[FF] Autumn In Hampshire -C.4- [Last Pre-End]

Annyeong 😀

Balik lagi sama AIH, maaf ya lama updatenya :D. Ini adalah Last Pre-End, padahal niatnya END tapi demI Tuhan, kayak udah satu novel panjangnya, jadi aku bagi 2 maaf ya, aku kurang suka kalo over panjang :D. Oh ya sesuai janji Adaya nih karena PQME udah terlanjur pos akan Adaya lanjutkan tapi Adaya pos di Note FB ya gak di sini, karena setelah AIH Adaya mau Pos oneshoot perpisahan Broken Vow (ini ver mudanya Soowon di PQME) dan setelah itu udah hiatus dari WP :D, MIANE…..

Ya udah lah sampai saat itu silahkan di baca semua FF Adaya…

Happy Reading

9

Title               : Autumn In Hampshire

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast    : Choi Sooyoung–> hemself (23 thn ) , Choi Siwon–> himself (31 thn)

Other Cast   : Max Changmin — >   himself (27 thn) , Yunho — > Choi Yunho (32 thn ) , Sooyoung Brother, Im Yoona (23 thn) 

Type              : Chapter

Genre            : Romance, Friendship, Family , Happy Ending 

Rating          : PG- 17 ( All reader who Open mind )

 Disclaimer : This Story is inspired from The Edge of Never Novel by J.A. Redmerski, Song for Julia and Just Remember to Breathe (Thompson Sister Series) Novel by Charles Sheehan-Miles, Holder and Sky Line in Hopeless Novel by Collen Hoover, Kutc Kutc Hota Hai Movie (OTL XD), Ending Long Vocation J-Dorama.  Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

()-= ENDING= -()

“This is going to sound like a cliché, kid. And it sucks like nothing else in the world. But if you love her … you have to give her what she needs. Even if that means letting her go.” – Jack, Song For Julia

*************

Author POV-

Seoul, Korea, 2009 08:20 p.m

February 10, 2009; 08:20 pm
TO: CHOISOOYOUNG_UK@YAHOO.COM
FROM: CHOISIWON1002@YAHOO.COM

_____________________________________________________________________________________________________________

Dear, Sooyoung

Hai, Soo. Ini sudah hampir setahun kita tak bertemu. Apa kau tahu aku begitu merindukanmu di sini? Tidak?

Sebentar lagi musim gugur akan tiba. Dan kau tahu seberapa besar aku menahan diri agar tidak mengambil penerbangan pertama untuk memenuhi janjiku padamu? Bertemu lagi denganmu, merengkuhmu dalam pelukanku, dan mengungkapkan isi hatiku? Soo, apa aku mampu mencintaimu tanpa melukaimu? Apa aku mampu mencintaimu tanpa membuatmu tersikasa? Aku membaca semua suratmu, Soo. Andai kau tahu, surat dan semua pesan itu seperti udara bagiku.

Bolehkan, ijinkan aku, Soo. Berbuat egois kali ini. Aku tak mampu, Soo. Tak mampu untuk membalas semua pesanmu. Aku akan hancur, aku akan bimbang, aku akan kabur dari semua ini. Aku mencintaimu, Soo. Lebih dari yang kau tahu. Aku membutuhkanmu saat ini, di sampingku, menenangkanku, dan menguatkanku. Aku butuh dirimu untuk meyakinkanku bahwa segalanya akan berlalu. Aku begitu takut, Soo. Segalanya begitu sulit bagiku. 

Tapi aku tak akan melakukanya, karena jika aku menjawab suratmu, menemuimu saat ini, aku akan membagi lukaku padamu. Aku akan membuatmu terluka melihat keadaanku, aku tak ingin melukaimu, tapi luka karena menantiku lebih baik, Soo. Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku hingga aku tak ingin membagi luka yang ku alami dengamu, aku tak ingin melihatmu bersedih untuku, tetaplah, biarlah segalanya berlalu dengan kebencianmu. Kau akan menungguku? Bukankah kau akan selalu menungguku? Aku akan menghapus segala kepedihanmu dengan hidupku, Soo. Tapi ijinkan aku untuk melalui semua ini sendiri, ijinkan aku berbuat egois sekali ini.

Aku tahu aku tak pantas mendapatkanku, Soo. Tapi aku hanya ingin kau kenang sebagai lelaki yang tersenyum padamu, membuatmu marah, dan menghiburmu di saat sulit. Aku tak ingin kau melihatku dalam keadaan terburuk. Percayalah, aku lebih terluka saat melihat suratmu. Aku menghapal tiap kata yang kau tulis, aku melantunkannya seperti lagu. Aku sesak di sini, dan kenanganmu membawa udara bagiku, kau menguatkanku, Soo. Aku ingin kau bertahan, sebentar, hanya sebentar lagi, hingga aku datang padamu, menjemput musim gugurku….

Aku sangat mencintaimu, lass. Aku harap kau bisa mengeti. Maaf maaf jika aku mencintaimu dengan cara yang salah, maaf maaf jika aku membuatmu menunggu, maaf maaf atas setiap detik yang kau habiskan untuk memikirkan lelaki sepertiku.

Selamat ulangtahun.

I live you, Soo. I live you …..

Choi Siwon

_____________________________________________________________________________________________________________

Siwon menatap nanar surat yang ditulisnya. Jemarinya gemetar karena detak jantungnya yang tak beraturan. Dia selalu menulis surat balasan untuk semua e-mail Sooyoung. Membalas dengan surat panjang, mengirim cerita untuk wanita itu seperti buku harian. Tapi dia selalu tak mampu menekan tombol send dengan jemarinya. Dengan napas tertahan Siwon mencoba menggerakkan kursornya ke arah deretan toolbar yang ada dalam display e-mail-nya. ” Maafkan aku Choi Sooyoung.” Ujarnya sebelum menekan tombol draft.

*******************

Hythe, Hampshire, 2012 06:o2 am

Two week before wedding ….

