[ FF ] Nothing On You – Chapter 4 A-

Annyeong reader Adaya back dengan NOY Chapter 4A ….

Sebelumnya mian lama updatenya , oh ya FF Chapter 4 ini adaya bagi 3 yang pertama 4 A dan yang kedua Chater Special judulnya The Reason dan Chapter 4B , ini nanti di The Reason banyak sekali Flash Back soal Victoria Changmin Kyuhyun Sooyoung dan Siwon . Puzzel puzzel rumpang yang membuat reader penasaran akan Adaya ceritakan di sana . Mulai dari keluarga Sooyoung yang mengadopsi Victoria (bocoran) , dan hubungan kakak adik Changmin dan Kyuhyun , karena pasti reader merasa aneh kenapa di diary Kyuhyun sama sekali tidak ada tentang Changmin dan kenapa Changmin sepertinya jauh dari Kyuhyun kalo mereka saudara ,,,nah nanti ada di bab Special a.k.a The Reason otthe ,,,, nanti ada clue juga di situ 13 tahun kemudian , jadi jangan lewatkan ya chapter specialnya .

FYI : Yang bercetak miring adalah Flshback dan yang adaya kasih format paragraf Align adalah cuplikan diary Kyuhyun .

Mian mungkin ini akan panjang dan melelahkan jadi jangan bosen ya ….

Happy reading

Title              : Nothing On You

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung dan Choi Siwon ( Soowon Couple )

Other Cast    :

  • Cho Kyuhyun –> Cho Kyuhyun
  • Shim Chang Min –> Cho Changmin 
  • Hwang Tifanny –> Tifanny 

Type            : Chapter

Genre          : Romance, Sad Ending , Family

Rating          : PG-18 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

 Chapter -4 A-

Tuhan , kenapa kau menyiksaku . Aku tak akan mampu menolaknya , aku tak akan mampu melihatnya bersedih Tuhan . Bantu aku untuk membuatnya mengerti  jika semua ini bukan salahnya. CK

*********************

 Author POV –

 1 Maret 2006

 Galeri Seni Genie Art School sore itu terlihat lenggang . Kyuhyun sedang berkosentrasi pada lukisannya saat suara pintu galeri berderit membuka .

 “Oppa !”, Kyuhyun terbelalak ketika seseorang merengkuhnya dari balik punggungnya . “ Kau sudah menerima suratku ?”, tanya yeoja itu dengan senyum terlukis di bibir manisnya .

 Kyuhyun hanya terdiam di tempatnya . Dia melihat dengan sedih jemari yeoja itu yang bertaut melingkari pinggangnya . “ Belum . “, jawab Kyuhyun dengan nada dingin . “Lepaskan !”, perintahnya seraya mengurai rengkuhan yeoja itu .

 Yeoja itu terdiam sesaat saat menyadari perubahan sikap Kyuhyun padanya . “ Oppa , Gwencana ?”, tanya yeoja itu dengan nada takut pada suaranya.

 Kyuhyun mencoba menahan dirinya untuk tidak berlutut meminta maaf atas prilakunya yang kasar . Tidak , perang batinya harus dimenangkan oleh logikanya . Dia harus membuat Sooyoung menjauh darinya . “ Kau menggangu kosentrasiku . “ , ujar Kyuhyun dingin . Dia kembali menekuni kanvas yang ada di hadapannya .

 “ Apa aku membuat kesalahan ?”, Sooyoung selalu seperti itu , dia tak akan meninggalkan masalah menggantung . “ Oppa …. apa aku membuat kesalahan ?”, paksa Sooyoung . Dia mencoba merebut kuas yang ada di tangan Kyuhyun . “ Tatap aku Cho Kyuhyun !”, teriak Sooyoung saat Kyuhyun mengacuhkannya .

 “ Apa kau tidak dengar ? Kau mengganguku !” , ujar Kyuhyun dengan suara bergetar di balik kemarahan palsunya . Dia merebut paksa kuas yang tadi direbut Sooyoung darinya . “ Keluar !”, perintah Kyuhyun tanpa repot-repot memandang ke arah Sooyoung .

 “ Ada apa denganmu ? Apa karena surat itu ? Kau sudah membacanya … ya kau sudah membacanya ?” , Sooyoung terpaku di balik punggung Kyuhyun , mulutnya menggumamkan kalimat-kalimat kecil yang hanya bisa dimengrti olehnya . “ Kau marah karena aku menyukaimu ?” , tanya Sooyoung lagi.

 “ Ya ! ” , jawab Kyuhyun akhirnya , dia sudah tak tahan melihat Sooyoung terluka . Dia harus mengakhirinya dengan cepat sesuai rencananya . Dengan mengambil resiko Sooyoung akan membencinya sesudah ini . “ Aku membenci perasaan itu . Apa yang kau tulis membuatku muak . Yang ku sayangkan adalah … “, Kyuhyun menggantung ucapannya , dia berbalik menatap tepat di mata Sooyoung ,“ Kau sama sekali tak mengenalku setelah 10 tahun persahabatan kita !”,

 Kyuhyun melihat kerut sedih di ujung mata Sooyoung . “ Tuhan bantu aku membuatnya menjauh .”, batin Kyuhyun . Dia segera berbalik , dia tak akan mampu menatap wajah Sooyoung lebih lama . Sooyoung akan tahu perasaan Kyuhyun sebenarnya hanya dari memandang matanya sekilas.

