[FF] Nothing On You – Chapter 6.B – [END]

Annyeong Adaya back with NOY

179

Hahhhhhh rasanya nulis -END- itu enak sekali :D. Sumpah ya, nulis doang, gak ngelengkapi. Akhirnya tiba di ujung cerita nih NOY, ada senang dan sedihnya sih, tapi banyak senangnya, karena saya gak akan berkutat dengan orang-orang gila dan labil lagi deh, lol.

Karena saya sudah merubah banyak sekali cerita intinya, jadi gak ada salahnya kalo ending di buat agak berbeda dari originalnya, kan 😀 ? Ok lah, gak usah terlalu banyak basa-basi, happy reading aja yah.

poster 2

Title              : Nothing On You

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung dan Choi Siwon ( Soowon Couple )

Other Cast    :

  • Cho Kyuhyun –> Cho Kyuhyun
  • Shim Chang Min –> Cho Changmin –> Max Changmin 
  • Hwang Tifanny –> Tifanny 
  • Victoria Song –> Victoria

Type            : Chapter

Genre          : Romance, Happy Ending , Family

Rating         : PG-18 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

  Chapter –6.B- [END]

“Sometimes goodness doesn’t tell everything it knows. Sometimes goodness waits for the appropriate time and does the best it can with what it has.” 
― Sylvain Reynard, Gabriel’s Inferno 

Sometimes we’re holding angels
And we never even know
Don’t know if we’ll make it,
But we know,
We just can’t let it show

It’s everything you wanted, it’s everything you don’t
It’s one door swinging open and one door swinging closed
Some prayers find an answer
Some prayers never know
We’re holding on and letting go

– Ross Copperman, Holding On Letting Go

********************

Author POV-

Changmin keluar dari ruang operasi dengan wajah tertunduk lemas. Wajahnya begitu pucat hingga Siwon mengira lelaki itu bisa pingsan sewaktu-waktu. Siwon tahu itu adalah pertanda buruk.  Dia melangkah maju dan menghampiri Changmin yang baru setengah jalan menuju dirinya.

Siwon mengamati lagi wajah lelaki itu dan memberikan pertanyaan tak terucap di bibirnya.

“Maafkan aku.” Bisik Changmin lirih. “ Aku sudah berusaha semampuku.”

Siwon terhenyak, detak jantungnya bekerja dua kali lipat, berdentum, dan mengirim getar ngeri di kepalanya. “ Apa maksudmu?” tanya Siwon terbata. Dia tahu saat ini separuh kekuatan yang dimilikinya sudah pergi bersama angin kepedihan. Tapi dia ingin mendengar semuanya. Tenggorokannya naik turun dengan kalut. Sorot mata takut terpancar di mata hitamnya, tapi kerut tak percaya menghiasi dahinya. Tidak. Sooyoung tak akan meninggalkannya dengan cara seperti ini.

“ Arteri di sekitar diafragma Sooyoung sudah hancur. Dia sudah kehabisan banyak darah saat kita membawanya kemari. Tusukan itu merusak susunan pembulu darahnya, tak ada tempat untuk darah mengalir. Aku sudah melakukan sebisaku, Siwon. Tapi intubasi dan penyambungan pembulu darah tak bisa menjamin kepulihannya. “

Lebih dari sedih, Siwon merasa marah. Dia marah pada Changmin yang tak bersalah, dia marah pada Tuhan yang membuat situasi menjadi serumit ini, dan dia marah, sangat marah pada dirinya sendiri, karena tak mampu melindungi Sooyoung. Dan bayinya…..

Kenyataan itu menusuk jantung Siwon. Dia tertunduk, lututnya melemas. Bayi mereka. Bayi yang bahkan belum pernah dilihatnya. Setetes air mata frustasi meluncur di pipinya, dia menahan napasnya yang terasa mengganjal tenggorokan. Siwon terisak lirih. Tubuhnya masih dibalut darah Sooyoung dan bayinya. Dia bisa merasakan aroma bayi yang tak pernah dikenalnya. Belahan jiwanya, darah dagingnya. Siwon tak mampu berucap, suaranya tercekat lirih.

“Aku turut prihatin atas kepergian anakmu.” Ujar Changmin lirih.

“ Apa kau melihatnya?” tanya Siwon terbata, membiarkan air matanya mengalir pelan di sela perihnya.

Changmin mengangguk pelan. “Dia bayi yang amat cantik.”

“ Cantik? Jadi dia perempuan?” Air mata Siwon kembali tumpah, membayangkan menimang bayi kecil yang sangat mirip dengan Sooyoung. Menidurkannya dalam buaian, dan menghujaninya dengan cinta. Bayangan itu begitu menyakitkan, hingga dia yakin bisa merenggut jiwanya.

Soo, sebaiknya kau bertahan. Karena jika aku juga kehilangan dirimu, aku tak yakin aku masih mampu bertahan. Aku ingin ikut, Soo… bersamamu …..

***********************

Siwon duduk dalam diam di kamar itu. Matanya hanya menatap diam pada tubuh Sooyoung yang terlihat rapuh dalam tidurnya. Wajah Sooyoung terlihat begitu tenang. Siwon sedikit tersenyum getir saat merasakan hembusan napas Sooyoung yang sangat lemah. Siwon meraih tangannya yang begitu dingin. Menggengamnya perlahan dan memberikan kecupan ringan.

Siwon kembali menangis. Dia begitu banyak menangis hari ini. Lebih dari saat pertama dia melihat Sooyoung berada di titian hidup dan mati. Orang bilang pengalaman akan memberimu kekuatan, tapi bagi Siwon, merasakan hal ini lagi, berfikir bahwa dia mungkin akan kehilangan Sooyoung dan tak akan mampu lagi melihat senyumnya, benar-benar menyiksa batinnya. Rasa perih itu terus datang tanpa henti seiring detik jam berlalu. Semangatnya pupus, keinginan untuk turut pergi bersama Sooyoung semakin kuat. Tapi pikiran yang menyusup di kepalanya membuatnya terhenyak. Dia cemburu, dia masih cemburu dengan Kyuhyun. Siwon tertawa lirih. “ Apa kau lebih memilih kematian karena kau bisa bertemu dengannya? Lagi?” Siwon terisak, pikirannya sudah cukup kacau, hingga dia cemburu pada orang yang sudah mati. “ Aku gila. Aku gila, Soo. Lihat apa yang kau akibatkan padaku?”

Siwon menghapus air mata yang terjatuh di tangan lembut Sooyoung. Dia membelai pipi wanita itu dengan lembut. Mencoba membisikkan perkataan cinta di telinganya. Semua tubuhnya begitu dingin. Sosok Sooyoung begitu pucat di atas bantal putih itu. Dia bagai sosok dalam mimpi yang muncul menjadi sebuah kenyataan. Bibirnya membiru, dan ada luka yang sudah mulai berwarna ungu di pelipis dan ujung bibirnya. “ Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku….” Suara Siwon kembali tercekat. Siwon menelan gumpalan di tenggroakannya, memberi sentuhan lemah di dada Sooyoung.

Siwon ingin memeluk Sooyoung. Merengkuhnya erat, tapi dia tak ingin menyakiti istrinya. Dia ingin menangis dan tidur di sampingnya, merasakan tubuh Sooyoung, mengingat wajahnya, dan menyentuhnya dengan kasih. Kenyataan lain kembali menyerangnya, saat dia belum membalas pernyataan cinta Sooyoung. Siwon kembali mengaitkan jemarinya di tangan Sooyoung, menggosoknya lirih, hanya untuk memberi kehangatan pada tubuh dingin itu. ” Ada begitu banyak yang ingin aku ceritakan padamu, Soo. Aku ingin mengakui segalanya. Aku cemburu pada lelaki itu. Aku marah pada kebodohanku. Aku lelaki yang bodoh karena membuatmu tersiksa. Aku tak  ingin kau pergi sebelum aku menebusnya. Kau harus memukulku, Soo. Membalasku dengan kejam. Maki aku karena tak mampu melindungimu……”

“Aku tak akan bisa hidup tanpamu. Bangunlah, lass. Aku membutuhkanmu. Anak kita,” Siwon menggantung ucapannya, matanya memejam perih. “Anak kita telah kembali ke sisinya, bagaimana aku sanggup menghadapinya jika kau juga pergi dari sisiku?“

“ Changmin bilang dia adalah bayi yang cantik. Changmin melihatnya, Soo. Aku juga…dia begitu kecil dan biru. Dia masih sangat kecil. Dia…Dia lebih cantik dibanding dirimu.” Siwon tertawa lirih, tawa pahit yang mencekat tenggorokannya.