Sooyoung berdiri dalam diam di balkon kamarnya, mencoba meresapi belaian angin musim gugur yang menerpa wajahnya. Kepalanya dipenuhi dengan banyak pertanyaan, tapi tak satupun dari mereka menemui jawaban. Dia merasa banyak hal yang tak benar saat ini. Dia ingin kabur dari segalanya, tapi kabur adalah tindakan pengecut. Dia ingin melawan tapi dia tak mampu.

“Apa yang kau pikirkan?” ujar seseorang dari balik punggung Sooyoung.

“Banyak hal.” Jawab Sooyoung tanpa memutar tubuhnya, dia mendengar langkah kaki mendekat dan mengenali suara itu sebagai suara Changmin.

“Apa aku termasuk dalam sesuatu yang kau sebut ‘banyak hal’?” tanya Changmin seraya memeluk Sooyoung dari belakang. Dia memberi kecupan ringan di pipi Sooyoung sebelum membalik wanita itu untuk menatap dirinya.

Sooyoung menjawab tanpa minat. “Kau adalah segala yang kusebut dengan ‘banyak hal’.”

Changmin tersenyum miring seraya menempatkan jemarinya di ujung bibir Sooyoung. ” Tersenyumlah. Aku tak ingin seseorang memikirkanku dengan wajah cemberut.”

Sooyoung menghela napas sebelum melepas jemari Changmin dari wajahnya. ” Changmin, kita harus bicara….”

“Kita sudah bicara!” sahut Changmin dengan nada tegas. ” Kita sudah bicara.” Ulang Changmin dengan nada lebih lembut. Dia menyibak rambut Sooyoung dan mencium ringan dahi wanita itu. ” Aku mencintaimu, terlalu banyak hingga cukup untuk kita berdua. Aku mencintaimu berlebih dan mengerti dirimu hingga mampu menanggung segalanya. Aku ingin membahagiakanmu, Soo. Dan aku yakin aku mampu. Yang kau butuhkan adalah percaya padaku. OK?”

Sooyoung merasa hatinya teriris. Bagaimana bisa seorang wanita menolak tawaran tulus itu, bagaimana seorang wanita mampu menyakiti lelaki yang dengan tulus mampu menanggung akibat dari cinta bertepuk sebelah tangan. Changmin adalah sahabat yang selalu setia berada di pihaknya, menemaninya saat dunia terasa berat. Sooyoung tak ingin kehilangan lelaki itu dari sisinya, tapi dia tak mampu memberi lebih selain persahabatan.

“Aku tak peduli, Soo. Aku tak akan mengikat hatimu untuk memaksamu mencintaiku. Aku akan membuktikan bahwa seiring waktu berlalu, kau akan melihat cintaku padamu, dan aku berharap lambat laun kau akan mulai mencintaiku sebagai lelaki. Aku akan menunggu, sebulan, setahun, seumur hidupku…”

“Changmin…” Sahut Sooyoung, dia tak ingin memberikan harapan apapun pada orang yang dikasihinya, dia tahu betapa menderitanya menunggu, dia tak ingin Changmin terluka.” Aku mohon…”

Changmin meremas ujung pundak Sooyoung tegas. ” Apa? Apa yang kau inginkan? Katakan jika itu bisa meringankanmu, katakan apa yang kau inginkan, Soo. Katakan segalanya, jika bicara adalah yang kau inginkan. Katakan.”

“Aku…” Sooyoung menggatung perkatannya. Apa yang ingin dikatakannya? Apa yang diinginkannya? Memirkirkan hal-hal itu membuat kepala Sooyoung terasa pening, jantungnya berdetak lebih cepat. Apa sebenarnya yang ingin Sooyoung bicarakan? Ya Tuhan, dia tak tahu apa yang ingin dikatakannya. Dia hanya merasa segalanya tak benar, tapi dia tak tahu apa yang harus dikatakan. Sooyoung mencoba menekan udara dalam paru-parunya, dia merasa sesak, dia memikirkan segalanya yang semakin rumit, dia tak mengerti apa yang harus dilakukan, darimana dia harus memulai. Dia ingin…Apa yang diinginkannya?.

Changmin menunggu dengan sabar saat melihat kebimbangan dalam diri Sooyoung. “Aku?”

Sooyoung menatap pada mata Changmin. Ada ketakutan dalam mata hitamnya. ” Aku takut. Aku takut Changmin..” Isak Sooyoung. ” Aku tak tahu, aku tak mengerti apa yang aku inginkan. Aku merasa segalanya tak pada tempatnya. Aku….Aku takut menjalani semua ini…Ya Tuhan, aku takut.”

Changmin merengkuh Sooyoung dalam pelukannya. ” Maaf, jangan menangis, aku mohon, lass. Aku tak akan menjadi salah satu dari lelaki yang akan membuatmu menangis. Jika kau tak mengerti, aku akan membantumu mengerti. Kau tahu? Jika kau ingin menghentikanku untuk memilikimu, kau hanya perlu mengatakannya. Tapi aku butuh kau mengatakan dengan tegas, Soo. Bukan keraguan. Aku membutuhkan ketegasan. Jika kau menyuruhku tinggal aku akan tinggal, hal ini berlaku untuk sebaliknya. Tapi jika kau tak menjawab segalanya, ijinkan aku untuk memilihkan jawaban bagimu. Aku berjanji kau tak akan menyesalinya.”

Sooyoung terisak di dada Changmin. Ya Tuhan, dia hanya butuh menolak Changmin.Tapi dimana keberanian itu. Sooyoung merasa seperti pengecut, merasa seolah dia adalah wanita paling egois yang pernah ada. Dia tahu Siwon menyerah, dan dia tak ingin kehilangan Changmin, dia tak ingin Changmin lebih dari sahabat tapi dia tak mampu mengatakan segalanya pada Changmin.

