung memang wanita yang menarik, dia seperti kembang yang sedang dalam masa indahnya. Jenis wanita yang penuh semangat dan aura kehidupan. Siwon sudah mengamati gadis itu sejak pertama kali mencuri pandang di ruang musik keluarga Choi, saat Sooyoung menghadiri kelas pianonya dengan guru pribadinya. Dan Minho bisa merasakan ketertarikan Siwon saat ini, mata Siwon mengamati detail Sooyoung seolah menangkap tiap gambar wanita itu dalam ingatannya. Dia mengamati wanita itu dan sesekali mengejutkan Minho saat dia tersenyum kecil ketika melihat Sooyoung mengejek Sica yang tak berhasil mengejar ketinggalannya.

Walau tak lebih vokal dibanding kerumunan pekerja yang ingin tahu, Minho yakin bahwa Siwon ingin tahu tentang gadis itu melebihi semua lelaki yang terlihat antusias saat Sooyoung dan Sica menuntun kuda mereka ke arah Siwon dan kawan-kawannya.

Siwon menegakkan punggungnya saat menyadari Sooyoung melaju ke arahnya. Gadis itu terlihat kesal saat berbicara dengan sahabatnya. Siwon menunggu dengan sabar saat gadis itu berjarak semakin dekat dengannya. Para pekerja yang lain sudah berbisik-bisik dan mengagumi sosok Sooyoung yang begitu luar biasa.

“Terimakasih.” Ujar Sooyoung sekenanya saat menyerahkan tali kekang Brutus ke Siwon. Tanpa sadar kulit jemari mereka bersentuhan. Sooyoung tak menyadari saat Siwon menggengam jemarinya lebih lama, merasakan lembut kulit wanita itu di kulitnya sendiri. Siwon tersenyum karena Sooyoung tak melihat ke arahnya dan langsung berlalu menuju rumah utama.

“Sama-sama.” Jawab Siwon saat Sooyoung sudah jauh dari jarak dengarnya. Lelaki itu melihat ke arah telapak tangan dan mencium samar aroma manis Sooyoung di jemarinya. Siwon tersadar dari kebodohan saat mendengar semua kawannya meledak dalam tawa dan mengoloknya.

“Hei, Bung. Kau tahu apa kata orang Denmark tentang seorang Putri?”

“Bahwa mereka selalu mencari Pangeran berkuda putih. Dan kau bukan pangeran, Bung.” Timpal yang lain diiringi ledakan tawa.

Siwon tahu sahabatnya hanya bercanda. Tapi kenyataan itu memang benar. Siwon dan Sooyoung bukan dari kelas sosial yang sama. Siwon hanya bisa memandang wanita itu dari kejauhan, memperlakukan wanita itu sebagai majikan, bukan teman, bukan kawan, dan bukan sebagai seorang wanita. “Diam sial.” Timpal Siwon dengan nada santai seraya tersenyum lirih.

“Dan siapapun bisa menjadi pangeran hanya dengan pakaian bagus dan kuda bewarna putih, walau segalanya pinjaman. Jangan hiraukan mereka, kau tahu ada yang lebih berharga dibanding tampang dan harta. Kau memiliki kekuatan untuk mencintai dengan tulus, Sepupu.” Ujar Minho seraya menepuk punggung Siwon.

Siwon terkekeh pada Minho sebelum menjawab. “Mencintai? Jalanku masih jauh, Choi Minho. Apa yang kuinginkan saat ini adalah namanya. Nama yang terucap dari mulutnya.”

******************

Siwon sedang berdiri mambasuh mukanya di kran air yang terletak berdekatan dengan taman bunga rumah utama keluarga Choi, saat mendengar suara sumbang piano dari ruang musik keluarga Choi. Sebelah alis Siwon terangkat saat mendengar suara nyaring yang mengiringi lantunan nada berantakan itu. Siwon melangkah menyusuri bunga Penelope dan Glory Morning yang tumbuh subur di taman itu untuk mengintip ke jendela kaca bergaya Georgia dihadapannya.

