[ONESHOOT] Snow Angel

Snow Angel

This story is adapted from Fruit Basket Anime by Natsuki Takaya (Hatori and Kana Sohma Story).  Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

The Greatest Season Series :

Spring in My Heart (END)

Autumn in Hampshire (Ongoing)

Snow Angel (END)

Melody of  Summer Night (Upcomming)

poster

Title              : Snow Angel  

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( @AdayaOe09 )

Main Cast     :

  • Choi Sooyoung as Herself ( Kana Sohma )
  • Choi Siwon as Himself  –> Salah satu orang yang terkena kutukan junishi * ( Hatori Sohma )

FTI : Junishi = 12 shio 😀 , Siwon dirasuki oleh iblis yang dalam wujud junishinya berbentuk kuda laut.

Other Cast    :

  •  Victoria Song as Choi Victoria Choi — > Kepala Keluarga dari Klan Choi  ( Akito Sohma )

Type             : Oneshoot , Short Story

Genre           : Romance, Sad Ending , Family, Fantasy

Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Author  POV –

Seoul, Musim Dingin, 2012

Salju. Lagi. Salju. Kristal es itu selalu ada saat aku mengingatnya. Salju. Kenapa langit seakan tahu aku merindunya?. Salju. Kenapa hembusan udara dingin itu yang harus membuatku mengenangnya. Salju. Seakan membisikkan kristal putih itu membuatku tenang. Salju. Peri saljuku. Apakah kau mendengar? 

Desing angin yang menenangkan merayap melalui celah-celah udara yang tak benar-benar tertutup rapat. Hembusan lembut itu merangkul butiran es yang sudah menguap menjadi titik air yang dingin. Seakan membawa luka lama dan membekukannya dalam hati, hembusan dingin tak kasat mata itu membawa Siwon kembali mengenang sesuatu yang ingin dilupakannya. Bisikan-bisikan lembut dari suara jernih yang terbawa dalam rayuan angin di musim dingin membuat lelaki berambut gelap itu terbangun. Dia menatap ke dalam kehampaan yang disajikan pemandangan serba putih yang terhampar dari jendela kamarnya. Tapi hati kecilnya menjerit gembira setiap salju turun melingkupi bumi dengan warna sucinya. Karena hanya dengan itu dia mengenangnya. Hanya karena dengan itu dia mampu menghidupkan kenangan kecil yang ada di dasar hatinya. Walau perih. Walau pilu. Hanya penat yang ada, tetap kenangan adalah kenangan. Dalam kenangan itu ada dirinya. Walau dia menangis. Tetap. Ada tawa di dalamnya. Dia sang musim dingin yang selalu membawa cinta di tengah bongkahan es yang membeku. Dia. Gadisnya. Choi Sooyoung. Peri musim saljunya.

” Hyung?”

Siwon mengalihkan tatapannya ke sosok yang berdiri di pintu kamarnya. Walau dalam keremangan Siwon tahu lelaki itu adalah Kyuhyun, adiknya. Sama seperti dirinya. Kyuhyun juga memiliki luka dalam hatinya. Luka yang diakibatkan dari kutukan yang menimpa keluarganya. Kutukan yang membuatnya kehilangan orang yang dikasihinya.

” Ada apa?” Siwon menjawab lirih, seraya meraih kemeja katun yang ada di sebrang tempat tidurnya.

” Salju.” Bisik Kyuhyun lirih. Ada getaran kepedihan yang mengalun dari nada suarannya. ” Sooyoung-shi. “

Siwon berbalik pada adiknya, mencoba menjaga ekspresi wajahnya tetap dingin. Tapi dia tahu, Kyuhyun bisa membaca ke dalam hatinya. Walau dia begitu tenang dan terkendali, seluruh sarafnya akan melonjak saat dia mendengar nama sang peri diucapkan. Tapi dia terlarang baginya. Sudah menjadi bagian dari kutukannya, dia tak akan mampu bersama dengan gadis itu. Selamannya.

” Dia akan menikah.” Lagi-lagi Siwon menangkap getaran kepedihan dari bibir adiknya. ” Semua klan akan diundang. Victoria menyuruhmu datang.” Kyuhyun memandang tepat ke mata Hyungnya yang terdiam. ” Tapi aku bisa memohon pada Vic, kau tak perlu…”

“Cukup.” Potong Siwon tegas.