Changmin mengangkat kepala Sooyoung agar melihat ke matanya. ” Dengar, aku akan kembali ke Amerika hari ini, aku akan mengabarkan pernikahan ini pada keluargaku. Aku sudah menghubungi mereka lewat telepon, tapi aku yakin, Ibuku ingin mendengarnya secara langsung. Dia akan menerimamu, Soo. Dia pasti akan menerimamu dengan tangan terbuka. Hingga aku kembali maukah kau melakukan sesuatu untukku?”

Sooyoung tak menjawab. Dia hanya memberi tatapan lemah pada Changmin. ” Maukah kau meminta Siwon untuk menjadi penggantiku membantumu mengurus kepentingan pernikahan kita saat aku pergi?”

Sooyoung mematung di tempatnya. Ya Tuhan, itu adalah tindakan kejam dan tak termaafkan. Siwon mencintai Sooyoung, dan memintanya menjadi pengganti adalah tindakan yang akan menyakiti hatinya. Sooyoung tak bisa memintanya. Itu terlalu kejam bagi Siwon, dia tak ingin menyiksa Siwon dengan permintaan yang Sooyoung yakin tak mampu ditolak olehnya. Siwon sudah berjanji untuk membayar semua kepedihan yang ditorehkan di hati Sooyoung, tapi memintanya menjadi pengganti Changmin untuk menyiapkan pernikahan mereka sungguh keterlaluan. ” Changmin aku…”

“Aku sudah berbicara padanya, dan dia setuju.” Potong Changmin. ” Tapi aku ingin kau juga memita padanya.” Lanjutnya seraya tersenyum.

Sooyoung terdiam di tempatnya. Hanya dengan membayangkan senyum perih Siwon malam itu membuat hati Sooyoung tercabik. Bibir Sooyoung bergetar saat dia mengucapkan kata yang tak jelas.  Ya Tuhan, kenapa segalanya begitu rumit. Batin Sooyoung sebelum meledak dalam tangisan.

***************

Hythe, Hampshire, 2012 11:00 am

Dan disinilah mereka. Berdiri berhadapan mendengar instruktur dansa membacakan ritual yang akan dilakukan oleh pasangan pengantin. Sooyoung menatap pada Siwon yang terlihat kacau. Dia merasa bersalah karena membuat Siwon lebih tersiksa. Lelaki itu berusaha terlalu keras untuk melawan rasa sakit di hatinya. Dia tersenyum di bibir, tapi matanya terlihat perih saat kulit mereka bersentuhan.

Siwon berusaha sebaik mungkin menjalankan perannya sebagai pengganti Changmin, tanpa meratapi bahwa pada akhirnya, Changmin yang akan menikah dengan Sooyoung. Dia berusaha keras untuk tidak menangis saat Sooyoung ada dalam pelukannya, berdansa denganya untuk mempersiapkan pernikahanya dengan Changmin. Ya Tuhan, ini menyakitkan baginya. Tapi ini adalah satu dari banyak jalan yang harus ditempuh Siwon untuk menebus kepedihan yang dia torehkan di hati Sooyoung.

Siwon telah belajar beberapa hal tentang hatinya. Dia tahu jika hati itu bisa hancur, bisa terbelah berkeping-keping, mampu mengeras dan membeku, mampu berhenti berdetak, mampu berdetak hingga terasa hampir meledak, dan mampu merasakan pilu yang tak terpatri. Siwon salah menilai, bahwa perih yang dirasakannya tak akan bertambah lagi, bahwa kepedihan yang dia alami merupakan bagian paling kelam dalam hidupnya, hingga tak mampu menambah rasa sakit di hatinya. Tapi dia salah. Dia tak pernah benar, tak pernah, jika segalanya menyangkut Sooyoung.

Saat ini. Di sini, dalam rengkuhanya, kulit mereka menyatu, kulit selembut sutra yang hanya mampu diimpikan Siwon. Kulit yang hanya mampu dikaguminya dari kejauhan, kini melekat pada kulitnya sendiri. Aroma lavender dan sedikit kopi menguar dari leher wanita itu, wanita yang begitu dicintainya. Mereka berdansa seolah tak pernah ada hari esok. Mereka mengikuti lantunan musik, bergerak bersama dalam irama seolah kemarin tak pernah terjadi apa-apa. Siwon tersenyum lirih saat melihat pantulan mereka di kaca yang dipasang hampir di seluruh dinding ruangan. Ada kepedihan saat melihat punggung Sooyoung bersanding dengan dirinya di cermin itu. Ini hanya dansa latihan sebelum pernikahan, dan Siwon hanya pengganti sementara bagi Changmin.

Sooyoung terlihat begitu cantik dalam gaun satin panjang yang membalut tubuhnya dengan indah. Gaun itu melebar dari pinggang hingga ke mata kakinya, memberi sedikit lipitan di dua sisi tubuhnya. Dia begitu cantik dengan rambut disanggul bergaya Prancis dengan ikal lepas di pelipisnya. Kalung berlian ungu sederhana melingkari leher jenjangnya, mempertegas keindahan parasnya.

Siwon mencoba mengamati wajah Sooyoung dengan seksama. Mencoba menyerap pemandangan itu untuk selamanya. Dia tak ingin semua ini berlalu, dia ingin Sooyoung tetap berada di sampingnya, berputar dengan indah dalam rengkuhanya, jemari mereka menaut seperti dulu. Ya Tuhan ini terlalu banyak untukku….

********************

Sooyoung POV- 

Aku mencoba menahan air mataku untuk tak keluar. Aku berada di sini, berdiri bersama lelaki yang kucintai, lelaki yang juga mencintaiku, untuk mempersiapkan pernikahanku dengan lelaki lain. Ini terdengar ironis dan tak rasional, tapi aku masih terlalu takut untuk mengatakan aku mencintainya. Aku melihatnya tersenyum kaku, jemari dinginya bergetar saat jemari kami saling bertautan. Aku bisa melihat kelebatan pedih di matanya yang serasa menahan maut. Aku bisa mendengar detak jantungnya berdetak lebih cepat saat tubuh kami menempel. Aku tahu dia menahan sesuatu hingga bibirnya memucat, dia tersiksa sama sepertiku. Ya Tuhan, aku tak mampu melakukan ini lebih lama lagi atau aku akan hancur. Aku mencoba memeluknya, mengabaikan instruktur dansa yang memberi aba-aba ketukan pada kami. Aku memeluknya lebih erat, menguatkanya, aku ingin dia tahu bahwa aku meminta maaf atas permintaan egoisku padanya, menyiksanya dengan jalan ini. Aku menempatkan daguku untuk bersandar di pundaknya, aku mencoba agar dia lebih merapat padaku sebelum berbisik di telinganya. “Maaf….”