Siwon seketika tertawa saat melihat ulah Sooyoung yang hampir membuat guru pianonya meledak marah. Minerva Jenner, bukan dikenal karena kesabarannya, perawan tua yang mengabdikan dirinya sebagai guru etika itu bisa membunuh dengan tatapannya. Tapi Sooyoung yang sedang bernyanyi sumbang dan meninggikan nada-nada yang tak perlu membuat lagu menyindir tentang perawan tua kaku seperti Minerva. Siwon ragu apa yang menahan Minerva untuk tidak memakan Sooyoung dengan omelannya alih-alih berdiri tegak dengan muka tertekuk muram. “Cukup, Miss! Hari ini cukup sampai di sini.” Ujar Minerva sebelum keluar dari ruang itu, meninggalkan Sooyoung yang terkikik geli.

Siwon menahan dirinya untuk tidak melompati jendela itu dan menuju Sooyoung yang sedang berbicara pada dirinya sendiri. Siwon terus mengamati Sooyoung dan melihat gadis itu tersentak kaget saat ibunya masuk dengan wajah datar. Siwon merasa wajah gadis itu menjadi kaku dan dingin seketika saat ayahnya ikut masuk dan membawa orang yang paling dibenci Siwon bersamanya.

Max Changmin dengan wajah penjilatnya sedang mengucapkan sesuatu yang membuat Sooyoung menggigit bibir bawahnya dengan keras. Gadis itu meletakkan tangannya bertumpu dengan kesopanan yang berlebih di atas pahanya, punggungnya tegak, dan bibirnya tersenyum dengan ganjil, jenis senyum terlatih dan dingin.

Siwon merasa getaran aneh saat melihat tangan Changmin menyentuh pundak Sooyoung dan mengatakan sesuatu yang membuat kedua orangtua Sooyoung tertawa puas. Dilain pihak Siwon bisa merasakan kekesalan Sooyoung yang terlihat dari sikap kakunya. Gadis itu seperti seorang putri yang memiliki kecerian dan semangat yang tak pada tempatnya. Siwon ingin tahu seperti apa sebenarnya wanita itu, seperti apa sebenarnya Summer Choi yang selalu dia kagumi secara diam-diam itu.

******************************

“Kau gila!” jerit Jessica untuk kesekian kalinya. “Kau sudah membahayakan nyawaku lebih dari yang bisa aku tanggung, Summer Choi. Changmin akan membunuhku jika dia tahu aku membantumu melakukan ini.” Gerutu Sica dengan wajah pucat karena goncangan yang ditimbulkan motor beroda tiga yang dikendarai Mak Guanto untuk membawa mereka ke pesta rakyat di kaki bukit.

Sooyoung tersenyum lebar karena berhasil membujuk Sica untuk membantunya kabur. Sooyoung ingin pergi ke pesta itu, tapi tidak dengan Changmin. Dia merasa sedikit bersalah karena tahu perbuatannya akan berdampak buruk bagi keluarga Jessica.

Dia membenci keluarga Max. Tapi keluarganya sendiri juga sama buruknya dengan mereka. Ayahnya melakukan pekerjaan kotor dengan memperkerjakan para imigran gelap dari berbagai belahan dunia dengan gaji rendah. Lelaki itu mengancam dengan keterbatasan mereka untuk mencari kehidupan layak di dataran impian seperti Amerika. Sooyoung merasa jijik dengan semua itu, tapi baju mewah, fasilitas nyaman, dan makanan enak yang selalu dinikmatinya adalah hasil kerja kotor yang dibencinya. Sooyoung merasa jijik dengan darah yang mengalir di tubuhnya, tapi dia juga mengerti keadaan Sica yang sama dengan dirinya. Dia tak mampu melawan kehidupan yang sudah mengakar. Sebagai kelompok pekerja, Jessica diberi kewenangan lebih untuk berteman dengan Sooyoung, mengingat sedikitnya populasi wanita beradab di Lexington. Kebanyakan dari mereka hanya imigran gelap dari Mexico. Tapi, sejak tahun 2002 banyak imigran dari Iran, Turki, dan Kuwait yang mulai menjelajah Lexington untuk mencari kehidupan yang lebih layak, mengingat negara-negara itu sedang mengalami krisis dibeberapa bidang, seperti invasi perang dan lainnya. Ayah Sica adalah satu dari banyak imigran berkebangsaan Korea yang berhasil bertahan di dataran Amerika. Karena bukan sepenuhnya penduduk murni berkebangsaan Amerika, Sooyoung  juga sering mendapat perlakuan tak adil dari penduduk asli. Tapi, sejak menjalin hubungan dengan keluarga Max, ayahnya akhirnya memiliki kedudukan sosial tinggi yang mampu membuat Sooyoung mendapatkan segalanya, termasuk kehormatan yang kadang membuatnya jengah.