Kyuhyun terdiam. Tak ada yang mampu melawan Victoria. Memohon padanya hanya berarti satu hal. Hukuman. Sudah lebih dari cukup mereka belajar dari pengalaman terdahulu. Victoria tak akan senang jika mereka senang. Dan kemarahan Victoria berarti penderitaan bagi mereka semua. Tak ada yang mampu melawan sang kepala keluarga. Mereka terikat janji karena kutukan itu. Mereka tak akan mampu melawan kehendak Victoria. Sudah cukup bukti di hadapan mereka. Darah. Tangisan. Jeritan yang menggaung di telinga mereka. Sudah cukup. ” Aku hanya tak ingin melihatmu menderita, Hyung. Melihatnya tertawa dan gembira. Dia bahkan tak akan mengingat masa lalu kalian….” Kyuhyun bernafas. Dia masih merasa perih ketika melihat gurat luka samar yang ada di kulit Hyungnya. Luka itu membujur membelah kelopaknya. Membuat matanya buta sebelah. Hyungnya adalah lelaki yang tampan, tapi deret luka di wajahnya membuatnya terlihat begitu menyedihkan dan tersiksa. Dia menjadi begitu pendiam dan penyendiri setelah kepergian Sooyoung. Tapi hanya itu pilihan yang dimiliki Siwon. Dia tak akan mampu, tak akan mampu melihat wanita itu lebih menderita lagi karena kebersamaan mereka. Menghapus ingatannya adalah jalan yang terbaik. ” Aku tak ingin kau menderita, Hyung.”

Siwon tak mau menjawab adiknya. Ini adalah yang terbaik untuk semua pihak. Dia bersedia menanggung semua luka saat melihat kebahagiaan Sooyoung dengan lelaki lain. Tapi dalam hati Siwon, dia tahu, senyum yang terkembang di bibir wanita itu adalah anugerah untuknya. Dia akan mampu, mampu melihat kebahagiaan di mata bulat yang selalu berseri-seri dengan harapan di masa depan. Dia sudah menemukan tempatnya. Setidaknya salah satu diantara mereka sudah menemukan kebahagiaanya dan itu cukup. Lebih dari cukup untuk Siwon menjalani sisa hidupnya.

Siwon tersenyum pada Kyuhyun sebelum menghampiri adiknya yang terlihat begitu perih. ” Terimakasih, Kyu. Terimakasih. “

Desing angin lain memasuki kamar gelap itu. Membawa aura dingin yang membuat Siwon membuka gerbang di masa lalunya. Awal dari semua cerita dan kepedihannya. Awal dari segalannya …

******************

Seoul, Musim Dingin 2007

Sudah sejak dulu, aku harus menjalankan perintah Victoria. Perintah menghapus ingatan dari orang-orang yang secara tak sengaja mengetahui rahasia keluarga kami. Walau terkadang aku merasa tindakanku akan melukai keluarga lainnya, aku tetap akan menghapus ingatan setiap orang yang disebut Victoria. Aku merasa perih saat terpaksa menghapus ingatan sahabat Kyuhyun dan beberapa kekasih keluargaku yang lain. Aku melihat mereka menangis karena kenangan berharga mereka akan terhapus dan hanya menjadi kenangan yang berjalan searah di hati mereka. Dan juga ….

” Kau benar-benar sedingin salju.”

Kata-kata yang keluar dari mulut Victoria kala itu mungkin ada benarnya. Kekuatan ini adalah kutukan bagiku. Mampu menghapus ingatan  bukan sesuatu yang patut dibanggakan. Aku menjaga diriku agar jauh dari yang lain. Aku menjaga jarak bahkan dari keluarga dan temanku. Aku tak ingin menggunakan kekuatanku untuk menghapus ingatan mereka tentangku. Aku takut. Takut jika suatu ketika nanti aku menggunakannya untuk menghapus kenangan orang yang kucintai. Tapi …. sepertinya Tuhan berkata lain. 

” Senang berjumpa dengan Anda. Perkenalkan saya Choi Sooyoung. Mulai hari ini saya akan bekerja menjadi asisten Anda. Mohon bantuannya. “

Siwon mendongak dari tumpukan berkas di hadapannya. Wanita bernama Choi Sooyoung itu sedang tersenyum lebar padanya. Tak seperti asisten dokter kebanyakan, wanita itu mengenakan rok gipsy panjang yang menjuntai hingga mata kakinya.  Blouse ketat yang mencetak tubuh bagian atasnya dilapisi dengan cardigan rajut berwarna pastel yang sangat kontras dengan kulit madunnya. Rambutnya dibiarkan tergerai melewati pundak rampingnya. Dengan pita kecil yang senada dengan roknya wanita itu menyematkan poni pendeknya di bagian kiri kepalannya. Penampilannya tak cukup praktis untuk menjadi seorang asisten yang harus berlari kesana kemari. Tapi sinar tekad yang tepancar di mata coklatnya membuat Siwon tersihir.

” Seperti dugaanku. Choi Siwon adalah orang yang tampan.” Gadis itu berseru. Sekali lagi senyum lembut terlukis di bibirnya. Mereka berasal dari klan yang sama, tapi karena kutukan yang menimpa Siwon, dia harus tinggal di rumah utama bersama sang kepala keluarga. Dan itu membuat mereka terisolasi dari keluarga lainnya. Choi Sooyoung adalah orang yang beruntung. Dia bukan orang yang dipilih salah satu dari keduabelas iblis yang merasukinnya dan Kyuhyun. ” Walau kita tinggal di daerah yang sama. Tapi kita jarang sekali bertemu. Namun, sesuai firasatku, kau adalah lelaki yang tampan.”