***************

Author POV-

Yoona terdiam di tempatnya. Tubuhnya masih menempel dengan Yunho. Dia dan Sooyoung mengambil kelas dansa yang sama. Dia menyaksikan segalanya. Bahasa tak terucap yang keluar dari tubuh Sooyoung dan Siwon yang berdiri di ujung lain ruangan. Dia bisa melihat mata Siwon memejam perih saat Sooyoung membisikkan sesuatu di telinganya. Mereka kemudian berdansa seolah tak ada yang terjadi. Tapi Yoona tahu kedua orang itu sedang menderita.

Yoona menatap pada Yunho yang memincingkan alisnya pada Yoona. ” Apa kau tak melihatnya?” tanya Yoona walau musik masih mengalun dan instruktur dansa mereka mulai memandang mereka tak setuju karena berhenti di tengah dansa. ” Apa kau masih mau lepas tangan dalam masalah ini? Aku menghargai prinsipmu, Oppa. Tapi karena kau mampu kau harus melakukanya. Ini adalah kebaikan untuk mereka berdua. Siwon pantas mendapatkan Sooyoung begitu juga sebaliknya.”

Yunho menghela napas sebelum menjawab Yoona dengan sabar. ” Dan membiarkan mereka bergantung seumur hidup pada orang lain? Menggantungkan penyelesaian semua masalah yang akan timbul di masa depan dengan bantuan orang lain. Yong, aku tak ingin mereka terus bergantung pada bantuan orang lain. Mereka harus mengatasi permasalahan mereka sendiri dengan berani. Menyuarakan hati mereka, mengikuti kata hati mereka. Dan bahagia.”

Yoona menggigit bibirnya perlahan. Dia berpikir sejenak dan melihat ke arah Sooyoung yang memprihatinkan. ” Tapi, apa kau tak merasa iba pada adikmu? Dia begitu menderita. Apa kau tak melihat pemandangan menyedihkan di depan matamu?”

“Aku sungguh tak ingin bertengkar denganmu saat pernikahan kita tinggal menghitung hari. Tapi satu hal yang harus kau tahu, Yong, terkadang kenyataan itu pahit!”

Yoona kemudian terdiam saat Yunho mulai menuntunya kembali untuk berdansa.

********************

Siwon POV-

Aku mencoba memfokuskan pandanganku ke jalan sementara hatiku terus tergelitik untuk melihat ke arah Sooyoung yang duduk di sampingku. Sooyoung terus berdiam diri selama perjalanan kami ke Kent. Aku mencoba mengemudi dengan kecepatan sedang hanya untuk mengulur waktu kebersamaan kami. Aku sudah menyerah, tapi sungguh mencoba melupakan Sooyoung adalah hal tersulit dalam hidupku. Aku tak tahu dengan perasaan ini, aku hanya mengerti beginilah caraku mencintainya, aku hanya mengerti cara mencintai Sooyoung, hingga muncul pertanyaan dalam hatiku, apa aku mampu mencintai wanita lain dalam hidupku.

Sooyoung masih berdiam diri di sampingku. Tatapanya di arahkan keluar jendela, melihat deretan mansion kuno peninggalan bangsawan pada abad pertengahan. Pada masa  jayanya, Hampshire adalah perdesaan tempat berburu para bangsawan Inggris. Banyak dari mereka mendirikan rumah perdesaan di Hampshire, dan beberapa bangunan kokoh yang mereka lewati merupakan satu dari banyak bukti bahwa para bangsawan sungguh suka berfoya-foya.

“Apa kau keberatan jika aku menghidupkan tape-nya?” ujarku membelah kebisuan diantara kami.

Sooyoung menatapku sebelum tersenyum lirih. “Aku tak keberatan.” Jawabnya sebelum kembali mengalihkan tatapanya ke luar jendela.

Aku mencoba menekan tombol metalik yang ada di tape dasborku, mencari saluran musik yang sangat aku kenal. Aku mencoba kembali pada kemudiku saat alunan merdu piano dari Alexander Raybak menghancurkan kesunyian di dalam mobil. Aku mulai mengenali nada itu sebagai Abandoned. Aku mengutuk diriku lirih sebelum mencoba mencari saluran lain, tapi Sooyoung menghentikanku.

” Kenapa?” tanya Sooyoung penuh arti. Aku tak ingin menjawabnya. Dengan berat hati aku membiarkan lagu itu mengalun. Dan membuat Sooyoung tahu kenapa aku tak ingin dia mendengarnya…

Sleepless in the night
I try to lose my faith in you
Saying to myself
You can’t be the right one for me

And now that you’re gone
I finally get a taste of freedom
Only problem is I don’t really want
to be free

I don’t wanna be abandoned
I don’t want to curse your name
I don’t wanna feel the sadness
Pretending that I’m still the same
I don’t want to burn your letters
I don’t want to face the truth
I don’t wanna be abandoned

Tit…

Aku menekan tombol off sebelum lagu itu menuju part yang paling tak ingin aku dengar. Sudah cukup rasa putus asaku karena aku menyerah, aku tak butuh lagu itu untuk mengingatkan bahwa aku begitu putus asa dengan pernikahan Sooyoung. Aku tak butuh lagu pilu untuk mengingatkan kesedihanku. “Maaf.” Ujarku saat Sooyoung mulai membeku di kursinya.