Siwon terus bercerita secara acak, dia frustasi, marah, kemudian menangis lagi, memohon maaf pada Sooyoung, menciumi jemari wanita itu seolah dia akan bangun karenanya. Dia tertawa perih dan kembali jatuh ke dalam rasa putus asa. Dia mencintai istrinya, dan dia belum mengatakan padanya. Dia ingin Sooyoung mengetahuinya. Keinginan untuk memenuhi rumah mereka dengan canda tawa anak dan cucu mereka. Keinginanya untuk menebus semua kesalahan yang pernah dilakukannya. Siwon tak ingin semua mimpi itu berakhir. “ Kau pembohong. Kau pembohong, Soo. Kalau kau bukan pembohong, bangunlah. Kembali ke sisiku. Aku tak pernah menyuruhmu pergi, aku tak akan mengizinkanmu. Kau berjanji padaku, kau berjanji untuk terus berada di sampingku, kau berjanji akan memenuhi rumah kita dengan tawa anak-anak kita. Aku mohon, Soo….”

Siwon menunggu, mencoba mendengar detak jantung Sooyoung yang lemah.“Bagaimana aku bisa hidup tanpamu, Soo? Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Kau belum mendengarnya, kau harus bangun untuk tahu, Sayang. Aku belum mengatakan aku mencintaimu. Aku bahkan belum membalas bahwa aku juga mencintaimu.”

Siwon tak menyadari dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikanya dengan tatapan iba. Changmin ada di balik pintu kamar Sooyoung yang terbuka sedikit. Di tangannya ada secangkir kopi untuk Siwon. Dia tahu lelaki itu tak akan pernah tertidur sampai mengetahui istrinya bangun dari krisis hidupnya.

Changmin mengerut pedih dan memandang ke arah cangkir kopi yang mulai mendingin. Dia tak mengerti dengan perasaan kasih semaca itu, tapi dia tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat dikasihinya. Kematian Kyuhyun menusuk jiwanya, dia hampir gila karena itu. Tapi dia berusaha bertahan, karena dengan mengikuti kepedihan, dia tak akan mampu berada di sini, saat ini, untuk membantu Sooyoung. Walau terlambat mengetahui kenyataan, Changmin tak akan melupakan hutang nyawanya pada Sooyoung. Dia tahu dia melakukan banyak kesalahan sebelum ini, tapi itu tak akan berlanjut setelah dia mengetahui kebenaran tentang kematian Kyuhyun. Yang terpenting, Changmin juga ingin mengucapkan maaf pada Sooyoung. Dia pernah memberi ancaman kosong pada wanita itu, meragukan kasihnya pada Kyuhyun, dan meremehkan ikatan sucinya dengan Siwon.“ Apa yang harus kulakukan, Kyu. Aku tak mampu memutar waktu. Apa yang bisa ku perbuat disaat seperti ini?”

******************

Changmin menghempaskan diri di kantornya. Sejam yang lalu dia sudah menerima laporan dari Jaejoong bahwa Victoria sudah kembali diamankan. Bukti dan fakta yang berhasil dikumpulakan oleh Changmin sudah cukup untuk memasukkan wanita itu ke dalam sel tahanan. Tapi Changmin tahu Victoria tak sebodoh itu, dan dugaanya kembali benar. Kali ini Jaejoong meneleponnya dan mengabarkan bahwa Victoria menggunakan cara lamanya, asas praduga yang memberinya keringanan untuk masuk ke dalam kamar rehabilitasi.

Changmin tersenyum lirih. Victoria cerdik dalam langkah itu, tapi dia bukan lawan yang bodoh. Secepatnya dia akan membuat wanita itu menerima hukuman yang setimpal. Tapi, dia membutuhkan Sooyoung. Dia membutuhkan wanita itu hidup. Tidak hanya untuk membalas Victoria, tapi juga untuk menenangkan dirinya sendiri.

Changmin meraih ke dalam lemarinya, dia menemukan diary kulit yang sedikit kusam. Victoria mengira dia sudah berhasil mendapatkan diary Kyuhyun, alih-alih wanita itu hanya termakan dalam jebakan Changmin untuk membuktikan kecurigaannya. Victoria sudah menghancurkan barang bukti yang akan memasukkan dia ke dalam bui, tapi yang dihancurkan olehnya adalah diary palsu yang sengaja ditukar oleh Jaejoong.

Changmin menghela napas perlahan. ” Ini bukan milikku, Kyu. Kau menyembunyikannya agar wanita itu yang menemukannya. Bukan begitu?. Hanya Sooyoung yang boleh memiliki ini. Hanya Sooyoung yang bisa mengetahui rahasiamu, bukan begitu, Kyu?

******************

Fanny datang dengan langkah perlahan, diikuti Yunho di balik tubuhnya. Dia menyesal karena datang, karena dia melihat kehancuran sebenarnya di mata Siwon. Fanny pernah melihatnya sekali saat Sooyoung terjatuh dari tangga, tapi dulu tak separah ini. Mata Siwon menerawang kosong. Dia menatap istrinya dengan pilu, mata itu tak mengerjap seiring detik berlalu. Terus dan terus mengalirkan genangan air mata dalam diam.

Fanny melihat ke arah Yunho dan lelaki itu memberi isyarat pada Fanny untuk menghibur sahabatnya. Fanny mengangguk lemah sebelum menepuk punggung Siwon. Lelaki itu tak repot untuk memandang ke arahnya, dia hanya menarik nafas tanpa meninggalkan tatapannya pada Sooyoung. “ Katakan padanya. Dia tak boleh pergi. Katakan padanya, dia harus segera bangun. Dia tak mau mendengarku….” Bisik Siwon lirih. “ Dia sedang menghukumku. Dia ingin meninggalkanku sendiri dan bersenang-senang di alam lain, bersama anakku.”

“Siwon….” Fanny menyentuh lembut pundak lelaki itu, memijatnya lirih.

“ Dia harus bangun, Fanny. Dia harus bangun. Karena jika dia tak segera bangun, aku akan menyusulnya, aku akan segera menyusulnya…..”

Fanny terenyuh, dia ikut terisak perih. Dia bisa merasakan kepedihan Siwon yang membuatnya berkata seperti orang gila. “Anakmu akan menguatkannya, dia akan menguatkan ibunya…. Kau harus percaya itu….”

Siwon tertunduk lesu. “ Aku harap aku mampu, Fanny. Aku harap aku mampu mempercayainya.”

******************

Dimana aku? Kenapa aku ada disini? Kenapa tempat ini begitu gelap. Kenapa segalanya seperti menghilang dalam kehampaan?

Sooyoung mengerjapkan matanya yang perih. Dia tak tahu kenapa dia menangis, tapi air mata tak mau berhenti mengalir walau dia memerintahkannya. Sooyoung merangkul kakinya dengan kedua tanganya, mencoba mengerti kenapa hatinya terasa kosong dan perih. Dia terus menangis dalam kegelapan, hingga suara lembut dari balik punggungnya menenangkannya.

Gadis kecil itu tersenyum ke arahnya, memanggilnya dengan sapaan asing yang lembut. Hati Sooyoung menghangat saat melihat gadis dengan wajah bulat dan rambut hitam lebat dihadapannya. Sooyoung merasa mengenal gadis itu, matanya yang hitam seperti biji kopi yang sudah masak, dagunya lancip, dan bibir mungilnya mengingatkan Sooyoung pada dirinya sendiri. Secara samar Sooyoung bisa melihat senyum suaminya yang terlukis manis di bibir miring dan lesung pipi dalam di wajah gadis kecil itu.

Sooyoung terus mengamati wajah gadis kecil itu, hingga dia menyadari, jika gadis itu adalah perpaduan dari dirinya dan Siwon.

Sooyoung terpekik lirih, saat gadis itu berlari dan merengkuh lehernya. Aroma bunga Sweet Pea menguar dari tubuh kecil itu, dia mencium kecil dahi Sooyoung, kemudian tersenyum lirih. ” Jangan menangis,” bisik gadis itu dengan nada lembut. “Jangan menangis….” Ulang gadis itu sekali lagi.

Sooyoung meledak dalam kepedihan saat dia menyadari bahwa gadis itu adalah anaknya. Dia merangkul gadis kecil itu dan memberinya kecupan di dahi kecilnya, Sooyoung terengah karena perih. Dia mengingat segalanya sekarang, dia sudah pergi, apa dia sudah mati?. Tapi Sooyoung merasa tak masalah karena dia bisa bertemu dengan anaknya lagi. Sooyoung merengkuh anak itu dengan erat dan membisikkan kalimat cinta lirih. Tapi gadis itu menjauh perlahan. Dia tersenyum dan mengecup pipi Sooyoung lembut. “Selamat tinggal….Jangan menangis….” Bisiknya sebelum berubah menjadi kelopak bunga Sweet Pea yang menggantung di udara.