Siwon tak menghiraukan gadis itu. Sudah menjadi bawaan sang iblis untuk membuat inang mereka menjadi sosok yang menggiurkan. Warna rambut dan mata yang mencolok. Siwon bersyukur dia dimasuki iblis yang memiliki rambut dan warna hitam. Karena dia akan merasa kesulitan, jika harus berada di posisi Yesung yang dirasuki iblis berambut putih dan bermata ungu. Tak banyak yang mengerti. Orang-orang di sekitar mereka, mengagumi kekuatan dan keindahan paras mereka. Tapi hal itu yang membuat mereka menjadi lebih tersingkir dari pergaulan. Mereka berbeda. Seperti Kyuhyun yang bisa melihat ke dalam hati manusia, Siwon bisa menghapus ingatan manusia.

” Mejamu ada di sana.” Tanpa menoleh Siwon menujukkan meja yang terletak tak jauh dai meja kerjanya.

Sooyoung tersenyum perlahan, melihat sikap dingin Siwon yang sudah sering didengarnya dari anggota klan yang lain. Dia akan beranjak ke mejanya saat menangkap butir salju pertama yang turun di luar jendela. “Ah! Salju.” Jerit Sooyoung seraya menghambur ceroboh ke arah jendela. ” Salju. Kau tahu Siwon-shi walau kau sedingin salju tapi aku tahu saat kau mencair kau akan sehangat musim semi.” Sooyoung menatap tepat ke mata Siwon yang kelam. ” Dan aku sangat suka musim semi.”

Siwon tercengang di mejanya saat melihat ketulusan di mata gadis itu. Dia menyebutnya salju seperti Victoria. Tapi entah kenapa gadis di hadapannya membuat kata kaku itu terasa begitu hangat di hatinya. Tak ada. Tak satupun manusia yang mengatakan bahwa salju bisa berubah menjadi musim semi yang hangat. Dan wanita itu merubahnya. Dialah peri musim salju yang akan membawanya ke kehangatan musim semi.Hari itu. Detik itu. Dengan senyum di bibirnya. Mantera itu terucap. Peri musim saljuku telah kutemukan. 

***********************

Orang lain mungkin dapat menjabarkan perasanku menjadi kata yang panjang. Tapi tetap, bagiku dia adalah peri yang singgah di kehidupanku yang dingin. Jika aku adalah semua dari sebuah sisi gelap dari butiran salju yang membeku, dia adalah sebuah kehangatan angin yang terbawa di sela musim dingin. Kehangatan yang dibawa sebagai janji untuk musim yang penuh warna di kemudian hari. Dia begitu segar dan hidup, seolah musin salju bukan lagi musim yang dingin dan kaku, tapi lebih terlihat bagai butiran putih yang tulus. Simbol sebuah pengampunan dan rasa maklum. Kasih yang abadi dari deretan butir yang berjajar menuju pintu kebahagiaan di ujung musimnya. Kesabaran yang melembutkan jiwa. Aku menjadi tak merasa salju terlalu buruk. Sooyoung membuatku merasa seperti itu. Dia menemaniku dengan kasih. Mengajarkanku cara tertawa. Menyelipkan jemarinya di sela jemariku yang kaku dan mengajakku melangkah mengarungi musim dingin itu. 

Hampir tak dapat dipungkiri, bahwa kami mencintai satu sama lain seiring waktu berlalu. Ini adalah sebuah awal dari mimpi. Lalu….

BLUSH!

Dia mengetahui rahasiaku…

Sooyoung terpaku saat asap mengepul di ruangan itu. Sooyoung mencoba mencari sosok Siwon yang tadi di hadapannya. Dia menggerakkan kepalannya ke kanan dan kemari dengan cepat. Kemudian tatapannya terpaku pada kuda laut kecil yang sedang tergeletak lemah di atas baju Siwon. “ Ya Tuhan ..Ya Tuhan … Ya Tuhan …Air..Air..Air…Tidak.Tidak. Air laut. Kuda. Ada Kuda laut…Siwon ..Siwon …” Sooyoung panik dan berteriak kesana kemari, diraihnya kuda laut kecil itu dalam genggamannya dan membawanya ke bak mandi berisi air hangat. Lima menit kemudian suara debum lembut yang mengepulkan asap itu kembali memenuhi ruangan sempit kamar mandi. “ Ya Tuhan!” kali ini Sooyoung menjerit saat melihat kuda laut itu berubah menjadi sosok Siwon yang telanjang.

“ Mianeyo..Mianeyo…..” Sooyoung terus mengulang-ulang permintaan maafnya. Detik lalu mereka akan berciuman, dan tiba-tiba Siwon berubah menjadi kuda laut, detik lain Siwon berubah menjadi manusia kembali dan dalam keadaan yang membuat pipi Sooyoung memerah.