**************

Sooyoung POV-

Saat lantunan lagu ballad itu memenuhi telingaku aku tak mampu tak melihat ke dalam hatiku, aku mengerti kenapa Siwon ingin mengganti saluran radionya. Aku berharap aku tak pernah mendengar lagu yang kembali mengingatkanku pada kepedihan yang aku alami karena tak berani menyuarakan hatiku itu.

Aku membeku di tempatku saat Siwon mematikan tape-nya. Dia terlihat begitu muram saat kembali pada kemudinya. Aku tak mampu melihat kilatan kepedihan itu, aku hanya mampu membuang mukaku ke luar jendela seraya berdoa agar kami cepat sampai di tempat tujuan.

Kelas dansa telah membuat jiwaku pilu, tapi perjalanan ini, di tengah keheningan diantara kami, aku merasa sengatan dalam hatiku, aku tak ingin seperti ini, tapi segalanya sudah telambat.

Aku merasa leherku mulai merasa nyeri karena terlalu lama menoleh ke kiri, tapi aku mencoba bertahan agar tak menatap ke arah Siwon. Karena aku terlalu pengecut untuk menatapnya, karena aku takut segalanya akan hancur, pertahananku, air mataku, aku tak akan menangis. Tidak lagi…

Tapi Tuhan selalu punya cara yang indah untuk membuatku menitikan air mata…

**************

Author POV-

Hythe, Hampshire, 2012 09:08 pm

” Bisakah aku mencintainya tanpa berdosa?” tanya Siwon pada dirinya sendiri.

Yunho duduk di sampingnya mencoba menikmati terpaan angin musim gugur yang menusuk kulitnya. Lelaki itu mencoba menatap ke kejauhan, ke arah semak hutan yang menguning dan pepohonan rindang yang sudah tua. “Kau tak akan tahu jawabanya karena kau sudah menyerah.”

” Aku menginginkan dia tersenyum, bahagia…” Siwon kembali menggantung ucapanya. Dia menghela napas lelah. “Karena itu aku menyerah.”

Yunho mencoba berpikir, meletakkan sebelah lengannya di pagar kayu tempat Siwon bersandar. “Pernahkah kau berpikir bahwa kebahagiaan Sooyoung ada bersamamu?”

Siwon terdiam sesaat sebelum menjawab. ” Changmin adalah segala kesempurnaan yang dibutuhkan Sooyoung. Aku mencintainya dengan egois di masa lalu, saat ini yang aku ingin hanya memberikan segala yang aku miliki untuk membuatnya bahagia, termasuk membiarkanya pergi. Dia hanya akan merasa tersakiti jika bersamaku.”

Yunho tersenyum mendengar ucapan Siwon. ” Itulah yang terjadi saat manusia saling jatuh cinta. Mereka tak hanya berbagi kebahagiaan, Siwon. Mereka berbagi perih dam air mata dalam hidup mereka. ” Yunho kembali tersenyum karena secara tak langsung dia turut campur dalam hubungan sahabat dan adiknya. Yoona pasti berteriak gembira jika mendengarnya. ” Kau tahu, ada kalanya menyesal. Tapi jangan sampai kau berlarut berlebihan hanya satu kesalahan. Datang dan perbaiki. Gantikan yang lalu dengan yang baru. Ingatan tak akan pernah terhapus, bahagia, pedih, dan semua yang disebut emosi akan melekat pada diri manusia sampai dia mati. Yang kita butuhkan adalah kelapangan dada untuk bangkit, berjuang, dan menyatakan perang pada nasib yang kurang baik. Kau mencintai adikku, tapi kau menyerah. Seolah dia bukan sesuatu yang tak pantas diperjuangkan? Bagiku, Siwon, Jika aku mencintai seseorang, aku akan berjuang hingga tetes darah terakhir untuk membelokkan hatinya. Tapi, jika dia tak cukup berharga aku akan menyerah dan meninggalkannya.”

“Sooyoung beharga bagiku!” Sahut Siwon.

“Tapi tidak cukup beharga untuk kau perjuangkan? Dengar, aku mengerti perasaan bersalahmu karena melihat bayanganmu di masa lalu pada Changmin. Vitalitas dan pesona yang mungkin saat ini sudah terkubur di hatimu. Tapi, demi Tuhan, kau terlalu dramatis menyingkapi masalah ini. ” Ejek Yunho.

Yunho menepuk pundah Siwon, mencoba memberi kekuatan pada sahabatnya yang sedang jatuh pada kepedihan. ” Pada akhirnya semua terletak di tanganmu. Kau memiliki pilihan dalam hidupmu, dan aku akan menghargai pilihanmu. Jika memang kalian tak berujung bersama, aku akan mendoakanmu agar bertemu dengan wanita yang pantas bersanding denganmu. “

Siwon menatap mata Yunho sebelum berkata. “Aku ragu aku mampu.”

Yunho tersenyum miring karena sudah tahu jawaban Siwon bahkan sebelum lelaki itu menjawab. ” Yeah. Sometimes the truth sucks.”

*************

Sooyoung mematung di tempatnya. Suara Changmin di sebrang telepon mengadu seperti aliran yang tak dimengerti Sooyoung. Lelaki itu berbicara panjang lebar dan Sooyoung terdiam saat memikirkan hari esok. Dia ingin mengatakan pada Changmin, tapi segalanya sudah terlampau jauh. Gaun pengantin sudah di pesan, undangan sudah tersebar, dan segalanya sudah siap dalam seminggu terakhir. Dia akan menjadi pengantin Changmin tak lebih dari beberapa hari lagi. Terikat denganya, hidup bersama sahabanya, tapi apa itu yang benar-benar Sooyoung cari dalam hidupnya?

Bye… I..too.” Sooyoung mencoba menjawab saat Changmin memberinya kecupan di telepon. Dia masih tak mampu mengucapkan kata berawalan L itu pada Changmin. Sooyoung melihat ponselnya tanpa minat saat mendengar suara denting gitar menyusup dalam pendengaranya.