“Aku akan menanggung segalanya. Kau tenang saja.” Jawab Sooyoung akhirnya. Dalam hatinya hasrat untuk bebas dan memilih hidupnya sendiri sedang berkobar. Dia ingin mengetahui rasa hidup, jatuh cinta dengan lelaki yang dia pilih dengan hatinya. Entah apa yang mendorongnya untuk meninggalkan Changmin sekali lagi, tapi Sooyoung tahu bagaimana reaksi Changmin saat mengetahui Sooyoung tak menunggu jemputanya untuk pergi ke kaki bukit. Lelaki itu harus tahu bahwa kekuatan uangnya tak mampu membeli cinta Sooyoung. Dia yakin dengan hatinya, bahwa saat ini hidup sedang menuntunnya ke sesuatu yang istimewa, jauh dari kehidupan datarnya. Dia yakin langkahnya kali ini akan mempertemukannya dengan seseorang yang akan merubah hidupnya.

************************

“Kau pulang?”

Siwon berbalik dari kegiatanya saat melihat adiknya berdiri di pintu kamarnya. Suzy terlihat sepucat bisanya, dia bukan gadis sehat seperti kawannya yang lain. Dia masih berusia empat belas tahun, tahun ini, tapi tubuhnya begitu kurus dan kulitnya sepucat hantu. Siwon menatap lembut ke arah adiknya sebelum merentangkan tangannya agar Suzy mendekat ke arahnya.

“Ya, Sayang. Apa ibu sudah tidur?” ujar Siwon seraya mencium ujung kening Suzy yang terasa dingin. Siwon mengamati adiknya yang masih menderita sisa-sisa trauma karena menyaksikan kematian ayahnya di Kuwait empat tahun lalu. Sebagai warga sipil berkebangsaan Korea, ayah mereka adalah Profesor pertambangan yang dipekerjakan di salah satu ladang minyak di Kuwait. Suzy masih berusia sembilan tahun saat invasi Iran ke Arab Saudi dan Kuwait dilancarkan. Gulf war telah mengambil segala yang dimiliki Siwon, termasuk ayah mereka. Siwon, Suzy, dan Ibunya berhasil diamankan, tapi karena kematian ayahnya, segalanya menjadi sulit bagi mereka. Suasana mencekam perang, kekurangan air bersih, dan makanan layak, membuat banyak orang berimigrasi dengan cara gila yang tak pernah dipikirkan. Siwon dan keluarganya menjadi salah satu dari mereka, menaiki kapal perang sekutu yang membawa mereka ke Amerika yang saat itu menjadi sekutu Kuwait . Kehidupan baru di tanah baru tak semudah kelihatanya. Diskriminasi terhadap imigran gelap menjadi masalah utama yang membuat hidup Siwon semakin sulit. Boston, New York, Kansas, Dallas, dan beberapa tempat lainnya sudah pernah menjadi persinggahan mereka sebelum mereka menemukan Virginia, desa tenang seperti Lexington, tempat banyak imigran bertempat tinggal dan hidup dengan damai, tempat Siwon bertemu dengan Minho dan keluarganya yang sudah dianggap seperti saudara mereka sendiri.

“Apa kau akan pergi lagi?” tanya Suzy saat melihat tas ransel Siwon yang setengah penuh oleh barangnya. “Kau baru sampai rumah, kemana kau pergi kali ini?”