Siwon tertunduk di hadapan Sooyoung, mencoba meresapi kelembutan tangan kekasihnya yang sedang mengeringkan rambutnya. Siwon sedikit terkejut saat melihat reaksi Sooyoung melihat sosok iblis junishi yang merasukinya. Sebagaian dari kutukan menyebutkan dia akan berubah menjadi sosok asli iblisnya jika bersentuhan dengan wanita. Siwon mengutuk dalam hati. Hal itu membuatnya sangat sulit merengkuh Sooyoung, dia merasa jauh dan tak dapat menunjukkan rasa cintanya pada wanita itu. Sebagai seorang pria dia begitu ingin mengecap Sooyoung dengan bibirnya. Merengkuhnya untuk dirinya sendiri. Dan menjadikannya miliknya. Tapi kenyataan yang menimpanya membuat Siwon menderita. “ Harus kukatakan padamu, jika kau benar-benar melemparkan kuda laut asli ke dalam bak mandi berisi air panas, kemungkinan besar dia akan mati.”

Sooyoung terkekeh lembut. “ Aku benar-benar ketakutan. Aku sangat panik, sehingga tak bisa berpikir jernih.” Sooyoung mengelus lembut rambut hitam Siwon yang masih basah, mencoba sekuat tenaga untuk tak bersentuhan dengannya. “ Bagaimanapun, akhirnya aku menyadari alasan dibalik sikap dinginmu. Aku selalu merasa bahwa keluarga inti begitu kaku. Saat melihatmu untuk pertama kali aku merasa bahwa jiwamu membeku. Aku tak mengerti walau kau bersikap begitu lembut padaku, kau selalu menghindar saat aku mencoba untuk memelukmu. “ Sooyoung tersenyum saat mengingat sakit hati yang ditahannya saat Siwon menolak sentuhannya. “  Tentu kau takut, huh?. Kau tak ingin aku mengetahui semua ini. Kau terus menjaga jarakmu dengan orang asing. Dan lebih jauh lagi dengan orang yang kau cintai. Tapi jangan takut. Jangan menolakku. Aku benar-benar gembira karena Tuhan memberiku kesempatan untuk bertemu denganmu, Siwon.” Sooyoung merunduk di kepala Siwon yang masih dibalut handuk lembut. Dia menempelkan kepalanya di sana. Dia ingin merengkuhnya, menunjukkan jika apapun dirinya, siapapun dia tak akan jadi masalah untuknya. Karena Sooyoung mencintai Siwon dan jiwanya. Karena Sooyoung mencintai kenyataan siapa dia. “ Aku begitu bahagia mencintaimu, Siwon. Jangan menjauh. Jangan pergi. Aku mencintaimu sebagaimana kau adanya….” Setetes air mata jatuh di pipi Sooyoung saat merasakan betapa kesepian Siwon selama ini. Dia harus menghindari persahabatan dengan orang di sekitarnya, menjaga jarak dan hanya menjadi penonton dalam keramaian. Berada dalam tengah-tengah hiruk pikuk tapi tak benar-benar terlibat di dalamnya. Berjalan dalam kesepian hati di tengah kasih yang ramai di sekitarnya. Sooyoung bisa membayangkan perasaan tersingkir dan terbuang. “ Aku ingin berada di sampingmu, Siwon.”

Siwon terdiam. Kepalanya merunduk semakin dalam. Sebagai manusia yang sudah terbiasa meradang dalam kesepian. Permintaan Sooyoung adalah kebahagiaan yang tak berujung baginya. Perinya. Hidupnya. Dia menangis. Dalam hidupnya Siwon tak pernah menangis. Dan gadis lembut di hadapannya menyerang hatinya yang terdalam. Perasaan tersingkir itu tiba-tiba sirnah digantikan dengan impian masa depan untuk bergandengan tangan. Tawa dan senyuman yang tergambar jelas di telinganya. Akhirnya. Akhirnya dia menemukannya, manusia yang benar-benar bisa menerima siapa dirinya. Iblis dalam jiwannya.

Air mataku tumpah detik itu juga. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku merasa terlibat dengan sesuatu. Terikat dan menjadi pemeran dalam sebuah derama. Bukan hanya seorang penonton di ujung kursi paling jauh. Perasaan ini seperti seolah aku didorong kembali dari kematian jiwaku. Diselamatkan oleh harapan dan mimpi. Seolah pintu tebal dalam hatiku terbuka lebar. Aku melihatnya, masa depan yang indah bersama Sooyoung. Keindahan yang mengundang tangisan tida henti. Aku melihatnya, jalan putih panjang yang membentang dipenuhi salju. Pemaafan dan harapan. Seolah salju yang membeku mencair karena kehangatan peri penjaga yang membawanya ke musim penuh warna . Aku tertawa, merasakan ribuan kebahagiaan dalam tahun-tahun yang dulu kulewati dalam sepi. Tapi…..

“ Kami akan menikah.”

Segalanya berakhir…..

Siwon sedang duduk di atas bantalan yang membuatnya berlutut memohon di depan Victoria. Sebagai anggota junishi yang terkutuk, Siwon harus meminta izin atas segalanya pada sang kepala keluarga. Sooyoung ada di belakangnya, mencoba menguatkan Siwon dengan senyumnya. Siwon tahu Victoria akan bereaksi seperti apa. Tapi dia berdoa pada Tuhan. Dalam hati yang paling dalam. Doa pertama yang dibuatnya, agar Victoria menyetujui pernikahan mereka. Tapi ….

PYARRR !!