Sooyoung berdiri dan menelusuri lorong tempat kamar Siwon dan Yunho berada. Dia berhenti saat mendengar denting gitar itu berasal dari kamar Siwon. Sooyoung mematung karena melody dari petikan gitar itu terdengar begitu pilu. Apa ini adalah lagu lain. Lagu yang mengungkapkan suara hati. Sooyoung mencoba duduk di depan pintu kamar Siwon. Dia duduk seraya memeluk lututnya sendiri, meletakkan kepalanya di atas tanganya, mencoba menikmati suara Siwon yang terdengar parau.

Tonight the sky above
Reminds me of you love
Walking through wintertime, the stars all shine
The angel on the stairs
Will tell you I was there
Under the front porch light
On the mistery night

Sooyoung memejamkan matanya dengan kalut. Dia merindukan Siwon, dia menginginkan lelaki itu. Dia ingin berada dalam pelukannya lagi. Mencintainya, memberitahunya bahwa semua yang pernah dilakukan padanya sudah termaafkan. Sooyoung merasa jawaban itu yang selalu berteriak di sela kebinguanganya. Dia mencintai Siwon. Ya dia mencintai lelaki itu. Ya Tuhan, apa sudah terlambat bagiku untuk memperjuangkan cintaku. Batin Sooyoung sebelum larut dalam tidur.

**************************

This Time….”

Siwon mengakhiri lagunya dengan lyric terakhir. Dia memandang ke luar jendela tempat rembulan ditutup oleh mendung. Siwon bisa melihat rintik gerimis kecil yang menyapu jendela kamarnya. Dia merebahkan dirinya melihat ke langit-langit, mencoba mencerna perkataan Yunho. Dia mengambil ponselnya dan memeriksa seandainya ada panggilan dari Korea. Dia belum memberitahu Appanya, dia belum memberi tahu bahwa dia gagal menjemput musim gugurnya. Sejujurnya, Siwon sangat ingin berbicara pada lelaki tua itu, tapi Appanya terlalu lemah untuk menjawab telepon.

Siwon bangkit dari tidurnya dan mencoba menjangkau ke arah pintu. Dia membuka pintu kamarnya dan terkejut saat melihat Sooyoung meringkuk seperti bola di lantai kamarnya. Siwon mematung sesaat, mencoba mencerna apa yang dilihatnya. Sooyoung tertidur dengan tenang, napasnya lemah keluar dari hidungnya. Dia memeluk tubuhnya sendiri seolah merasa begitu kalut dengan hidupnya. Siwon menundukkan badanya dan mencoba membangunkan wanita itu, tapi saat mencoba menyibak rambut Sooyoung yang menutupi wajahnya, hati Siwon terasa teriris.

Sooyoung selalu cantik dalam keadaan apapun. Tapi Siwon selalu mengagumi ketenangan Sooyoung saat tidur. Dia mengingatkan pada dirinya sendiri bahwa dia sudah menyerah, dia harus mengenyahkan pikiran itu dari otaknya, jika tak ingin tersiksa. Tapi Siwon selalu gagal berkali-kali. Siwon mencoba membangunkan Sooyoung dengan lembut tapi wanita itu tak bergemin. ” Soo…Soo…”

Sooyoung merengkuh tubuhnya semakin erat. “Siwon…” Bisiknya dalam tidur.

Seketika pertahanan diri Siwon hancur. Dia melihat setitik air mata di ujung mata Sooyoung. Mereka hanya teman, mereka hanya sahabat saat ini, seorang kenalan yang sudah lama bersama, tapi entah setan apa yang merasuki pikiran Siwon saat merengkuh Sooyoung dalam buaiannya. Menggendong wanita itu masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan tubuh lembut itu di atas tempat tidurnya.

“Kenapa? Kenapa kau tak membantuku sama sekali? Aku ingin menyerah, Soo. Kenapa kau tak membantuku sama sekali?” ujar Siwon seraya menyentuh alis Sooyoung. Dia menghapus perlahan air mata Sooyoung di pipinya, mencoba dengan perlahan agar tidak membangunkan gadis itu. “Aku mencintaimu hingga sakit rasanya. Kenapa kau tak membantuku sama sekali…..” Ujar Siwon seraya menautkan jemari mereka. Siwon merasa matanya begitu berat saat membaringkan tubuhnya di sisi Sooyoung. Dia mencoba menjaga jarak agar kulit mereka tak saling bersentuhan. Menikmati momen ini seperti dulu, seolah Sooyoung tetap miliknya. Dia mengutuk dirinya sendiri karena merasa lemah. ” I live you, Soo. I live you…” Bisik Siwon sebelum menjalin kelingking mereka bersama. Dia tertidur di samping Sooyoung, merasa ini adalah kesempatan terakhir yang mereka miliki.

**************************

” i live you, Soo. I live you….”

Sooyoung terbangun saat Siwon mengucapkan kata yang menyesakkan hatinya itu. Tapi Sooyoung menjaga dirinya agar tetap memejamkan matanya hingga mendengar napas perlahan Siwon di sampingnya. Lelaki itu tertidur dan Sooyoung bisa membuka matanya. Dia menatap nanar ke arah Siwon yang terlihat begitu berantakan. Lelaki itu butuh bercukur karena jambangnya sudah mulai tumbuh di dagunya yang biasanya bersih. Lelaki itu butuh tersenyum, karena Sooyoung merasa hanya senyum yang pantas tersungging di bibirnya.

Sooyoung mengamati lelaki itu tertidur. Ini pertama kali dalam hidupnya, walau di masa lalu mereka sudah sering bersanding bersama, ini pertama kali Sooyoung mengamati wajah Siwon yang tertidur. Dia begitu tampan dengan bulu mata lentik tebal berwarna hitam. Pipinya masih menyisakan garis yang disemati oleh lesung pipit yang indah. Bibirnya begitu merah karena Sooyoung tahu, Siwon bukan perokok. Dengan sangat perlahan Sooyoung menyentuh dagu lelaki itu, naik ke pipinya. Menyentuh alis tebalnya, seolah itu terakhir kali mereka berjumpa. Dia tak yakin akan ada kesempatan lain lagi, dia tak yakin, dengan keberanian yang entah dari mana, Sooyoung membunuh jarak di antara mereka. Air mata Sooyoung sudah mengalir di pipinya saat bibir dingin mereka bertemu. “I live you Siwon, I live you…..