Siwon menegakkan kepala Suzy dan tersenyum pada adiknya. “Aku hanya akan pergi ke kaki bukit. Ada pekerjaan yang ditawarkan padaku. “

Suzy terlihat bersalah karena ketidakmampuannya membantu keluarga. Dia adalah penyebab kakaknya tak pernah pulang. Siwon selalu mencari uang untuk pengobatannya yang memakan biaya tinggi. “Maafkan aku.” Bisik Suzy lirih. Suzy mendengar pembicaraan Minho dan Siwon beberapa waktu lalu. Kakaknya mempertimbangkan pergi ke Peru untuk mengambil pekerjaan las yang ditawarkan oleh perusahaan minyak di sana. Suzy tahu kakanya adalah orang cerdas yang layak menjadi pekerja kantor dibanding dengan pekerja kasaran yang saat ini dilakukannya. Dia tak mengerti kenapa keluarga mereka yang bahagia dulu bisa jatuh seperti saat ini. Siwon mewarisi darah ayahnya yang selalu tertarik dengan pertambangan dan sejenisnya. Suzy takut kehilangan lagi, dia takut melihat kakaknya pergi setelah kematian ayahnya.

“Hai, lass. Kau tahu apa arti keluarga?” ujar Siwon saat menghibur adiknya yang bersedih. ” Tak pernah ada kata maaf, karena segalanya bukan kesalahan. Tapi, jika memang ada, aku akan selalu memaafkanmu berkali-kali hingga kau bosan. Jadi, angkat kepalamu dan tersenyum pada kakakmu ini. Nah, seperti itu.”

“Terimakasih..Terimakasih, Oppa.” Jawab Suzy dalam bahasa yang sudah sangat lama tak digunakannya.

*************************

“Itu Changmin! Sooyoung kau harus bersembunyi, demi Tuhan, dia mendekat………..” Jerit Sica saat mereka berdesakan dengan para pengunjung perayaan kota di kaki bukit. Sica menarik-narik tunik Sooyoung dengan keras dan menjejalkan kue jahe yang dibelinya ke mulut.

Sooyoung terlihat panik saat melihat Changmin menyisir daerah itu dengan pandangan marah. Sooyoung melihat lelaki itu memerintah beberapa temannya untuk berpencar mencari Sooyoung. Dia harus segera bersembunyi, sebelum Changmin dan anak buahnya menemukannya. ” Sica kita harus berpencar. Kau ambil jalan utara aku mengambil jalan selatan, kita bertemu di batu besar tempat Mak memarkirkan motor roda tiganya. Kita harus bergerak cepat.” Rancau Sooyoung, dia tak memiliki waktu. Dia mengucapkan perpisahan kilat dengan Sica yang masih kebingungan dengan rencana Sooyoung.

Sooyoung berlari kecil, bersembunyi diantara lalu-lalang masyarakat kota Lexington yang menghadiri perayaan kota. Dia bersembunyi sesekali saat melihat kawanan Changmin yang mencarinya. Sooyoung mendengar sayup-sayup suara orang bernyanyi di tengah kerumunan orang. Seolah menuntunya mencari jalan keluar, sura itu menarik Sooyoung berlari kencang ke arah hutan yang berlawanan dengan jalan yang seharusnya dia tempuh. Sooyoung merasa jantungnya berdetak cepat saat melihat anak buah Changmin berhasil menemukannya, dia berlari, dan berlari semakin dalam ke hutan yang berlawanan dengan jalan yang seharusnya dia tempuh, berlalri mengikuti suara asing yang terasa begitu jelas di hatinya, bukan telinganya. Saat ini hanya saat ini, Sooyoung tak ingin bertemu dengan mereka, dia tahu ayahnya akan marah, dia tahu kemarahan Changmin yang menakutkan, dia tahu, tapi tidak saat ini. Semoga Tuhan membantuku….

*****************

Siwon sedang memetik gitarnya di rumah pohon yang dibuatnya secara diam-diam. Tempat dia mengistirahatkan kepenatan dalam hidupnya. Tempat dia bersembunyi dari segalanya. Siwon akan merebahkan dirinya saat mendengar suara langkah kaki dan deru napas yang mendekat ke arahnya. Siwon menyipitkan matanya dan memfokuskan tatapannya pada sosok yang sedang berlari kesetanan ke arah pohon ek tempat rumah pohonnya dibangun. Siwon tahu orang itu adalah seorang wanita. Wanita itu berhenti dengan napas terengah di bawahnya. Menyandarkan punggungnya di pohon ek dan mengumpat lirih. Rambut panjang sepinggangnya lepas dari ikatan longgar di tengkuknya, beberapa dari helai rambutnya menempel di keningnya yang basah oleh keringat.