“JANGAN..JANGAN….JANGAN PERGI.” Jerit Sooyoung di dalam kegelapan. ” JANGAN TINGGALKAN AKU….” Sooyoung terus menjerit saat tak ada yang datang. Dia merangkul kembali dirinya, mencoba menenangkan kepedihan yang tak berujung itu. ” Anakku…Anakku…Bawa aku padanya….” Sooyoung terus bergumam hingga dua pintu asing tiba-tiba muncul dihadapannya.

Sooyoung melihat buram ke arah dua pintu itu. Satu pintu terbuka perlahan, dia melihat Kyuhyun berdiri murung di sana. Sooyoung juga melihat pantulan dirinya saat masih remaja. Dia menggandeng tangan Kyuhyun dan bergelayut gembira di lengannya. Kemudian pintu lain terbuka, dia melihat Siwon di sana. Lelaki itu terlihat lusuh dan berantakan, wajahnya pucat penuh rasa putus asa. Sooyoung kembali menatap pintu sebelumnya, dia melihatnya, kakek dan kedua orangtuanya bersama Kyuhyun sedang berdiri di ambang pintu. Sooyoung melihat Kyuhyun dan Siwon sama-sama mengulurkan tangan padanya. Sooyoung terlihat begitu bimbang.

” Jika kau meraih tanganku, aku akan mempertemukanmu dengan anakmu.”  Kyuhyun berkata perlahan. Dia tersenyum lirih ke arah Sooyoung.

Sooyoung berbalik pada Siwon, lelaki itu tak berkata apapun, Sooyoung memutuskan, dia akan bertemu dengan anaknya, dia akan bersama anaknya, dimanapun tempatnya. Sooyoung menatap wajah Siwon yang kusut. ” Miane, Oppa. Miane….” Ujar Sooyoung lirih. Ada kekosongan di hatinya saat dia berbalik memunggungi Siwon dan berjalan ke arah Kyuhyun. Tuhan…semoga ini jalan yang benar …..

******************

” PANGGIL DOKTER! ” Siwon menjerit histeris saat denyut jantung Sooyoung menghilang. Dia terus merancau dan membuat Fanny khawatir. Yunho sudah berlari untuk memanggil bantuan. Fanny bisa merasakan kegilaan yang merasuki hati Siwon. Lelaki itu menjerit-jerit seperti orang gila saat Sooyoung tak bernafas. ” YA TUHAN…KENAPA KAU BEGITU KEJAM PADAKU…. KENAPA KAU MEMBIARKANKU MELIHAT SEMUA INI….”

“Oppa!” Fanny menarik Siwon yang meronta. ” Oppa! Tenangkan dirimu.”

Paramedis bermunculan dari arah pintu. Mereka menarik mesin pemacu jantung dan menekankan ke dada Sooyoung keras. Wanita itu terhentak pelan saat mesin itu menekan dadanya. ” Tekanan darahnya menurun. Jantungnya berhenti berdetak.” Mereka saling berteriak dan berlari siaga.

” Tekan lebih keras. Naikkan tekanannya. “

” Baik. ” Mereka mencoba memacu jantung Sooyoung sekali lagi. Nihil. Detak jantung Sooyoung menghilang. ” Sudah tak ada harapan lagi……”

Siwon menyeruak kerumunan paramedis dan mengeluarkan umpatan yang membuat mereka menganga. ” JANGAN. JANGAN MENYERAH. AKU MEMBAYAR KALIAN. AKU MEMBAYAR BUKAN UNTUK MELIHAT ISTRIKU MATI…..” Siwon meraih kasar alat pemacu jantung itu, tapi paramedis yang setinggi dirinya menahannya. Siwon mengumpat dan menyentak paramedis itu agar menyingkir.

“Soo…Soo…..” Siwon melakukannya. Meletakkan alat dingin itu di dadanya. Sooyoung berguncang pelan seiring tekanan dari alat itu. ” Bangun, Sayang. Jangan tinggalkan aku….” Siwon terus melakukannya. Tak ada yang berubah. Sooyoung tetap kaku disana, tak ada tanda-tanda kehidupan.

Siwon menjerit frustasi dan membanting alat itu. Dia menekan telapak tangannya ke dada Sooyoung. ” Bangun, bangun, bangun. BANGUN!!”

Semua orang di ruangan itu menatap iba pada Siwon. Lelaki itu kehilangan kewarasannya. Fanny menangis di ujung ruangan. Dia tak mampu melihatnya.

Siwon mencium bibir Sooyoung, menyibakkan rambut yang menutupi wajahnya. ” Bangun…” Bisiknya lirih sebelum kembali menjerit kasar. ” SIALAN KAU TUHAN. AKU MEMBENCIMU ….”

” Oppa….” Fanny maju selangkah menarik Siwon dan memeluknya erat. Lelaki itu meronta dan menjerit sekuat tenaga.

Paramedis yang ada di ruangan itu tak mampu berbuat apa-apa, mereka sudah berusaha semampunya. ” Maafkan kami, Tuan Choi.”

Siwon tertunduk lemah di tempatnya. Dia tak membutuhkan maaf, dia tak membutuhkan penyesalan. Yang dibutuhkannya adalah Sooyoung. Atau kematian. ” Soo…Soo….Bawa aku bersamamu.”

*******************

 Dua bulan kemudian ……

” Apa kau mengenal orang ini?” Seorang terapis jiwa sedang memeriksa keadaan Victoria. Wanita itu terdiam kaku di tempatnya. Dia menolak bicara. Saat terapis itu menunjukkan foto Sooyoung, Victoria hanya menggeleng lirih. Dia memberi tatapan kosong pada terapis itu dan berkata ‘tidak’.

Terapis itu menghela napas lelah. Dia kembali memberi Victoria foto baru, foto kedua orangtuanya. “Kau mengenalnya? Mereka orangtuamu?” Terapis itu terus berkata, mencoba menelisik perubahan ekspresi sekecil apapun di wajah Victoria. Tapi dia kembali merasa pening saat melihat ekspresi datar di wajah Victoria. Dia sudah menangani anak ini sejak remaja, tapi dia selalu merasa bahwa posisi mereka terbalik.

” Sampai kapan kau akan terus melakukan ini, Song Qian.”

Victoria menoleh ke arah suara asing yang baru memasuki ruangan terapinya. Sang terapis memberi senyum sopan pada lelaki asing itu. Dia mempersilahkan agar lelaki itu duduk di tempatnya. ” Dia menolak berbicara. Aku harap saranmu bisa berhasil, Changmin. Aku akan membiarkan kalian berdua.” Terapis itu menepuk punggung Changmin ramah dan meninggalkan ruangan.

Changmin menunggu sampai terapis itu benar-benar meninggalkan mereka berdua sebelum menyapa Victoria dengan sapaan yang paling dibencinya. ” Lama tidak berjumpa, Song Qian.”

Victoria merubah ekspresi datarnya, dia tersenyum licik ke arah Changmin. ” Apa yang kau lakukan disini, Sayang? Mengintimidasiku? Akan kupastikan kau segera bangun dari tidurmu.”

Changmin mendengus lirih. Wajahnya tak kehilangan ketenangannya. ” Kau yang akan segera terbangun dari mimpimu, Sayang. Bukan aku.” Ancam Changmin.

Victoria terkekeh sinis. Urat di pelipisnya keluar karena menahan amarah. ” Tak ada yang lebih tahu teori kejiwaan dibanding aku, Changmin. Aku mengusainya. Aku bisa membuat orang normal merasa gila, dan sebaliknya. Terapis disini sama payahnya. Teori? Cih….” Victoria kembali terkekeh pelan. ” Teori konyol. Mereka tak mampu memaksaku untuk mengakuinya, karena aku tahu kelemahan mereka. Teori bodoh yang memaksakan seolah-olah mereka bisa membaca hati manusia….”

Entah apa yang membuat Changmin merasa iba. Bagaimana Victoria mampu hidup dengan kebencian di hatinya. Changmin mencoba melihat dari sisi Victoria berkali-kali. Dia menyadari bahwa Victoria tak memiliki siapapun selain kebencian di hatinya, yang menjaganya untuk tetap ada, yang menjaganya untuk tetap merasa seperti manusia normal lainnya. Dia menolak dirinya sendiri, dia berbohong dan membenci dirinya, dia tak mampu memaafkan masa lalunya, hingga terjebak ke dalam lumpur penat kekejaman. ” Kau menyedihkan, Song.”

Victoria berhenti terkekeh. Wajah kerasnya menatap Changmin dengan keinginan membunuh. ” Aku memiliki segalanya, Changmin. Aku berhasil meraih cita-cita tertinggiku untuk membunuh musuhku.”

” Karena itulah, bagiku kau menyedihkan.”

Victoria mengernyit tak mengerti. Dia terlihat gusar di tempatnya. ” Apa kau gila? Aku bilang aku berhasil meraih cita-cita tertinggiku. “

Changmin terkekeh saat mendengar tuduhan Victoria. ” Karena kau tak mampu menerima siapa dirimu.”