Suara gerabah pecah membahana di ruangan itu. Siwon merintih kesakitan saat Victoria menghempaskan keramik antik sebesar seperempat tubuhnya ke wajah Siwon. “ Tidak! Tidak! Kau tak boleh menikah! Aku tak akan mengizinkannya! Kau milikku…milikku ….” Jerit Victoria membahana. Dia memandang sosok Sooyoung yang masih terkejut dengan kejadian di hadapannya. Dia melihat Siwon merintih kesakitan. Ada darah keluar dari matannya.

“ Siwon…Apa yang terjadi?” seolah bukan dia yang melempar gerabah itu. Seolah bukan dia yang melukai Siwon. Victoria merengkuh lembut tubuh Siwon.

“ Siwon…Siwon…” Sooyoung ingin mendekat tapi tatapan Victoria membuatnya membeku. Siwon ada di hadapannya dengan kucuran darah dari mata kirinya. Ada pecahan gerabah yang masih tertinggal di kulitnya.

Victoria mendelik ke arah Sooyoung. Ada kemarahan di matannya saat melihat wajah pucat gadis itu. “ Pelacur! Pelacur! Kau menggodanya. Kau membuatnya jauh dariku. Ini semua salahmu. Salahmu sampai Siwon terluka. Kau melukainnya. Kau melukai matanya. Dasar wanita terkutuk…Semua ini salahmu… Apa kau bisa menghapus kutukan itu… Kau bencana….Kau bencana… Kau membuat Siwon terluka…Semua salahmu…“ Victoria terus menjerit.

Sooyoung  ingin menolong Siwon tapi jeritan Victoria seperti mantera yang mengendap di otaknya. “ INI SEMUA SALAHMU. SALAHMU.!!” Sooyoung mencoba merangkak ke arah Siwon yang masih meringkuk kesakitan. Dia berhenti di dalam hatinya mulai muncul suara-suara yang membenarkan tuduhan Victoria. Ini salahnya. Siwon terluka karenanya. Seharunya mereka tak pernah merencanakan pernikahan ini. Seharusnya dia tak mencintai Siwon. Seharusnya mereka tak pernah bertemu. Sooyoung menangis saat mendengar jeritan tuduhan tiada henti yang dilayangkan Victoria padanya. Dia mencoba mencengkram wajahnya. Kelebatan ingatan pertemuan pertama mereka. Masa-masa indah yang mereka lalui bersama berputar balik dalam pikirannya. “ Miane…Miane..Miane Siwon….”

“ KAU BAHKAN TAK MAMPU MENGANGKAT KUTUKANNYA. APA KAU BISA? “

“Miane…Miane.” Darah dan pecahan keramik di hadapannya. Bau bunga mawar yang tadi menjadi isi guci itu membaur membingungkan Sooyoung.

“ KAMI TAK MEMBUTUHKANMU. WANITA TAK BERGUNA SEPERTIMU. INI SEMUA SALAHMU..SALAHMU…”

Sooyoung tercekat. Dia menutup telinganya dengan kedua tangannya. Dia yang salah. Dia yang salah. Sooyoung melihat ke arah Siwon sekali lagi. Lelaki itu memandangnya dengan sebelah matanya. Satu mata yang lain masih berkucur darah segar karena pukulan Victoria. “ Miane Siwon..Miane….”

Apapun yang kukatakan. Apapun yang kulakukan. Dia semakin jatuh dalam kesedihan. Sooyoung kehilangan rona kehidupannya. Dia menangis tiap harinya. Jiwanya termakan perkataan Victoria. Rasa bersalah meremukkan hidupnya. Sooyoung adalah wanita berjiwa lembut dan rapuh. Dia mencintai dengan ketulusan. Semua yang dikatakan Victoria padanya membuatnya hancur. Hingga suatu ketika dia jatuh sakit. Tubuhnya tak mampu menerima beban jiwanya……

“ Bukankah ini saatnya?” Victoria duduk di kursi malasnya. Dia selalu senang di sana, karena dengan duduk di situ dia selalu bisa mengintimidasi semua anggota junishi yang menjadi miliknya. Siwon miliknya sama seperti sebelas pria lain yang terkutuk. Dia tak akan melepaskannya. Semuanya miliknya. Dia akan menyingkirkan penggangu-penggangu kecil seperti Choi Sooyoung. Sekali. Ini adalah peringatan bagi yang lain jika mereka adalah miliknya. Sooyoung hanya satu dari puluhan gadis bodoh yang pernah mencoba merebut para lelaki kesayangan Victoria. Dia melirik ke arah Siwon yang terduduk lemah di hadapannya. Dia senang kemuraman itu kembali di wajah Siwon. Dia tak suka tertawa. Victoria membenci kesenangan dan cinta. Kemuraman yang ada dalam jiwa para junishi membuat mereka tetap ada di sampingnya. Membutuhkannya. “ Kau harus melakukannya. Kekuatan yang diberkahkan iblis itu padamu. Bukankah hal itu sangat berguna dalam situasi saat ini? Memorinya harus dihapus. Memori tentangmu yang begitu menyiksanya hingga jatuh sakit. Kau harus mengurangi kepedihannya dengan menghapus ingatannya tentangmu.”