Siwon mengamati dengan seksama sosok yang terasa familiar itu sampai…

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!”

******************

Sooyoung berusaha mengatur napasnya yang terengah. Dia tak tahu posisisnya saat ini dimana. Tapi Sooyoung tak peduli selama dia berhasil lolos dari kejaran anak buah Changmin. Sooyoung mengumpat lirih saat menyandarkan punggungnya ke pohon ek tua itu dan menghela napasnya panjang. Dia merasa bodoh karena mengikuti suara hatinya yang menariknya ke tengah hutan. Dia tahu bahaya yang disajikan kegelapan dan kerimbunan pohon di hujan itu, tapi dia masih bisa mengatur segalanya selama dia bisa memanjat pohon. Sooyoung merenggangkan tulang punggung dan kakinya yang terasa kaku. Dia menengadahkan lehernya sampai dia melihat kaki yang menggantung di atas kepalanya.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!” Jerit Sooyoung seperti orang gila. Dia akan berlari tapi langkahnya terhenti saat menyadari lengan kokoh yang melingnkari pinggangnya. “Tidakkkkkk, tidakkkk, lepaskan akuuuuu!” Ronta Sooyoung. Dia mengira kaki itu adalah kaki hantu, tapi dia yakin lengan kecoklatan yang terlihat kuat itu adalah tangan manusia. Dan Sooyoung lebih takut kepada manusia dibanding hantu.

Siwon mencoba menenangkan Sooyoung dengan membekap mulut Sooyoung yang terus menjerit itu. Saat wanita itu menjerit di bawahnya Siwon juga merasakan jantungnya hampir copot. Dia yakin jika wanita itu tak segera menghentikan jeritanya beberapa makhluk hutan yang marah akan dengan senang menghabisi mereka. “Diam…Diam!” Ujar Siwon dengan nada tegas. Sooyoung terdiam saat mata mereka bertemu. Wanita itu merasa sesuatu terjadi seperkian detik sampai lelaki itu melepaskanya dengan kaget. “Kau?”

Sooyoung menggigit bibirnya yang gamang karena cengkraman jemari Siwon. Dia tidak mengenal lelaki itu, tapi sepertinya lelaki itu mengenalinya. “Aku?” Olok Sooyoung dengan nada datar.

Siwon menilik wajah gadis itu dan memastikan bahwa apa yang dilihatnya benar-benar nyata. Dia gadis itu, putri yang merindukan pangeran berkuda putih. Dia anak majikanya dan gadis yang sudah menghantui mimpinya selama beberapa minggu terakhir.

Siwon melihat ekspresi kesal Sooyoung sebelum meledak tertawa saat membaca takdir Tuhan yang terlihat konyol. “Ya Tuhan, permainan apa ini?” gumam Siwon tanpa menghapus senyum di wajahnya.

“Siapa kau?” Tanya Sooyoung seraya menjauhkan dirinya dari Siwon.

Siwon tersenyum miring ke arah wanita itu setelah berhasil menguasai dirinya. “Siapa aku?”

Sooyoung terlihat kesal saat mendengar Siwon membalikkan ucapannya sama seperti yang dilakukan Sooyoung tadi. “Kau mengenalku?”

Siwon tak melepaskan tatapanya dari wajah Sooyoung yang terlihat jengkel alih-alih ketakutan dengan orang asing. Siwon mengagumi kecantikan alami itu, dia memang gadis yang indah. Dia terlihat berantakan, sama seperti saat dia berkuda. Bedanya, tak ada senyum di wajahnya.

“Hentikan!”

Siwon terkekeh saat mendengar nada bergetar dalam suara Sooyoung. “Hentikan apa?”

Sooyoung merasa jengkel karena dia terjebak dalam permainan jawab pertanyaan dengan pertannyaan ini. “Kau menatapku seolah kau akan melakukan sesuatu padaku.”