Mata Victoria menyipit tak senang. ” Apa maksudmu?”

” Jiwamu sakit. Jiwamu sakit. Kau kesepian di dunia ini. Kau malu mengakui kalau kau kesepian. Kau mampu membunuh musuhmu. Tapi setelah itu apa? Bukankah kau hidup untuk menghabisinya, lalu setelah dia pergi dari dunia ini, apa yang akan menahanmu untuk hidup? Kehampaan? Bukankah itu sebenarnya yang kau rasakan? Kau mencari ke semua tempat, orang yang menyayangimu, orang yang mengatakan bahwa semua bukan salahmu, orang yang mengetahui rasa sakitmu. Dan kau menemukannya. Ironisnya sosok itu adalah orang yang sangat kau benci. Sooyoung. Bukankah dia satu-satunya orang yang mampu menerimamu? Tapi kau menghabisinya. Itulah kenapa aku mengatakan bahwa kau begitu menyedihkan.”

” Jangan sebut nama itu!” geram Victoria. Matanya mendelik ke arah Changmin yang terlihat begitu tenang.

” Apa kau tak pernah mendengar pepatah? Jika kebaikan selalu menunggu saat yang tepat untuk menunjukkan dirinya, Song,” Changmin berdiri dan menuju ke arah pintu. ” Dan sekaranglah saatnya.” Changmin tersenyum ke arah Victoria seraya membuka pintu lirih. ” Kejutan….”

Victoria terperanjat dari tempatnya, dia berdiri dengan cepat hingga menjatuhkan kursi yang didudukinnya. ” Kau….Kau…Kau masih hidup?”

Sooyoung berdiri di sana dengan senyum lirih di bibirnya. ” Unnie. Bagaimana kabarmu?”

Tepat saat itu Changmin merasakan jika Victoria juga manusia. Jeritan itu, jeritan frustasi pertama yang didengarnya. Tak ada satu manusiapun yang bisa memaksakan takdir.

********************

Flashback :

Dua bulan yang lalu ….

Sooyoung berjalan lirih ke arah Kyuhyun. Dia sudah akan meraih uluran tangan lembut itu. ” Jangan!” Sooyoung mengalihkan tatapanya melihat ke arah suara yang menghentikannya.

” Jangan tinggalkan aku, Soo.” Siwon menangis lirih. Lelaki itu terlihat begitu tersiksa.

” Aku akan mempertemukanmu dengan anakmu, Soo. Keabadian. Kebersamaan. Bukankah itu yang kau inginkan?” Kyuhyun berucap. Sooyoung kembali melihat ke arahnya.

” Aku tak bisa hidup tanpamu, Soo. ” Siwon kembali menjerit. ” Ayo kita pulang, Soo. Meraih impian kita. Kembalilah bersamaku, Soo.”

Sooyoung menatap Siwon dengan perih. ” Maafkan aku, Oppa. ” Sooyoung kembali memunggunginya. Tapi jeritan frustasi Siwon menahannya.

” Jika kau pergi, jika kau meninggalkanku, setidaknya bawa aku bersamamu, Soo. Aku mencintaimu, Soo. Aku mencintaimu.”

Setetes air mata mengalir di pipi Sooyoung. Dia ingin meraih Siwon, tapi disisi lain Sooyoung ingin bersama anaknya. Impian dan harapan, rasa kasih Siwon. Dia tak tahu mana yang akan dipilih. Dia tak ingin melihat Siwon menderita. Kelebatan kepedihan Siwon membuat Sooyoung tertunduk perih. Dia bisa menemui anaknya. Nanti. Ada keabadian membentang untuk mereka. Tapi kebersamaan dengan Siwon dipisahkan oleh waktu dan umur manusia. Sooyoung menegakkan kepalanya, tersenyum tulus pada Kyuhyun dan semua orang yang disayanginya. ” Aku akan menyusul kalian. Nanti. Jika saatku sudah tiba. Tunggu aku, Oppa. Tunggu aku.” Sooyoung segera berbalik dan berlari ke arah Siwon. Dia meraih uluran lelaki itu. Mengaitkan jemari mereka perlahan dan melangkah melewati pintu yang akan membawanya kembali pada kehidupan yang penuh misteri.

Hidup tak pernah mudah, tapi tetap menyenangkan untuk dijalani. Manusia terluka lagi dan lagi, jatuh dan bangun, perih dan sakit, tapi manusia akan belajar. Luka baru akan terbentuk, tapi semuanya akan berlalu dan menjadi bekas luka, walau pada akhirnya tak akan pernah sama, tapi bukankah manusia sungguh luar biasa. Hidup sungguh luar biasa. ” Aku kembali, Oppa.” Bisik Sooyoung lirih di rengkuhan suaminya.

******************

Tit.Tit.Tit.

Salah satu paramedis terpana saat melihat alat pendeteksi detak jantung kembali memperlihatkan grafik kehidupan. ” Ya Tuhan, aku kembali melihat keajaiban.” Bisik Paramedis itu.

Semua kepala melihat ke arahnya sebelum beralih ke arah yang ditujunya. ” Siapkan bantuan pernapasan. Dan …” Dokter yang ada di situ tersenyum maklum saat alat pemacu jantung mereka sudah terbanting di lantai. ” Alat pemacu jantung yang lain.”

Siwon menatap mereka dengan tatapan bingung, tapi Fanny menjelaskan segalanya dengan nada gembira. ” Masih ada harapan, Oppa. Masih ada harapan….”

Siwon terperanjat berdiri dan mendekat ke arah Sooyoung. Dia melihat grafik yang menunjukkan detak jantung Sooyoung semakin kuat. Siwon menangis sekaligus tertawa. Dia merasa ada diambang kebodohan. ” Kau kembali…Kau kembali…. Kau kembali.” Siwon memeluk tubuh Sooyoung yang secara cepat mulai menghangat. ” Terimakasih, Soo. Terimakasih karena kembali. Terimakasih Tuhan.”

End of Flashback …..

************************

” Kau masih hidup?” geram Victoria lirih. Ada nada aneh yang tersemat di suara gusarnya.

” Ne. Unnie. Hidup dan sangat sehat.”

Changmin terkekeh saat mendengar Sooyoung menjawab pertanyaan Victoria dengan nada ringan dan gembira. ” Aku akan meninggalkan kalian berdua, apa kau akan baik-baik saja, Soo?”

Sooyoung memandang ke arah Changmin. Di wajahnya terlukis rasa terimakasih yang tak berujung. Mereka tahu diantara mereka masih ada masalah yang belum terselesaikan, tapi itu bisa menunggu nanti. Karena Sooyoung yakin, ini bukan akhir dari segalanya, ini hanyalah awal dari persahabatan yang terbentuk dengan awal yang menyakitkan. ” Ne, Oppa.” Jawab Sooyoung lirih.

Changmin mengangguk lirih dan menutup pintu yang membuat Sooyoung terisolasi dengan Victoria. ” Bagaimana kabarmu, Unnie?” ujar Sooyoung perlahan.

Victoria menggeram lirih saat Sooyoung tersenyum ringan, seolah wanita itu tak pernah dicelakakan olehnya. Seolah mereka adalah saudara sebenarnya. Sooyoung memanggil Victoria dengan begitu natural, unnie, unnie, dan unnie. ” Apa yang kau lakukan di sini? Mengejekku? Kau kira aku akan menyerah karena tak berhasil membunuhmu?” ancam Victoria.

Sooyoung menghela napasnya lirih, memandang ke arah Victoria dengan iba. ” Aku datang untuk menjengukmu, Unnie. Kenapa kau sulit menerima kenyataan jika kita adalah saudara. “

” Menjenguk? Saudara?” jerit Victoria. Dia menghampiri Sooyoung dan mencengkram leher gaunnya. Tapi wanita itu tak bergeming. ” Kau gila!” Victoria medelik ke arahnya, dia menyayangkan bahwa dirinya tak bersenjata. Tapi Victoria tahu, jika dia masih memiliki kekuatan untuk menyerang hati Sooyoung. Wanita itu tertawa menakutkan. Victoria mendesis lirih, mengendurkan cengkraman tangannya di leher Sooyoung. Jemarinya yang berkuku panjang mengelus lembut luka samar di pelipis Sooyoung . ” Kau tahu aku tak suka berbasa-basi, Adik kecil. Kau pasti tahu J masih ada di luar sana, dia akan melakukan apapun yang kuminta. Dia cerdik, dia kuat, dia mampu membunuh dan menghabisi siapapun, dan dia suka padaku. Dia membenci apa yang kubenci, dia membencimu. Aku ada di sini, tapi aku masih bisa menggerakkan J dan menjadikannya kaki tanganku untuk menyiksamu. Karena membunuhmu terasa begitu membosankan, aku akan melakukan cara lain yang lebih menyenangkan. Setelah bayimu….Ah! Bayi… Apa dia selamat?” ejek Victoria.