Victoria beranjak dari tempatnya. Dia menyentuh sebelah mata Siwon yang terbalut perban. Ada senyum senang di wajahnya. “ Saat ini kenangannya tentangmu, perasaanya yang ditujukan padamu, membuatnya hidup dalam kepahitan. Kaulah satu-satunya orang yang mampu menyelamatkannya, Siwon. Ini adalah tugas terakhirmu, Siwon. Hapus ingatannya…..”

Kita. Lebih baik jika kita tak pernah bertemu. Siwon memejamkan matanya saat mengingat ucapan Sooyoung saat terakhir dia melihatnya. “ Dia mengingkannya. Wanita itu ingin melupakanmu. “ Siwon memandang Victoria yang tersenyum senang di hadapannya. Ini adalah jalan satu-satunya yang dimilikinya. Untuk mengembalikan kehidupan Sooyoung. Mengembalikan jiwa yang penuh dengan kehangatan. Perinya. Hidupnya. Dan hal yang paling ditakutkannya selama hidupnya terjadi. Menghapus ingatan orang yang dicintainya. Kenangan mereka…..

Walau ini menyakitkan dan mengundang kepedihan. Aku tak memiliki pilihan lain selain menjalankan perintah Victoria. Satu hal yang masih hatiku gemetar. Aku tak pernah tahu bahwa dengan tanganku sendiri aku akan menghapus ingatan satu-satunya orang yang pernah kucintai dengan sepenuh hati. Jiwaku. Periku. Kenangan antara kami. Kenangan terindah yang pernah kami miliki.

“ Ini adalah hadiah untukmu.” Siwon menyentuh lembut kepala Sooyoung yang terlihat seperti mayat hidup di hadapannya. Telapak tangannya menutup mata Sooyoung yang sayu. Ibu jarinya tepat di pelipis Sooyoung yang berdennyut. “ Terimakasih, Soo. Segalannya akan baik-baik saja. Mulai detik ini kau akan kembali bahagia. Meluapakan kepedihan yang kutimbulkan. Aku berharap, suatu hari nanti kau akan bertemu dengan seseorang yang bisa membuatmu bahagia.”

Sooyoung mengulurkan tangannya untuk merengkuh tangan Siwon yang bebas. Siwon bisa merasakan gemetaran yang merayapi tubuh Sooyoung. Dia merengkuh tangan lembut dan kurus di hadapannya dengan kasih. Untuk terakhir kali, sebelum semua kenangan di antara mereka menghilang. Sebelum segalannya terlupakan. Siwon melihat Sooyoung menangis di hadapannya, di balik matanya yang tertutup tangannya. Seolah menjadi bahan tertawaan Tuhan. Di luar ruangan gelap itu salju turun. Butiran putihnya membekukan segalanya. Sama seperti ingata Sooyoung yang tak akan tinggal lama….

“ Aku hanya bisa mendoakanmu, Soo. Mendoakan kebahagiaanmu.”

“ Siwon…. Miane …Miane… Aku tak mampu melindungimu. Miane…Aku tak mampu membantumu… Miane….” Rintih Sooyoung di sela tangisnya.

Siwon menahan perih di hatinya sedetik sebelum menghapus ingatan Sooyoung. Suara desing pelan dan cahaya jingga yang berpendar sekelebat di ruangan gelap itu adalah tanda ingatan itu sirna. Ingatan tentang segala yang mereka lalui bersama. Siwon melihat Sooyoung yang tergeletak pingsan di hadapannya. Air matanya mengucur dengan deras. Setelah ini mereka akan bertegur sapa seperti orang asing. Sooyoung akan melupakannya. Sooyoung akan kehilangan ingatan tentang dirinya. “ Ini yang terbaik. Yang terbaik untukmu, Soo. “

Aku adalah orang yang seharusnya meminta maaf. Karena aku tak mampu melindungimu, Soo. Karena aku begitu lemah.

“ Aku bahagia bertemu denganmu, Siwon-shi. Aku bahagia karena mencintaimu.” – Sooyoung.

**********************

Korea, Musim Dingin 2012

Siwon melihat dari kejauhan. Seorang wanita yang sangat dikenalnya. Wanita yang sangat dicintainya. Perinya. Hidupnya. Tertawa dengan gembira. Seperti dalam ingatan akan kebersamaan mereka yang masih tersimpan di hatinya. Sooyoung begitu cantik mengenakan gaun putih yang membalut tubuh jenjangnya. Impian yang pernah ada dalam diri Siwon. Impian yang selalu ada di benaknya seolah menjadi hidup di hadapannya. Dia tersenyum saat Sooyoung dengan ceroboh menumpahkan gelas punch di kemeja suaminya. Seseorang yang bisa menjaganya.

Siwon melangkah pelan menerobos kerumunan untuk menuju Sooyoung. Ini saatnya. Ini waktunya. Untuk mengucapkan selamat tinggal pada kepahitan dalam hidupnya. “ Selamat. Selamat atas pernikahanmu, Soo. Semoga kau hidup bahagia selamannya.”