Mata Siwon melebar sejenak. “Kau harus belajar untuk tidak membaca pikiran pria dan menyuarakanya dalam kata, Nona. Atau….”

Sooyoung merasa getaran aneh di perutnya saat melihat mata tajam itu mengamati wajahnya. Sooyoung merasa lelaki itu berbahaya bagi dirinya, karena hanya dengan tatapan lelaki itu mampu melemahkan sendi-sendinya. Sooyoung tak mengerti perasaan aneh yang menimpanya, seolah ada ribuan kupu-kupu memadati perutnya. “Atau…?” Sooyoung menyesal karena mengulang kalimat terakhir lelaki itu karena senyum di bibir lelaki itu menggambarkan segalanya. “Oh, kau tak akan berani.”

Siwon terkekeh lirih, menikmati situasi yang dikirim Tuhan padanya. “Oh, aku sangat berani.” Ujar Siwon seraya mendekat….

*********************

Liège, Belgium 2012

Sooyoung merengkuh wajah Sulli yang membulat lucu. Sudah seminggu berlalu, masa berkabung telah usai, saatnya kembali ke kenyataan. Sooyoung menghela napasnya dan mencium kedua pipi Sulli lembut, memeluk gadis itu dengan erat dan membisikkan kata cinta di telinga anak itu sebelum melepasnya untuk kembali ke sekolahnya. “Ibu mencintaimu, Sayang.”

Sulli merengkuh wajah Sooyoung dengan telapak tangannya yang kecil dan mencium bibir Sooyoung hingga berbunyi. “Sulli mencintai Eomma.” Ujar Sulli sebelum berbalik menuju pintu gerbang sekolahnya.

Sooyoung merindukan Sulli walau dia berada di dekatnya. Hanya anak itu yang dimilikinya saat ini. Kejadian di hadapan Siwon sungguh memalukan. Sooyoung cukup bersyukur karena Siwon belum menyadari fakta keberadaan Sulli. Sooyoung menunggu sampai sosok Sulli tak terlihat saat berbalik pergi.

Sooyoung menelusuri dua blok untuk menuju kereta bawah tanah. Dia berjalan dengan gontai seolah kakinya tak kuat menyangga tubuhnya. Sooyoung hanya berdiri terdiam saat menunggu kereta, duduk dan menerawang jauh saat sudah memasuki kereta. Dia melihat bayanganya di cermin, dia terlihat lebih tua karena kerut sedih di matanya. Sooyoung mencoba membayangkan jika ada Kyuhyun di sampingnya. Dia butuh tempat bersandar, sahabatnya, orang yang selalu menemaninya di saat sulit. Kyuhyun….

********************

“Apa yang terjadi?” tanya Siwon saat tiba-tiba mobilnya berhenti.

Supir Siwon terlihat bingung untuk seperkian detik sampai menyadari kerusakan yang tak terduga pada mesin mobil yang dinaiki Siwon. “Maafkan saya, Tuan. Sepertinya ada sesuatu yang terbakar.”

Siwon terdiam sejenak dan memberi kesempatan supirnya untuk menilai kerusakan yang terjadi. Dia harus segera sampai di Liege secepatnya untuk menemui Profesor yang akan menggantikan Kyuhyun dalam eksplorasinya di Belgia. “Bagaimana?”

Supir Siwon menggeleng lirih. “Maaf, sepertinya cukup parah. Saya tidak yakin saya bisa memperbaikinya dengan cepat.”

Siwon menghela napas saat melihat plakat stasiun bawah tanah tiga meter di hadapannya. “Baik, tak ada cara lain.”

*****************

Siwon melihat ke arah jam tangannya saat kereta itu berhenti di hadapannya. Siwon menunggu hingga pintu elektrik itu terbuka sebelum melangkahkan kakinya. Dia tak memperhatikan saat dia berdiri dan melihat ke arah kanan bahunya dan mencari tempat untuk menempatkan diri. Entah apa yang membuat Siwon tergelitik untuk melaju ke gerbong lain, padahal di gerbongnya masih ada banyak tempat kosong. Siwon terus melaju hingga tiba di gerbong akhir yang hampir tak ada penumpangnya. Dia tersenyum kecut karena sekali lagi dalam hidupnya dia berlaku bodoh dengan mengikuti sudara hatinya yang sudah lama mati. Siwon akan berbalik saat melihat sosok langsing berpakaian hitam duduk di kursi paling ujung.