” Ya. Ya. Harusnya aku mendengar saran J, sejak awal. Menyakitimu dengan mengambil orang yang terkasih. Changmin benar, cita-citaku adalah menghancurkanmu, tapi membunuh terdengar terlalu ringan. Aku akan mencabik Siwon, suamimu, semua. Sahabat yang kau cintai. Semua. Aku akan mengambil mereka satu per satu…. Kau pasti akan memaafkanku? ” cemooh Victoria lagi. Dia ingin membuat Sooyoung terintimidasi, ketakutan, dan merasa ragu. Tapi Victoria masih melihat ketenangan di wajah Sooyoung. ” Hentikan!”

Sooyoung tersenyum lirih. ” Hentikan apa, Unnie?”

” Menatapku seperti itu. Menatapku seolah-olah ancamanku hanya bualan. Aku akan membunuh mereka secepatnya, segera setelah aku keluar dari sini, apa kau tak takut?”

” Apa kau akan puas jika aku takut?”

Victoria menatap bingung ke arah Sooyoung. Dia ingin mencakar wajah tenang dihadapannya.

” Apa yang kau harapkan dari wanita yang sudah begitu banyak kehilangan, Unnie. Kau sudah mengambil Kyuhyun dari sisiku, merenggut kakeku, dan mengirim bayiku ke sisi Tuhan. Dengan menyingkirkan Siwon, kau tak akan mendapat apapun dariku kecuali pemaafan lagi dan lagi. Karena aku adikmu, Unnie. Mungkin aku akan marah dan membencimu untuk beberapa saat, meraih pisau yang mungkin ada di sampingku dan melakukan kekejaman yang sama padamu. Membunuhmu dan merasa puas karena berhasil membalaskan dendamku. Lalu apa bedanya aku denganmu, Unnie?”

” Membunuhmu?” Sooyoung terkekeh perlahan, bukan tawa mengejek, tapi lebih tawa sabar untuk Victoria yang seperti gadis kecil yang terancam.” Membunuhmu terdengar begitu menggoda bagiku, Unnie. Kau benar dalam satu hal, jika kita tak akan pernah benar-benar mampu memaafkan orang yang telah menyakiti kita. Bahwa luka yang ada tak akan benar-benar tersembuhkan. Tapi kau salah dalam banyak hal, Unnie. Kau salah karena kau memilih untuk membenci, menabur garam di atas lukamu.”

Victoria mengepalkan tangannya menjadi gumpalan keras. ” Aku tak butuh nasehat dari orang sepertimu.”

Sooyoung melihatnya lagi. Bayangan Victoria kecil yang ketakutan di dasar hatinya. ” Kau ingin aku membalasmu? Bukan begitu?”

Mata Victoria melebar dengan antisipasi, ada kebahagiaan di sana. Dia lebih suka Sooyoung membencinya, karena itu akan membuatnya lebih mudah membunuhnya, menyakitinya, menghabisinya.

Sooyoung semakin mendekat dan melihat ke arah Victoria yang tersenyum jahat. Sooyoung mengangkat tangannya dan melayangkan tamparan ke pipi Victoria. PLAK !. ” Itu untuk Kakeku. ” Sooyoung kembali menampar Victoria. PLAK!.” Itu untuk Kyuhyun Oppa.”

Victoria menjilat bibirnya dengan senang, energi kebencian Sooyoung akan membuat semangatnya hidup. Sooyoung mengangkat tangannya lagi, Victoria sudah siap menerima pukulan baru, tapi tak terjadi apapun. Sooyoung menatapnya sejenak. ” Aku tahu sekarang, Unnie. Hukuman yang pantas untukmu karena merebut bayiku.” Bisik Sooyoung sebelum merangkul Victoria erat. Sooyoung berbisik lirih ke telinga Victoria. ” Aku akan menghukummu , Unnie. Dengan menyayangimu, dengan memaafkanmu lagi dan lagi, karena aku tahu kau menikmati rasa tersiksa dan kebencian dariku, aku tak akan memberikan itu padamu, Unnie. Itu hukuman bagimu, untuk mengetahui aku menyayangimu, untuk mengetahui aku akan selalu menerimamu dengan tangan terbuka. Karena aku memilihnya, Unnie. Hatiku tak mungkin menerima kebencian dan cinta sekaligus. Aku tak akan memilih membenci, karena itu akan mengotori hatiku. Karena dengan membencimu aku tak akan mampu bahagia di dunia ini. Aku berharap Unnie, suatu hari nanti, hati kecil yang masih tersimpan di balik jeruji pahitmu akan menemukan jawabannya. Pilihan yang tepat…Unnie.”

Victoria menjerit histeris. Dia menolak Sooyoung dan mendorongnya menjauh. Victoria melihat bulpoin yang tertinggal di meja terapinya, dia meraih bulpoin itu dan menerjang ke arah Sooyoung. Sooyoung tak bergeming, dia berdiri di sana tanpa rasa takut. ” Akuilah, Unnie. Bahwa kau sakit.” Bisik Sooyoung lirih. Tangan Victoria berhenti di udara. Wanita itu mencengkram bulpoin itu erat. Dia menjerit, meraung dan itu membuat beberapa orang termasuk Changmin dan Siwon masuk ke dalam ruangan. Mereka memandang kaget ke arah Victoria yang bergelung seolah kesakitan. Wanita itu menangis dengan keras. Memaki Sooyoung dengan semua sebutan buruk yang diketahuinnya.

Sooyoung berbalik ke arah suaminya. ” Apa segalanya sudah berakhir?” Bisik Sooyoung sebelum terjatuh di pelukan Siwon. Bagaimanapun Sooyoung sudah mengerahkan banyak tenaga untuk mengunjungi Victoria. Dia belum benar-benar sembuh dari lukanya. ” Ini awal. Ini hanya awal yang lain, bukan begitu Oppa?”

Siwon memeluknya lirih. ” Tentu. Tentu, Soo.” Jawab Siwon menguatkan Sooyoung.

***************************

Dolores Park, San Francisco 2013

” Na na na na na nana na nana nana ” Sooyoung bersenandung lirih seraya menggandeng tangan gadis kecil yang sedang meniti balok kayu di taman itu.

” Aku tahu. Aku tahu.” Ujar Gadis itu mencoba menebak melody yang disenandungkan Sooyoung. ” Baik. Aku tak tahu, Mrs. Choi.”

Sooyoung terkekeh pelan seraya menggendong gadis itu dalam pelukannya. Sooyoung menggelitik ringan perut gadis itu dan menurunkannya ke tanah. ” Mozart, Die Zauberflote.” Jawab Sooyoung seraya mencium pipi gadis itu.

“Ah! Aku tahu sekarang. Maukah kau terus tinggal di sini, Mrs.Choi. “

” Tidak bisa, Sayang. Rumahku adalah Korea.”

Gadis itu terlihat sedih. ” Tapi maukah kau berjanji akan sering berkunjung ke sini?”

Sooyoung mengangguk lirih. “Pasti.”

“Eloise.” Gadis itu menoleh ke arah wanita yang memanggilnya.

“Mrs. Choi aku harus pergi, ibuku sudah menjemputku. Maukah kau menungguku di sini lagi besok.”

Sooyoung mengacak pelan rambut gadis itu dan memberikan janjinya. Gadis itu memekik senang dan berlari ke arah ibunya.

Sooyoung terpaku di tempatnya, melihat Eloise menjauh perlahan. Tatapanya kembali meredup saat tak ada orang di sekitarnya. Sooyoung tersenyum lirih dan merangkul perutnya sendiri. Dia tak akan pernah mendapatkannya lagi. Seorang anak lucu seperti Eloise. Dia tak akan pernah mampu lagi untuk mengandung bayinya sendiri. Sooyoung menghela napasnya perlahan, luka di perutnya mungkin sudah sembuh , tapi akibat luka itu rahim Sooyoung mengalami kerusakan. Sooyoung merasa pedih awalnya, karena kemungkinan besar dia tak akan mampu memberi keturunan pada Siwon. Tapi semuanya sedikit terlupakan karena usaha Siwon menghiburnya. Selain itu selalu ada keajaiban. Dia sudah menyaksikan banyak keajaiban, dan dia tak mau meragukan Tuhan. Mungkin ini adalah cobaan lain bagi kehidupan pernikahan mereka. Bagaimanapun tak ada hidup yang bahagia selama-lamanya, tapi Sooyoung tak mau patah semangat, dia yakin suatu ketika nanti Tuhan akan memberinya kejutan. Tak ada kata tak mungkin di kamus Tuhan.