 “ Araso !”, jawab Sooyoung perlahan . “ Miane …. “, ujar Sooyoung seraya melangkahkan kakinya kelur dari galeri .

 Kyuhyun mengepaklan tangannya saat telinganya menajam mendengar langkah gontai Sooyoung menelusuri lorong galeri . Kyuhyun berbalik untuk melihat punggung Sooyoung yang berlalu . “ Suatu hari kau akan mengerti !”, ujarnya perlahan . 

**********************

 Sooyoung POV-

 “ Dia adalah wanita yang selalu menemaniku menghabiskan malam , istriku . “

 Kata-kata Siwon Oppa masih menggaung di telingaku. Hingga tiga detik berlalu aku hanya bisa terpana dengan tatapan kosong . Aku sangat terluka dengan kalimat itu , aku ingin pergi kemanapun asal tidak di sini . Tanganku mengepal dengan keras , menautkan seluruh jemariku yang sudah sedingin es . Aku harus bersabar …. harus bisa menghadapi ini lebih lama lagi , demi semua orang yang pernah mengharapkan kebahagiaanku di masa lalu . “ Kuatkan aku Tuhan ..sebentar  , sebentar saja !”. mohonku dalam hati .

 Selangkah demi selangkah aku melangkahkan kakiku mendekat ke arah Siwon Oppa dan Tiffany . Walau semua lututku bergetar dan telapak kakiku kehilangan daya dukungnya aku berhasil mencapai kursi terdekat . Aku memaksakan sedikit senyum dari bibir pucatku . “ Sooyoung …. Istri Siwon Oppa , senang bertemu denganmu . “ , ujarku akhirnya .

 Seolah dia hanya teman keluarga aku bertingkah sewajar mungkin , menjabat tangannya , dan mempersilahkan Fanny menyantap makananya . Tapi tubuhku menghianatiku . Semua otot di tubuhku tak berhenti bergetar . Seperti ada ribuan kupu-kupu yang menyerang perutku , aku merasa mual setiap kali menelan makananku . Hanya tinggal satu suap lagi sampai semua drama menyedihkan ini berakhir , aku memohon pada Tuhan di batas kekuatanku agar dia memberiku sebuah keajaiban , agar aku bisa tersenyum dengan tulus di hadapan yeoja itu , di hadapan Siwon Oppa dan di hadapan semua pelayan yang sedang menatap kami dengan pandangan tak setuju.

 Potongan terakhir berhasil aku telan , walau terasa menelan potongan batu tapi aku berhasil tersenyum di hadapan mereka semua “ Aku harap kau menikmati waktumu , maaf tak bisa menemanimu !” , ujarku sebelum melangkahkan kaki meninggalkan meja makan . Aku berbalik dengan kilas senyum terakhir di bibir bekuku sampai perkataan itu merebut semua kekuatan yang tersisa dari tubuhku .

 “ Seperti yang kukatakan , dia adalah wanita yang menyedihkan . “, Air mata yang ku tahan dari tadi akhirnya menetes juga . Aku tahu Siwon Oppa mengatakannya dengan sengaja untuk menyakitiku, tapi ini tetap terasa seperti tusukan jeruji tajam di hatiku .

 Aku menginjakkan kakiku di tangga dengan lemah , memandang deretan karpet yang melapisi tiap anak tangga membuat mataku berkuang . Aku sekali lagi meminta keajaiban yang selalu diceritakan Kakekku .Tapi sepertinya Tuhan tak mendengarku …. semua mengabur mengabur dan semakin mengabur…. ini kah akhirnya ? .

Brakkkkk,,,,,,,,,

 **********************

Author POV-

 7 April 2009

 Suasana pemakaman itu begitu hening . Bau harum dari rangkain bunga Krisan putih bercampur dengan asinnya air mata yang menetes di pipi . Asap yang berhembus dari dupa yang dipasang di depan foto orang yang sudah mati menimbulkan suasana haru yang khas di tempat itu. Lalu lalang kerumunan orang berpakaian serba hitam saling bertegur sapa untuk mengucap sepatah kata penyemangat bagi yeonja berpakaian duka yang sedang menangis di samping peti mati kakeknya.

  Yeoja itu terlihat begitu rapuh , hingga orang-orang yang datang takut memeluknya terlalu erat . Bibirnya yang biasa merekah merah memucat seperti mayat . Dia hanya berdiri di sana dengan pandangan menerawang , gurat kehancuran terlukis di mata coklatnya . 