Sooyoung mendongak. Senyum lembut terkembang di wajahnya saat melihat wajah Siwon yang sekarang diingatnya hanya sebagai seorang atasan di kantornya. “ Gumawo. Gumawo, Shiwon-shi. Semoga kau memperoleh kebahagiaan bagi dirimu.”

Ini mungkin akhir bagi kami. Tapi tak untuk kenangan yang ada dalam hidupku. Karena aku yakin, walau hanya aku yang mengingat kenangan itu, peri salju yang dulu pernah ada dalam kehidupanku akan selalu menghangatkan jiwaku yang membeku. Terimakasih. Terimaksih Choi Sooyoung.

***************************

-END-

Haahahha pendek sekali ya 🙂 . Ini memang dirancang hanya untuk pendamping polling. Nah jangan lupa Comment dan Vote ya. Satu lagi Adaya mau nanyak nih ya, apa sih kekurangan Adaya. Diksikah. Story Line kah. Atau apalah :). Saya membuka hati dan pikiran untuk kritikan :). Dan untuk ke depannya reader sekalian ingin Adaya bikin FF seperti apa genrenya. Comedy, Sad, Fantasy, atau Conteporer atau yang lain. Dan kira-kira saran dan kritiknya ya untuk karya Adaya secara General 🙂 bukan hanya ini saja.

Dan untuk semua reader yang merasa belom dapat PW atau merasa sakit hati karena Adaya muncul dan nyampah terus saya minta maaf ya :). Dan jika ada salah yang lain Adaya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Karena mungkin sebentar lagi UAS Adaya akan vakum untuk beberapa waktu jadi silahkan nikmati karya pengantar UAS ini :).

Miane jika Taypo beterbaran, Bosenin, Aneh dll.

Ilustrasi di Upload besok ya, sekarang saatnya tidur 😀

JANGAN LUPA VOTING AND COMMENT YA CHINGU

DONT BE SHIDER 😀

Yang Di Update Posnya adalah Polling 2 tertinggi, jika tak bisa click polling bisa lewat comment thx

Advertisements

35 thoughts on “[ONESHOOT] Snow Angel

  1. NOY ma AIH

    comment’Q:
    ksian bnget siwon oppa d sni…
    Smpat ngakak pas bgian siwon oppa brubah jdi kuda laut…
    Hahahaha….

  2. kasian siwon oppa 😦
    tapi ff ini sungguh kata-katanya mendalam banget artinya eon ^^
    mianhae aku baru comment sama baca ff eonni sekarang abis aku lagi sibuk dengan kegiatan disekolah hehehe 😀
    aku tunggu ff barunya HWAITING~!

  3. Lah terus mana pollingnya kak ? ahhhahahha… 😀
    Kekurangannya Adaya yang paling besar : Terlalu bagus, jadinya ya termasuk kekurangan itu #Halah
    Genre yang belum kamu coba apaan ya ? perasaan udah pernah kamu jajal one by one deh yaa…
    Iyaaa kakk.. aku maafin kok atas segala kesalahanmu #puk puk puk

  4. yah sad ending,, aku ga ngerti apa itu junichi dan tentang iblis kutukan yg menimpa mereka, tp overall ini bgus bgt,,
    author ini kayanya suka bgt ya sma yg bergenre rada berat gni tp itu bkan kekurangan dh ya kayanya itu malah kelebihannya dh..
    nanti bkin ff yg genre comedy romance ajj..hehe

  5. pengen deh baca ff adaya yg ada genre comedy, biar ga terlalu tegang.

    koz stok tissue sama tabung oksigen ku dah habis
    hahahahaha….itu yg slalu aku sediakan sebelum aku baca ff adaya……

    untuk kekuranganya aku sesuju sama Nidya…

  6. NOY & AIH

    Vic tega bgt mukul siwon pake guci (⌣́_⌣̀)
    Kak adaya kalo bikin ff bener2 nguras air mata hehe
    Agak gimana gt pas siwon jadi kuda laut haha
    Tp keren bgt ff nya…

  7. Akhirnya soowon engga bisa bersatu ya. Kasiaaan, padahal baru kali ini ada yg bisa nerima siwon oppa adanya. Suaminya soo unnie disini siapa author?
    Secara penulisan udah bagus kok malah kalo terlalu baku mungkin bakalan ngebosenin jadinya. Ditunggu AIH part c.2 nya ya abis penasaran haha

  8. Eonni..
    Ceritanya DAEBAK!
    Tapi aku masih penasaran, soo nikahnya ama siapa?

    Aish,itu vict ahjumma devil banget –”
    lempar batu sembunyi tangan 😐

    eonni,setelah dipertimbangkan,, akhirnya aku udah memutuskan eon.. Untuk vote 1 ff (emang iaa kalee)
    tapi nih ya eon, aku juga kurang ikhlas vote 1 aja,aku kepengen semuanya. Haha
    kalo boleh semuanya,aku jadi ikhlas eon. Kkeke

    kalo kekurangan eon?
    Apa yah?
    Aku nggak tau eon,belum terdeteksi :/ kkeke

    oh iaa eon, aku mau eon bikin genre comedy. Aku pengen lihat gaya humor nya eonnh kayak apa.
    Hihi

    kayaknya comment aku panjang amat deh -__-
    akhir kata hwaiting buat next part eon 🙂