” Soo.” Sooyoung tersenyum lirih saat melihat Siwon ada di belakang punggungnya. Lelaki itu terlihat lelah. Tas bepergiannya masih tersampir di punggungnya. Perlahan Siwon mendekat ke arahnya seraya melepas kacamata hitamnya. ” Aku merindukanmu.” Ujar Siwon seraya mencium bibir Sooyoung dengan keras. Dia memeluk istrinya dengan kerinduan di hatinya. Sudah hampir tiga bulan Sooyoung tinggal di San Francisco untuk menemani Fanny dalam masa persalinannya. ” Bagaimana Fanny?”

Sooyoung tersenyum lirih di kulit Siwon, menghirup aroma yang dirindukannya. ” Dia sangat rewel dan sehat. Bayinya kembar, matanya seperti Fanny dan Yunho sangat bahagia akan hal itu. Mereka memperoleh anak laki-laki dan perempuan sekaligus.” Kata Sooyoung diwarnai kerinduan terhadap bayinya sendiri.

Siwon menatapnya perlahan, dia mencium Sooyoung sekali lagi. Lebih lama. Lebih panas. Dia ingin menghapuskan kepedihan dalam suara istrinya.

” Bagaiman kau tahu aku ada di sini?”

“Hatiku yang menuntunku.” Siwon menarik Sooyoung untuk duduk di bangku taman. Dia memeluk istrinya seraya mendesah puas melihat ketenangan yang membentang di depan mereka.

” Oppa.”

“Hemmmm.”

Sooyoung mengangkat kepalanya yang disandarkan di pundak Siwon sejenak. ” Aku ingin mengakui sesuatu padamu.”

” Apa itu?”

Sooyoung memperlihatkan senyum penyesalan. ” Saat aku tak sadarkan diri waktu itu, aku mendapati pilihan di depanku. Aku melihat dua pintu di depanku. Aku melihatmu dan Kyuhyun Oppa berdiri di masing-masing pintu.”

Siwon mendengar cerita istrinya dengan sabar. ” Lalu?”

” Lalu aku memilih untuk meraih tangan Kyuhyun Oppa. ” Sooyoung tersenyum saat melihat Siwon membuat wajah kecewa yang dibuat-buat. ” Tapi pada akhirnya aku memilihmu. Dan aku sekarang yakin, yang berdiri di hadapanku bukanlah Kyuhyun Oppa. Dia tak mungkin mengajakku untuk memilih kematian. Dia pernah menyelamatkanku sekali, aku ingat itu, saat aku jatuh dari tangga.”

Siwon terdengar murung sejenak. Dia bingung harus memulainya. ” Aku juga memiliki sesuatu untukmu.”

Sooyoung terlihat bertanya-tanya saat melihat suaminya mengeluarkan sebuah buku diary kulit tua dari tas bepergiannya. ” Apa ini?” Bisik Sooyoung lirih.

” Buku harian Kyuhyun. Changmin memberikannya padaku saat kami bertemu dua bulan yang lalu.” Siwon membacanya, dan dia menjadi yakin Kyuhyun bukan ancaman baginya. Tapi ada beberapa bagian yang membuat Siwon tak mengerti dengan Kyuhyun. Sesekali lelaki itu terlihat begitu menyayangi Sooyoung dan ingin menjaganya. Di sisi lain, Siwon merasa Kyuhyun adalah pribadi gelap yang penuh misteri. Siwon akhirnya menemui kenyataan, bahawa rasa cemburunya di masa lalu tak beralasan.

” Dia memintaku untuk memberikannya padamu. Ada hal yang harus kau tahu, alasan Kyuhyun mengakhiri hidupnya.”

Sooyoung membuka buku itu perlahan dan mendapati tulisan rapi yang sangat dikenalnya. Sooyoung membaca pada halaman yang dibukanya secara acak.

Mungkin tak akan pernah ada seorang pun yang tahu dan mengerti perasaan kasih yang kumiliki untuk Sooyoung. Seperti ada jiwa jahat yang tumbuh dan memakan kewarasanku tiap detiknya, tapi gadis itu mampu menjadi cahaya dan kehangatan. Tangan lembut yang menenangkan dan senyum tulus yang membuat aku terjaga dalam tidur tanpa ganguan mimpi. Jika bisa mencintainya aku akan memilikinya sepenuhnya, selamanya, seutuhnya. Tapi aku tak akan pernah bisa melakukannya. Hanya satu cara agar aku selalu bersamanya selamanya. Dalam hatinya. Kematian. – Kyuhyun

Sooyoung mengangkat kepalanya, dia menatap suaminya lirih. ” Changmin mengambil kesimpulan, Kyuhyun sengaja mengakhiri hidupnya, walau isu kekerasan mungkin ada benarnya, tapi dari isi diary itu aku setuju dengan Changmin. Ada jiwa gelap yang membuat Kyuhyun ketakutan akan hidupnya, dia tak tahu dirinya jahat atau baik, dia takut dia akan sama seperti Victoria. Bagaimanapun mereka berdua sedikit banyak memiliki kesamaan, Soo. Dia ingin terus berada di hatimu, karena hanya kau yang mampu menerima dia apa adanya.”

Sooyoung membuka halaman lain. Halaman terakhir dari buku itu.

Aku akan menunggumu, Soo. Menunggumu untuk menyusulku. Sampai saat itu aku akan terus ada di hatimu. -Kyuhyun 

Sooyoung tersenyum memandang ke langit biru. ” Kita akan bertemu lagi, Oppa. Tapi bukan sekarang.” Dia menoleh ke arah Siwon dan meraih tangannya dengan hangat. ” Karena aku memiliki sesuatu yang menahanku untuk tetap hidup.” Lanjutnya sebelum mencium suaminya lirih.

” Ingin berlibur ke Verona?” Bisik Siwon saat ciuman mereka terputus.

Sooyoung tersenyum lembut seraya menyentuh pipi suaminya dengan kasih. ” Tentu.” Ujarnya sebelum menyatukan bibir mereka lagi.

Semua cerita di dunia ini selalu memiliki kelamnya sendiri. Kejahatan, keburukan, dan kebencian akan selalu ada. Tapi mengiringi semua itu rasa kasih, pemaafan, dan kebaikan juga akan semakin bertambah. Mungkin sekarang Sooyoung mengalami pahitnya hidup, tapi roda selalu berputar. Tuhan tak pernah melupakan hambanya yang taat dan bersabar. Sampai saat itu, Sooyoung akan bertahan. Bertahan untuk menjadi saksi dari sebuah keajaiban.

***********************

Kindness is never waste – Sylvain Reynard, Gabriel’s Inferno

-END-

Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa TEREAK PAKEK TOAK!!!

SELESAI SELESAI SELESAI .

JANGAN LUPA YAAAA SAMA SOMEONE WATCHING OVER ME, STORY OF KYUHYUNNYA :D,

Nanti kita reuni sama Kyuhyun yg belum mati dan Victoria lagi, gmn kabar Vic, heheheh, dan apakah Sooyoung bisa punya anak pada akhirnya? Jangan lupa baca SWOM 😀

Mian kalo banyak Taypo, Aneh, Alay dll…

Karena ini terakhirnya NOY saya mau deh Commntnya lebih dari 40 reader, kalo gak aku gak upload deh SWOM lol. terakhirrrr loooh pliiiis, dont be shider yg suka geratisan dan gak mau commnt woy malu woy, emang cerita ini jelek gak karuan tapi tolong mending tinggalin “INI JELEK” udah kaaan .

Makasih buat semua reader yg setia membaca gak bisa disebutin satu satu, Nidya yang suka saya repoti, Wini, Bila yg udah kasih saran. Dr. Citra W. yang udah ngasih tahu soal kedokteran, dan Mbk Eka yang minjemin berbagai buku kejiwaan, dan Mas Riki yg selalu saya SMS malam malam untuk tanya masalah hukum. LOL.

MUACCCCCCCCCCCCCH .

Perbaikan Taypo besok aja deh yah saya mau tepar, ngarangnya sama sakit ini. 😦

BYE BYE

 PESAN :

Melalu FF NOY saya ingin mengkampanyekan anti CHILD ABUSE, ANTI KEKERASAN , DAN PEMBULLYAN. Hargailah orang lain dengan perbuatan dan perkataan. Ayo galangkan jika kekerasan pada anak akan sangat berakibat fatal. Dan kejahatan juga kebencian bukanlah sesuatu yang dikendaki alam, tapi pilihan dalam hati kita.

Advertisements

60 thoughts on “[FF] Nothing On You – Chapter 6.B – [END]

  1. hiiikkk authooorrr aku nangiiiisss… pliiisss jgn bkin ff soowon kyak gini lagiiii… jeballl… aku nangiiiiss…
    huaaaaaaaaa…. btw ffnya best bgt thorr…
    huaaaa lanjutin nangiss…

  2. Wah akhirnya the end jg…
    Penantian panjang ngikutin ff ini sampai pada ujungnya hiks…hiks…
    Ditunggu utang2 ff thor yg blm pd lunas apalg yg udh lama2, capek boook nungguinya (Nyadar kok thor buatnya jg capek)
    Oia thor suka bngt wkt fanny nangis ngeliat siwon teriak2 pas soo lg daying.
    Adaya dirimu emang ratunya drama.