Siwon melangkah kakinya di tengah goncangan lirih kereta, menuju sosok itu, menghampirinya seperti dulu. Wanita yang selalu dicintainya hingga mengubah hidupnya, wanita yang menorehkan luka padanya, ibu dari anaknya…

“Soo..”

*********************

-TBC-

Ok, nih setelah ini saya updatenya Broken Vow Chap 2 ya, saya mau ke Semarang dulu ternyata, jadi pulang di undur sampai minggu depan lagi, AIH di undur ya dan lanjuta PQTE ini adalah chap 2B, akhir dari chapter 2. Sistemnya di selang seling ya nantik antara Special dan Chapter initi, special banyak Flashback Siwon dan Sooyoung, duduk perkara kenapa mereka berpisah. Kan udah tahu luka Sooyoung, kalo luka Siwon sampai sebenci itu sama Sooyoung agak panjang ya ceritanya makanya di specialkan, hanya tinggal 2 chap.

Kalu bingung kenapa ada Changmin, kenapa ada Suzy, hehehe, ini memang ada sejak awal, sengaja di kasih ke special. Dimana saja mereka, dan kenapa tiba tiba ngilang, apa pengaruh mereka sama kehidupan Soowon, nah ayooo sapa bisa nebak hahaha, apa benar yang nulis surat Siwon? Minho? Dan Kyuhyun kapan dia muncul, ya nanti ada di special semuaaaa

Ok maaf atas keanehan kepanjangan kelayan dan tebaran taypo, kritik saran membangun sangat saya butuhkan hehehe. Oh ya Adaya mau kasih giveaway berupa novel nih, tapi tunggu chapter setelah ini ya, ada tebak tebakan dari Adaya, khusus untuk semua pembaca yang setia sama saya, hehehehe. Sebagai hadiah aja karena udah baik deh baca karya aneh saya.

Maaf semntara saya tak bisa membalas commnt satu-satu, maklum pinjeman yaaa lepi dan modemnya hehehehe #gak modal deh, tapi pasti saya bales deh hehehe

Bow

Advertisements

43 thoughts on “[FF][Special] Pour Que Tu M’Aimes Encore – Special Chapter I –

    • hehhehehehehe mianeyooooo *bow 😉 karena posisi sudah situlis jadi ya begitu nih aku males mulai awal lagi, tapi yang biasanya live action aku baru ini nulis pake word hehhehehh tenang pasti di update kok, sabar yyyyaaaa

  1. Dri part prtama smpai part in ,, aq msih mkir ,, sjak kapan yaw Kyuhyun isa sebaik it .. #pLak
    kak ,, AIH it mrip kisah.a kkak yaw ??

  2. Masih rada bingung, hehe
    Ff cerita ini udh ada brp chapter?
    Wah kayaknya adaya eoni msh bnyak ff yg blm d post, kpn nih FF BND d lanjutin lagi? Hehe
    Eonni semangat terus ya..
    D tunggu ffnya 🙂

  3. Bikin penasaran, ada kejutan khas adaya
    aku selalu salut sama settingnya pindah2 serasa diajak jalan2 dan selalu mendetail
    jadi PQTE itu ada 2 chap ya?yg chap inti kejadian skrg sama yg special chap yg banyak flashbacknya?oke deh ampe saat ini aku masih nyambung2 aja kok
    next chap ditunggu.

  4. ini yang ditunguuu…
    ayo adaya chingu semangat!!!!
    aku nunggu ini ff sama AIH nya,, last part kn..
    fighting!!
    #numpang comment dulu, belum baca iih.. 🙂

  5. Ah akhirnya di post juga.. Jeongmal gomawoyo adaya, entar sistem ngepostnya kaya gimana terserah adaya aja deh gimana aku selalu nungguin kok hehe.. Adaya hwaiting 😀

  6. akhhhh ga sabar nunggu soowon moment di dalam kereta.

    saya masih bingung di jodohin nya sama changmin ko nikahnya sama kyu,?
    mudah2 changminnya jga dah meninggal
    biar soowon ga da yg ganggu wkawkakaaa…

    saya tunggu next chapternya…..