*******************

-TBC-

Hehhhhhh, sudah selesai.

NB ini ada delet Scenya saat fitting baju pengantin, kalo mau nanti saya sertakan sih, karena masih banyak event, termasuk bikin janji pernikahan dan adat pernikahan inggris lainya, reheresal dinner, pesta bujang, dll.

Dan I LIVE YOU itu bukan TAYPO loh ya, tu adalah istlah LOVE + LIKE yang ada dalam buku Halleen Cover :D, saya make itu sih karena Love udah pasaran xixiixxiix.

Oke selamat membaca …..

Maaf banyak taypo dan aneh , sudah ya sudah, lanjut dua hari lagi OK :D,

Untuk commnt maaaf belom bisa balas satu-satu karena pulsa limit (penyakit akhr bulan :p) ok bye 😀

Advertisements

48 thoughts on “[FF] Autumn In Hampshire -C.4- [Last Pre-End]

  1. authornya…
    Kenapa jadi begini thoorr..
    Bikin jejeritan..
    OMGD. Bisa dilanjutin deh thoorr..
    Penasarn nih..
    Thor tetep soowon thor..
    Satuin mereka thorr..

  2. Nyesek bacanya! 😦
    Changmiinn Kau sungguh menggemaskan!Tapi kau juga egois! 🙂
    SooWon harus kembali bersama 😦 apa harus dijadikan TTW dengan hastag #SooWonAlwaysLove dulu baru mereka bisa bersatu?Konyol 😦
    2 Hari lagi?Aku tunggu 🙂 Fightingg~!! 🙂
    Oh ya Tag in aku PQMEnya juga ya unnie 🙂 Makasih 🙂

  3. ceritanya bener2 bagus banget!!!! (y)
    soowon kasian :((((((
    sooyoung nggak berani ngungkapin isi hatinya yang sebenernya 😦
    ohya, nama facebooknya kak adaya apa ya?

  4. Omona adayaaaaa.. Kenapa beginiiii ini nyesek bacanya, ya ampun kenapa sih mereka engga kaya yg dibilang yunho aja sama2 jujur sama perasaannya masing-masing jadi engga tersiksa begini, bukannya changmin juga udah bilang kalo emang soo unnie engga mau dia bakalan engga ngelanjutin juga..

  5. thor kenaapa tambah rumit..
    ayolah thor ff ini semakin lama semakin menyakitkaaaannn
    kasian siwon oppa thooor, kasian soo onnie juga kalo jadi nikah sm changmin oppa..
    astaga thor, please jadinya soowon aja dong I beg on you thor..
    tapi aku malah ada satu pikiran yg kayanya nggamungkin terjadi, aku pikir kalo changmin pas wedding daynya malah narik siwon ke altar buat nggantiin changmin marrying soo onnie, thats what i was thought kekeke mian kalo salaah

  6. eoni… keren 🙂
    bacanya nyesek loh eon..
    kasihan banget siwon oppa, tersiksa sama perasaannya..
    soo eoni kenapa gak bilang aja sih sama changmin?
    aku tunggu eon nextnya 😀

  7. ahhh.. chapter ini… gabisa ngomong apa apa tor.. daebak, sedih nya ada juga.. tor please tor endingnya soowon aja 😦 sedih gila tor.. btw, kirain aku live itu typo… wkwkwkkw XD good job tor.. btw. jadi hiatus tor?? 😦 bakal kangeeenn banget sama tulisan adaya 😦 next chapternya ditunggu lho..

  8. Nyesek banget sih baca nya apalagi dari awal yg author bilang bakal hiatus 😥 sedih sedih sedih
    pertanyaanku sih author bakal balik lagi kah sesudah hiatus atau bikin blog sendiri?
    ok keep fighting eon ditunggu endingnya 🙂

  9. Wuah makin membuat hati aku remuk nih, prasaan mreka itu tersiksa karna kbodohan mreka yg saling mencintai tp tak mampu menunjukan pada dunia bahwa aku mencintainya atau mengatakan “hey Dunia! Dia milikku dari dulu hingga sekarang karna aku tetap mencintainya”
    walaupun cinta saja tidak cukup bagi mereka tapi setidaknya sedikit saja usaha yg mreka lakukan karena cinta akan berdampak baik.
    Ada taypo dkit cman satu kata, tp bkan yg (I LIVE YOU) karna aku udh tw itu.
    Next dtnggu jngan lama” buat si bodoh menderita 😀

  10. OMG…knp jadi begini…nyesek bacanya
    apalg sebelum baca ff ini dapat pengumuman yg jg mikin nyesek adaya mau hiatus akhirnya dpt double nyesek
    ih…gara2 baca tulisan hiatus diawal ff bacanya jadi gak semangat tp ff tetep TOP walaupun bikin gemes.
    Part2 awal aku suka banget sama changmin kok makin kesini jadi sebel sendiri udah tau cinta sama soo tp ttp juga pingin nikiahin yg notebane bikin soo tersiksa

  11. saia lagi-lagi ketinggalan postingan =.=
    #lemparkulkas

    asli ini nyeseeeeekkkkk beud dah ~
    selama ini saia selalu mengagung agungkan si changmin tapi asli engga pake bohong saia kesel ama dia disini !
    atau ini jangan2 rencana changmin mau nyatuin SooWon yak??
    hayo ngaku, hayo ngaku??
    siwon yg biasanya nih bikin saia kesel TO THE MAX suda 2 chap bener2 nyesek idupnya kasiannn ~

    saia engga bisa menebak ceritanya cius mi apah?? sad ending? happy ending??
    huahhh pusing saia mikirin ending ffnya. padahal saia pengennya engga senyesek ini cerita ~
    ini ff salah satu fave nya saia deh. emm ani ani ani nomor satu dah keanya ~
    hoho

    mau hiatus eon??
    hiks 😥
    kangen ntar saia ama tulisannya eonnie loh ~
    ntar tag yah kalo mao post di fb, hokeh hokeh??

    oh ia postan selanjutnya 2 hari lagi kan? bearti hari ini yak??
    asoiii ~
    saia tunggu loh ~ pai :*

  12. seperti biasa satu kata untuk menggambarkan ff ini, wow.
    aku suka banget sama gaya penulisan dan gaya bahasa ffmu.. berat tapi santai.
    ditunggu ff selanjutnya..

    kenapa hiatus?
    ff yang lain gimana? sayang banget sebenernya kalo hiatus..