  9. Sedih TT______TT
    Kenapa sih Vic Ga bisa Liat Sooyoung Bahgia 😥 meski Oneshoot,alurnya Ga kecepatan. 🙂
    Siwon Ya Ampun Kasian banget.Dan Aku suka banget,keren. meski akhirnya sad 🙂
    Lope-lope untukmu unniee ~ ~ ^^

    Dan Tolong unnie kalo misalnya BDC polingnya sedikit,Tolong post itu secepatnya juga. 😦 Itu ff udah lama ga keliatan :(. oke unnie ~?

    Fighting~~!! 😀

  10. adayaaaa emg daebak deh..
    biarpun q gak ngerti ttg junishi kuda laut dan peri salju tp q bener kebawa alur crtany
    kasian bgt siwon oppa buta sblh krna ulah vic eonni
    pkkny adaya jjang! !!
    q paling menantikan next partny noy dan aih
    ayoo adaya fighting! !!
    🙂

  11. Astaga….
    Bener2 mau nangis ini…
    ㅠㅡㅠ
    Victoria kejam bgt deh,
    Padahal dia yg ngelukain siwon,
    tp malah nyalahin soo eonn;__;
    Tp penasaran siapa yg jadi suami soo eonn,ㅋㅋ
    Next ff ditunggu ya!
    Kalo bisa sih yg DTTD atau AIH^^

  12. BDC ma AIH
    btw, BND apa?
    Kekurangan Adaya gk ada. Cman Kbnyakan FFnya Sad Ending, trus blum ada genre Comedy, and bkin FF yg tntang khdupan asli mereka dOng thor 🙂
    keep writing SooWon FF 😉

  13. BDC ma AIH
    btw, BND apa?
    Kekurangan Adaya gk ada. Cman Kbnyakan FFnya Sad Ending trus, blum ada genre Comedy, and bkin FF yg tntang khdupan asli mereka dOng thor 🙂
    keep writing SooWon FF 😉

  14. mwo??
    kenapa Siwon jadi Kuda Laut?
    jadi kuda laukan kecil kalo kena injek nanti pada protes Y.Y#PLAK
    aigo~
    kenapa ga bisa bersatu, padahal Soo udah cinta apa adanya sama siwon
    daebak~
    dapet feel sadnya
    keren chingu^^
    di tunggu FF lainnya
    Fighting!!!~

  15. Huaaaa tragisnya…
    Paling nyesek itu. Melihat orang yang kita cintai bahagia bukan karna kita, karna orang lain.

    Kekuranganmu menulismu gak ada, semuanya bagus. Tapi jangan pernah capek untuk bereksplorasi lagi dan lagi.
    Cuma aku pengen adaya buat cerita selain fantasi, yang lebih real gitu
    Trus, kenapa victoria sering dijadiin antagonis? Wkwkk well, aku nerima kok, yg penting main castnya tetep soowon.

  16. ciri khas adaya eon itu kalo ff oneshoot pasti sad ending ~
    ga suka sad ending eon 😦
    terlalu tragis dan menyedihkan ~

    tapi tapi tapi over all suka kok 😀

    vote unk AIH C2 yah 😀
    kalo bole 2 sama DTTD 3 xP
    hhe

    keep writing eon sayang :*

  17. DTTD sama AIH
    sad ending yaa 😦 kasian bgt siwon oppa, dy ga punya kebahagianan buat ddirinya sndiri. hmpir mw nangis baca’a… FF yg lain’a happy ending yaa, ga tega liat soo m siwon oppa gk bersatu, mreka cocok sie hehehe 🙂

  18. nggantung chingu..
    D ff ini kesannya kejahatan yg menang. (mian, saya penggemar film disney yg mana hmpir d semua critanya kejahatan tdk pernah menang melawan kebaikan #Plakk)
    ;p
    Lanjutannya apa stelah pulang dr pernikahan Soo, Siwon mengumpulkan masa bwt demo menurunkan Vic dr kepemimpinan! atau gmn?
    *ngarang*
    wlopun gt, q tetep suka ma ff bwatan u soalnya ceritanya g monoton

    Q tunggu karya selanjutnya^^

  19. Setuju sama Icha, kalo aku penggemar film barbie dimana semua ratu jahat akan musnah (?) *clingg (?)

    Btw aku gabisa voteeeee, aku mau semuanya dilanjuuut. Aku juga gabisa kritik apa kekurangan eon Adaya karena kekurangan eon adaya itu banyak, first eon adaya gapernah bisa bikin aku gak KAGUM. Sumpaaaaah <33 aku sayag eon adaya._.

  20. Ku komen2 aj..walopun telat n blog ini ky ny id gk aktf lagi.
    Crtanya plot alur ky manga jepang.semoga sang author tetep smngat brkarya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s