  3. awalkah?
    hore….. hore…hore….tiup lilin, potong strobery cake. wakakakakakka…..

    ommona, what is these….chingu?
    daebak, daebak, daebak, daebak, daebak, daebak, daebak…..

    moment soowon sweeeet bangettt….
    chingu aku ga ke bayang sama sekali bakal happy ending…

    btw eloise anaknya fanny yah?
    chingu hebat banget.
    tpi ada satu kalimat yg ga aku suka
    SIALAN KAU T*H*N, aku membenci mu.
    aku rasa itu terllalu kasar..tanpa ada kalimat itupun aku sudah merasakan seberapa prustrasinya siwon oppa..
    hehehehe mianhae chingu.
    mianhe klw komenya kepanjangan.
    and gomawo bow 90° bareng SooWon….<3

    like these yoooooooooo!

  4. Wah keren terharu saya bacanya
    Hihihihi#namaku nongol disitu

    Peluk, cium bwat adaya, keren dirimu memang Queen of drama story, aku suka bgt bagian Siwon frustasix wah labil dan beneran frustasi abis
    Bingung mau comment apa?? Ya udahlah ywh khan sbelumx udh q kritik abis”an kmaren bwt skrg kritikx abis hehehehe

    Cuma Ada beberapa typo yg harus diperbaiki
    ” Dia memintaku untuk memberikannya padamu.
    Ada hal yang harus kau, alasan Kyuhyun
    mengakhiri hidupnya.” (Tahux g da)

    Mata Victoria melebar dengan atisipasi, ada
    kebahagiaan di sana(antisipasi, knpa n nya ilang)

    Aku berharap Unnie,
    suatu ketika nanti, hati kecil yang masih
    tersimpan di balik jeruji pahitmu akan
    menemukan jawabannya. (dr pd pke kta suatu ketika nanti. Lebih enak dibaca kalau pake kata, suatu saat nanti)

    Heheheh panjangx comment siaku
    Ahh g sabar nunggu SWOMnya
    N ditunggu ff dirimu yg lainnya
    Fighting!!!

    Sesuju, ayo dukung gerakan CHILD ABUSE, ANTI KEKERASAN , DAN
    PEMBULLYAN. Supaya g da lagi tuh yang namanya senior ngebully juniornya atupun kekerasan terhadap anak”, supaya anak Indonesia lebih sehat, secara jasmani dan rohaninya. AMIN!!!

  5. wah aku pkir syoo bneran ninggalin siwon,,
    aku ampe nangis bca part ini,,
    siwon menyedihkan bgt pas syoo skrat bgitu,,
    aku ska sifat syoo ke vic, walaupun menyeramkan, tp tetep mau ngash kasih sayang ke vic…
    Daebak..

  6. yeey happy ending
    stlah tiap part mmbca smw kskitan.
    baik badan jiwa hati n pikiran.
    akhrnya smua trblzkan dgn akhr yg bhgia wlwpn bkn bhgia seutuhnya krn g da malaikt kcil diantra mr n mrs choi kita.

    d kra ending yg smpurna krn da part mrs choi dgn anak kecil yg dikira itu adlh anaknya olh sya.
    tp sya yakin author pny crta trsndri wat nyempurnain nich ending d crita nya yg laen.
    d tunngu aja lach.

    gomawo

  7. Teope begete deh! Dua jempol buat author ff ini. Apalagi pas tau kamu sampe konsultasi masalah kedokteran, hukum dan psikologi gt ke ahlinya. Salut deh. Ditunggu ff hebat lainnya yaa 🙂

  8. Sumpah kaget banget arin pikir soo unnie meninggal ehh ternyata keajaiban datang #horeeeeeeeee
    Yahh udh end, ini FF yg paling arin tunggu setiap kepoin wordpress ini 😦
    Tapi gpp, ini kerennn pake banget kakak !!

  9. Suka bgt ending nya.. Akhirnya soo g meninggal,, ini bkal ada sequel.y ga ya? Pnsaran bgt gmana nasib vic slanjtnya..
    dan bnr bgt bnyak pesen moral yg bgus d crita ini.. Acungkan 2 jmpol dh bwt author yg satu ini..

  10. daebak daebak daebak~~
    akhirnya Soowon bersama #apasih!
    Vic sakitnya bikin ngeri
    keren, banyak menguras emosi bacanya^^
    setiap baris kalimat harus di baca dengan cermat, karna banyak kata yang berarti tinggi^^
    di tunggu FF selanjutnya^^
    Fighting!!!~

  11. prok prok prok.
    ceritanya daebak thor..
    Mungkin author berminat bikin after story?..
    Kkk~ abaikan. Bagus thor bikin ati pikiran jungkir balik ngikutinnya.. Lanjut buat ff lain thor! Dan terus berkarya! Hwaiting!

  12. Endingnya aku suka bnget…..
    ternyata Soo milih Siwon oppa akhirnya….
    sedih ya kerna bayinya nggak bisa diselamatkan…tapi mungkin bisa asa keajaiban Soo bakal hamil lagi…
    thanks ya udah bikin ff yang bagus….dab ending yang aku suka

  13. wah kerenbanget 100 deh buat ff author dan berhasil menipuku ,kirain td soo unni beneran meninggal padahal tuh aku nangis banget . dan SOOWON JADI HAPPY ENDING yeyeye! ditunggu ya SWOMya , jadi penasaran ! FIGHTING THOR!

  14. Astaga unnie ternyata dirimu bikin ff ini repot banget ya 😦
    sampe konsultasi kemana-mana 😦 unnie keren,kece.cetar membahana pokoknya ini ff keren!!

    Aku sedihbacanya 😦 apa lagi pas siwon bilang dia marah sama tuhan.doh kasian 😦
    Soo kenapa ga di kasih keajaiban bisa hamil juga unnie 😦
    Dan saya protes kenapa udah -END-
    sepertinya dia belum bahagia karena belum punya anak 😦
    Tapi semoga di SWOM soo punya anak 😦

    D post disini kan unnie SWOM nya? 😦 aku tunggu .Aku izin copy ini ya unnie.Aku pengen print 😦
    bisa ya?

    Thank you unniee 😦

  15. Chapter ini paling bnyk nangis (╥_╥)
    Victoria sbnrnya kasian.. Untung soo pemaaf
    Jd penasaran sequelnya gmn..
    Keren bgt ceritanya!^^

  16. Aaah akhirnya bagus engga sia sia deh ngikutin terus.. Yah walaupun rahimnya soo unnie rusak engga masalah lah kalo dibandingin harus keilangan soo unnie.
    Kagum sama sikap soo unnie waktu ngadepin vic, emang kalo orang punya penyakit kejiwaan gitu engga bisa dibales kasar lagi

  17. Wuahhhh….
    Lega deh soo eonn masih hidup
    Tapi soo eonn gk bisa punya anak 😦
    Bikin keajaiban lagi dong!!
    Kasian sooyoung kagak punya anakT_T
    Btw,ff lain ditunggu
    Hwaiting!
    \(^o^)/

  18. ayooo kak sequelnya~~~~ “Diary Kyuhyun yang malang dan patut dikasihani”
    aku gag sabar bagaimana kamu mereveal “itu”

    suka bagian Siwon dengan keras kepala mengambil alat pengejut jantung dan menggunakannya ke Sooyoung secara membabi buta. Keren sekali. Yang itu perasaan frustasinya terlihat jelas. Kata-katanya juga bagus.
    😀 aku minta kirimin novelnya dong nyak 😦
    masa yang lain dikasih aku nggak.
    kamu pelit skali #kabuuurrrrrrrrrrrrr

  19. DAAAEEBAKKKK.. Yaaakk Author!! Astaga ff ini benar2 membuat saya tergalau2 jungkir balik. Sebelum memutuskan untuk membaca habis ff ini, saya sempat ragu baca part 1nya soalnya ada Tulisan SAD ENDING, dan ternyata terbukti setelah baca part 1nya. Sempat gak mau baca lanjutan partnya dan mendiamkan ff ini berminggu2 walau Author rajin updatenya. Tapi akhirnya saya menguatkan diri untuk baca dari part ke partnya benar2 sangat gak kuat melihat kekejaman yg dialami sooeonnie T_T astaga.. tp karna kekerenan tulisan Author saya jd terus baca ff ini dan sampai di part akhir. YEAH YEAH bersorak2 karna akhirnya Happy Ending, hahaha.. Wuahh Author terima kasih banyak!! hehe sempat kaget dibagian tengah cerita pas Sooennie ada dalam 2pilihan, wah wah deg2. tp akhirnya.. ^^
    Benar2 gak bisa berhenti bilang Kerenlah untuk Author!! Sebelumnya maaf ya Author saya gak ikut comment di part2 sebelumya, sungguh2 minta maaf..
    Terus Semangat Author untuk tulisan2 keren berikutnya..
    Semangat selalu Yeah yeah!! \(^0^)/