  13. ga bisa comment apa2 coz commentq hampir sama d’part sebelum’a…
    yg aq bisa bilang L.A.N.J.U.T.K.A.N thor hahahahha 😀
    tp, ttp yahh happy ending ga kuat liat mereka kayak hantu tiap harinya
    dgn wajah muram, tanpa senyum, mata menyiratkan kepedihan yg amat sangat, seperti d’antara hidup dan mati. gak tau mw k’arah mana…kasian jujur
    emosi di ceritamu makin berasa di setiap partnya… dan kayaknya km tau bgt gtuh gmna perasaan org yg patah hati, bingung, galau, aq nemuin jiwa di cerita ini…

    next partnya d’tunggu yahhh keep writing

  14. eonnie..
    Sampai kapan?
    Sampai kapan soowon bakalan kayak gtu? T.T
    saling cinta tpi ga bsa bersatu :/
    cinta emang ga hrus memiliki,
    tpi aku pengen soowon sling memiliki 😦
    tros kalo emang kenyataan emang phit,
    biarin soowon hdup dlam dunia mimpi.
    Biar mereka bsa bersama T_T
    #frustasigw

    next part asap eon ^^

  15. Unnie mian bru bsa koment…
    Sprti biasa.. Ff mu slalu daebak…
    Susah jga yah jdi Soowon, pnya bnyak cinta utk satu sma lain tpi gag pnya kyakinan utk mmperjuangkan… Yg satu udh nyerah, yg satu mlah tkut nyakitin org lain.. Klu aq d posisi soo unnie pun.. Mgkin aq akn kyak gtu..
    Feelnya bnar2 dpat thor…

    Unnie, kmu jdinya buat kptusan hiatus?? Smpai kpan unnie?? Klu aq kngen sma tlsanmu bgmna unnie??;(;(;(

    hmmm.. Bkan cma soowon yg bkin nyesek.. Adaya unnie jga niegh bkin nyesek…:(:(

  16. miris banget bacanya, gak kuat kalo harus kayak siwon, menyerah karena gak bisa memperjuangkan cintanya, yaampun adaya, sukses lol sukses, aku mau nangis pas adegan siwon bawa soo ke kamarnya dan berucap sesuatu itu, nyesek banget…

  17. Ku pikir nie part udh the END ..
    udh siap” nie mo nanges guLing” sambiL nutup muka pake bantaL eh trnyata gg jadi .. #GUBRAK
    daebak eon …
    gg isa ku ungkapin pake kata” …

  18. Baru nemu ff ini 🙂

    yaampun thor , ini ff kereeen !

    Semoga nantinya siwon ngegantiin changmin beneran XD

    ato mungkin itu sudah jadi trik changmin buat nyatuin soowon ??

    Kyaaa can’t wait next part ~

    hwaiting thor 😉

  19. aduuh… aq dah komen blm y??? mian aq lupa…
    aq suka bgt ff ni complicated heart story… sedih jg. y udah c soowon terlalu ribet… tgl blg saling membutuhkan&mencintai beres… ckck jd kasian mrkny nich… huhu

  20. Wuaa akhirnya bisa kembali ke wp ini, menjadi reader dan memberi comment. Semoga Adaya Author benar2 menyelesaikan ff ini dan ff lainnya jg. Apa mungkin? yg pasti saya selalu berharap.
    Oh iya Author saya reader lama ko hanya ganti nama aja keke
    Adanya Author Fighting, jjang..

  21. Aaaaa gregetan bgt sama gimana endingnya!!!!! Comment di part 3 sama part 4 aku jadi satu ya thor?? Hehehe abisnya aku bingung mau comment apa… Dan cerita ini semakin nyesek dan semakin perih saja 😦 huwaaa nyess bgt sama perasaannya soowon :””” aku nangis thor bacanya/? :”””””

  22. perih + nyesek ,,
    please soowon thor ,,
    dan ini udah 11 bulan , masa author belum post chapter end nyah sii ,,
    please thor jangan di gantung ini ff ..
    penasaran bangedddd…

  23. Aku rasa changmin gk sejahat itu. Aku rasaaaa changmin mengetahui bahwa kebahagiaan soo hanya ada pd siwon, bgtu pula sebaliknya.
    Siwon hrs memperjuangkan dong. Jgn nyerah gitu aja.
    Ah keren bgt deh!
    Gumawo ya author

  24. Mianhe author ^^
    Baru comment

    Actually i love historical romance
    Aku pikir pertama kali akan kaya dare to tempt a duke

    Ternyata lebih ringan, bacanya enakk
    Ceritanya menarik
    Walau rasanya miris banget, terkadang kita berpikir, dengan merelakan akan jadi lebih baik

    Tp bener kata2nya yunho,
    Kalau memang bener2 berarti, kenapa ga diperjuangkan

    Gomawo thor ^^

  25. great authornim! ngena bgt feelnya.
    maaf br coment, baru nemu ff ini, lngsung bca smpe last update.. huhu syang sekali blm nemu endnya.
    udah lama nih, apakah ada lanjutannya?
    thanks b4

  26. Aku blm baca semua tulisan kamu. But you’re such as a damn good writer. Feelingnya itu loh dpt banget. emang telat bgt sih aku baru tau sekarang, kamunya uda hiatus. ayo nulis lagi dong ya? Please 🙂
    FB kamu apa kalo boleh tau?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s