    • AKHIRNYA DILANJUT JUGA EON FF INI!
      WALAU BKAN PART 2B,YANG PENTING DILANJUTTTT!
      #senengane xD

      suzy skrng kemana?
      Minho ama changmin juga apakbar skrang??
      Ah terlalu bnyak yg ingn sya tanyakan,
      tpi gw yakin ntar dinext partnya pasti sieonni bkalan jwb sendiri pertanyaan gw :p

      nah loh siwon uda blang ibu dri anaknya.
      Berarti dia uda tau dong gw anaknya!
      Eh maaf sulli maksudnya :/ xD
      #Digebukinsekampung

      next part ditunggu eon ^^

  7. Siwon ama Soo kapan ya mahu berbaik….
    Ternyata sungguh lucu saat pertama kali mereka bertemu……….
    Soo sedih bnget ya setelah Kyu oppa pergi….T_T
    Changmin oppa langsung menghilang ya….nggak sabar bnget nungguin kelanjutannya….

  8. loh soo benci changmin? bukannya changmin itu yang terima soo abis dicampakkan sama siwon di part sebelumnya ya??? aku bingung dengan ini semua, bingung. lanjut chap berikutnya ya, biar gak bingung lagi nanti akunya..

  9. Eoni gomawo ffnya udah dilanjutin 🙂
    Siwon Oppa sampai sekarang masih suka kan sama Sooyoung Eoni?
    semakin penasaran kenapa Siwon oppa bisa benci banget sama soo eoni..
    eoni cepet dilanjut yah 😉

  10. belum bisa komen apa apa, nunggu sampe ceritanya selesai baru deh bisa kasih yg jelas komennya
    tapi keren kok! keren bgt malah ini ff! jadi itu siwon oppa udah sadar kan kalo sulli anaknya dia? aww akhirnya<3
    ayo thoorrrr aku ngga sabar kapan ini ff selesai!!! dan AIH jugaaaaaa, aku suka suka suka sukaaaaa bgt sm latar tempatnya AIH, mirip2 sm twilight saga sih, jd aku suka, hwaiting thooor!!!! AIH dan ff ini ditungguuuuu ❤ lope lope juga buat authornya karna ff yg dibikin sm author itu beda sm ff ff yg lain, pokoknya daebak!

  11. komen q tetep sama kya sebelumnya, jng bwt kyu mati
    jarang2 kyu jd pria baik, msa sekalinya dpt peran baik lngsung d bkin mati. haha
    penasaran ma kisah selanjutny
    oia ff yg billionire bext door kpn d lanjut. dah msuk waiting list ff yg pengen q baca.
    pokoknya story nya oke bgt

  12. wah pantes kyny yg nulis surat bkn siwon dech tp kyny c minho. scr author dah trang2an klw minho g mau crita ke siwon dan sbalikny…ckck poor them?!

    wah author buat novel??? aduh mau dunx…jebal~
    aq suka bgt bc apapun apalagi fiksi gtu… hehe

    (*^﹏^*)
    ♥ⓚⓨⓤⓨⓞⓤⓝⓖ♥

  13. Tetap ga yakin, mungkin yg nulis surat itu Minhooppa tp bisa jg yg lain, mungkin Kyuoppa kekeke gmna caranya?#abaikanneAuthor atau mgkn jg changmin oppa #abaikanlagi
    Tp yg memungkinkan yg pasti bukan Siwonoppa, hehe entahlah hanya Author yg tau semua ceritanya.

  14. yg aku bingungin itu partnya chingu
    1. part [1 of 3]
    2. part [2 of 3]
    yang ketiga yg ini kan, Special? part [3 of 3] sama dengan Special kan?
    keren bgt!!! kehidupan siwon tuh sulit bgt! dan sedih bgt krn kyuhyun hrs meninggal disaat soo butuh dia *aku gk rela dia mati hiks haha..
    ff nya kerennnn!!! feelnya dpt, penggambarannya oke bgt. hanya itu yg bikin aku bingung. partnya………
    oke chingu gumawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s