  20. annyeong eonn,
    huaa , akhir,y lega juga pas ngebaca ending,y NOY !
    yah walaupun aku masih penasaran sama kelanjutan dari kehidupan,y soowon ! ada gak eonn sequel NOY versi soowon couple ??

    dan jujur aku ngabaca part terakhir ini feel,y dapat banget, sampai” nangis tengah malem karena part ini !! sebenar,y mau coment dari tdi malem hanya,qn karena udah jam 2 malem jadi gak jadi dan baru bisa sekarang coment,y ! mian yah eonn 🙂
    dan FF eonnie DAEBAK banget , ! aku suka 😀

  21. Huaaahhh…
    Adaya Eoni, aku terharu bacanya
    Padahal aku udah pasrah waktu soo Eoni aku kira meninggal
    EH.. sekalinya ada keajaiban dan ternyata Soo Eonni masih hidup.
    Siwon Oppa oppa pasti seneng banget tuh…
    Walaupun Babynya Soowon meninggal tapi mereka tetep bahagia 🙂
    Victoria masih belum sadar juga kah?
    Pokoknya bagus banget Eon FFnya
    DAEBAK, neomu joha… 😀

  22. Akhirnya stlah mempersiapkan diri beberapa wktu untuk bca klnjtan ni ff, aku jd gk nangs lagi horee 😀
    okey buat author adaya ending yg cukup manis stlah perdebatan yg sengi =D

  23. DAEBAAAKKKKKKK HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA TOORRRRR cukup menyedihkan ending nya.. tapi akhirnya beginilah.. aku sangat menghargai karya autor.. DAEBAK toorr kereenn.. ditunggu loh AIH next chapter nya.. gomawoo^^

  24. EONIEEE…
    Muuah muuaah muuahh..
    Makasi uda ngebuat FF ni happy ending 🙂 ^^
    #hug

    akhirnya..
    Setelah berember-ember air mata keluar,
    dri mulai part1 sampe part6 yg selalu berhasil mengurang tenaga,emosi dan air mata sya.
    Akhirnya,
    ketemu jga ama kata HAPPY ENDING!!
    Yeay!! xD
    ekh tpi kesian soowon ga punya anak :/ -.-
    eon buat ASnya dong?
    Ntar diASnya jangan ada nangis-nangisan.
    Tros mereka jga punya anak.
    Ok?
    Heheh

    next FF ama ASnya ditunggu ^^

  25. hua unnie aku kira dceritain sooyoung punya anak lagi. banjir air mata baca nya, hmm kalo ada waktu sequel bisa kali *plak hehe . goodluck selalu eonnie

  26. Chinguu…ffnya ini harus dikasi penghargaan lohhh kerna sudah banyak air mataku habis kernanya…
    thanks bnget udah bikin ending sesuai keinginanku….:D
    Soo bener2 sosok adik yang baik ya…..relaaiin Vic walaupun sudah menyeksa nya begitu kejam
    salut lohhh sama Soo….
    Siwon oppa juga jangan sakiti Soo lagi, harus jagain Soo baik2….

  27. aduh chap ini ngebuat deg degan di kirain soo beneran meninggal,, kasian siwon oppa kalo itu nyampe terjadi…

    Ih vic masih aja yaa pengen ngejahatin soo unnie..
    Itu mah sakit jiwanya udah tingkat dewa.
    Tp btw nasib vic selanjutnya gimana??

    DAEBAK AUTHOR !!
    Ditunggu kelanjutan ff yang lainnya.
    Hwaiting !!

  28. ya ampun ff yg sllu q tggu kemunculanny akhrny end
    😦
    adaya emg jjang bgt deh
    bener2 emosi q dimainin bgt baca part ini
    q qr soo eonni mati
    tp ternyata….
    hhaaaa
    i2 nasib vic eonni gimana??

    sebenerny q spechless bgt mw ngomong ap
    q shock bgt adaya mw hiatus
    tp q ttp menghargai keputusan adaya
    🙂

  29. 40??
    ahai saia komentator ke 40 eonnie :3
    lol

    ehem ehem yey yey happy ending 😀
    tadi kirain soo mati eon taunya engga. jadi lega deh ~

    haha suka suka suka suka ama ending eon. vic bener2 dah tu tante ==
    soo bener2 manusia mulai bener2 baek ^^

  30. uh wow kukira baklan sad ending beneran ternyata happy end!!!! meskipun rahimnya soo onnie rusak
    vict emang ga ada matinya ya ngejahatin orang semoga dia tobat deh
    thor satu kata buat ffmu DAEBAK. titik.

  31. uhh~..
    marathon baca NOY..
    mata saya bengep.. ^^,)
    hayo saya minta tisu.n ini..
    batas antara cinta-bodoh itu sangat tipis.. *tunjukSiwonSamaAlatKejutJantung
    dan saya masih belum ngeh Kyu adalah …….. ^^,)
    heiho~ buat revealing diary.n Kyu.. *tepokTangan>>jingkrak-jingkrak
    Keajaiban milik Tuhan..
    Bakal datang di saat yang ndak terkira.. ^^,)
    selain itu..
    bener, manusia punya pilihan untuk sakit hati.n..
    dijadiin benci ato dijadiin pelajaran.. ^^,)
    *kirimStandingOvationBuatAuthor
    ojai..
    sekian dulu.. *lirikAIH>>lirikAuthor>>bukaJournal
    see you.. ^^,)

  32. eonni, mian baru baca dan comment. haha

    huaa, sebelumnya aku sempat kaget waktu soo eon, lenyap dari peredaran (?) secara tiba-tiba.
    aku kira soo eon benar-benar meninggal. tapi ternyata eonni sukses membuat aku tertipu. hahaha

    eonni, aku bakalan nunggu SWOM nya eonni.

    gilaa, ini ff keren banget. Referensinya aja banyak, sampe2 nanya ke dokter buat masalah kedokteran bahkan kejiwaan.

    pokoknya eonni dan ff nya daebak lah! 😀

  33. Huuaahhhh…… Nice ending… ^.^

    Aku kira Soo eonn meninggal, ehh,, ternyata Tuhan msh memberikan mujizat-Nya pada Soo eonn dan Siwon oppa……

    Daebakk… Jeongmal neomu daebakk!!!! 😀

    Thor,, mnt sequel nyaaa donnkkkk….. jeballll….. #withpuppyeyes ^o^

  34. y ampun daebak dech… speechless g bs berkata apa2 lg… bingung nich.. y ampun wah ada sequel ny??? aq suka aq suka… izin bc y…
    gomawo (*^﹏^*)
    ♥ⓚⓨⓤⓨⓞⓤⓝⓖ♥

  35. beresss baca fic ini dan nangis sesegukan 😥 authornya asik bgt ngebawain konfliknya… tapi kalo menurut aku sih tiap part-nya itu kependekan hehe terus jangan terlalu ngebocorin cerita dong thorr, kan jadi ga gereget 😦

  36. whaaaa.. Andingnya keren ^^
    tapi cukup sedih karena soo unie dan siwon oppa gk bisa punya anak..

    But that’s no problem. Yg penting happy anding-nya. Heheh ^^

  37. SUMPAH DEMI TUHAN!! FF YANG PALING BERBOBOT YANG PERNAH AKU BACA.
    SEMACAM PSYCHOLOGY-THRILLER-ROMANCE!!
    AAAAAA, SPEECHLESS!!

  38. Dohhh… author nya.. bener2 bisa ngacak adul perasaan readernya nih.. dari sweet.. geram. Nyesek. Nangis.. de el el..
    Semuanya jadi satu… daebakkk lah… bikin lagi dong yg soowon dgn kualitas cerita dan alur yg g bs ditebak begini. ><

  39. Author!! Ending nya agak kurang sreg ya, apalgi pas bagian sooyounf main ma eloise, itu jleb bgt. Btw, thor bagian pas soo disiksa vic itu ngeri banget, idenya dri mana siii?? Emng author suka ya baca soal penyiksaan bgtu?? Kan horror >○<

  40. Annyeong, mian baru comment dichapter terakhir, soalnya baru baca ff ini ^^ *kudetbanget ya, plaaakk… pdhl ff ini dipost 2012 -_-
    Tapi Sueerr.. Ni ff keren banget , feel nya dapet dan sukses buatku nangis sesenggukan T_T , aku pikir bkln sad ending , ehh.. Ternyata happy ending ^^ wahh.. Pokoknya daebak deh 😉
    Gomawo author ^^
    Semangat untuk bikin lagi ff yang lebih keren dari ini ^^
    Teruslah berkarya , fighting 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s