 “ Sooyoung …. kau harus menyapa para tamu !”, ujar seorang namja di sampingnya . Dia melirik  dingin ke arah Sooyoung . “ Ini bukan saat yang tepat untuk menunjukkan kelemahanmu . Ada banyak saingan bisnis Kakekmu di sini . “ , ujar Siwon memperingatkan Sooyoung .

 Sooyoung memandang ke arah suaminya yang sebulan ini menjadi seperti orang asing baginya . Siwon seperti kembali seperti dulu , dingin dan begitu kaku . Sooyoung tak menyadarinya hingga seminggu terakhir saat Kakenya terbaring di rumah sakit . “ Dia adalah satu-satunya keluarga yang ku miliki …… “, jawab Sooyoung.

 “ Berhentilah mengasihani dirimu sendiri . “ , potong Siwon .” Aku akan menunggumu di luar !” , lanjut Siwon seraya berbalik .

 “ Oppa .” ujar Sooyoung menghentikan langkah Siwon . “ Ada satu hal yang mengusik hatiku .” Sooyoung tak menunggu Siwon berbalik ke arahnya untuk melanjutkan ucapannya . “ Aku percaya bahwa kau juga menyayangi Kakek . Tapi bagaimana bisa kau tidak menangis? Bahkan orang – orang yang kau sebut saingan bisnis itu  turut menitikan air mata untuk Kakek . Tapi bagaimana kau bisa seperti itu ? Kenapa kau bersikap seolah-olah Kakekku orang asing ? .”

 Siwon akhirnya berbalik ke arah Sooyoung . “ Kau kira aku akan menjawab pertannyaan seperti itu?”, jawabnya dengan pandangan yang sulit diartikan .

 “ Jawab aku …. Apa benar kau merasa sedih atas kematian Kakek ?”, paksa Sooyoung dengan ketakutan di matanya . Dia sudah merasakan sesuatu yang janggal sejak kematian Kyuhyun . Ada yang berubah dari Siwon . Sesuatu yang menakutkan yang akan menjauhkan mereka .

 “ Apa itu?”, jawab Siwon perlahan . “ Sedih , kesedihan , air mata ? Apa itu ?”, lanjutnya dengan tatapan mengejek .

 Sooyoung hanya bisa terpaku tak percaya pada jawaban Siwon . “Mwo ? Apa kenyataan bahwa Kakek meninggal  tidak mengganggumu sama sekali ? “.

 “ Lalu apa yang kau inginkan dariku ? “, jawab Siwon perlahan , ada nada mematikan dari ketenangannya .

 Sooyoung tertawa getir mendengar jawaban yang dilontarkan Siwon . “ Apa yang ku ingankan … ” , Sooyoung menarik nafasnya , dadanya begitu sesak dengan semua keadaan ini . “ Apa kau akan mengabulkannya jika aku mengatakan apa yang ku inginkan? Hidupkan Kakek . Bawa Kakek kembali ke dunia ini . Aku merindukannya …aku sangat merindukannya saat ini …aku ingin melihatnya tersenyum padaku ….hah !”, Air mata Sooyoung tumpah disela jeritan kerinduannya . Dia berhenti hanya karena dadanya sudah begitu sesak . “ Otthoke ….”, Sooyoung tersimpuh di lantai tempatnya berpijak . Dia meremas erat ujung baju dukannya yang sekasar aspal . “ Aku takut , Oppa .Aku takut ….” ,

 Siwon terpaku di tempatnya . Tangannya mengepal di kedua sisi tubuhnya . Dia ingin menghampiri Sooyoung , dia ingin menghiburnya dengan kata-kata manis , agar Sooyoung tak lagi bersedih . Dia ingin memeluk istrinya , memberinya kenyamanan . Tapi kenyataan menghalanginya . Gadis yang ada di hadapannya bukan gadis seperti yang dipikirkannya selama ini . Siwon tak boleh kembali terjatuh pada kelemahannya . “ Sampai kapan kau akan menangis ? Walau air matamu kering dan darah keluar menggantikannya , Kakek tak akan hidup kembali . Setelah semua ini berlalu kau harus menghadapi kenyataan bahwa dunia adalah tempat yang kejam . Kau harus mulai terbiasa dengan hal yang disebut kenyataan !”, ujar Siwon seraya berlalu meninggalkan Sooyoung sendiri dalam kesedihannya .

 Tembok itu semakin menebal , tembok pemisah tak kasat mata itu semakin meninggi , membuat kedua jiwa yang saling mencintai ini menjauh . Kata cinta yang pernah tumbuh sudah membeku . Tak ada penghubung yang bisa membuat mereka mendekat kecuali keajaiban .

 ***************************

Sooyoung POV- 

 Aku mendengar suara – suara yang memanggil namaku . Angin yang berhembus entah dari mana mulai membuai tubuhku , aku bisa mendengar suara-suara itu dalam kegelapan yang menyelimutiku saat ini.  Aku mulai merasa hangatnya tubuh orang yang sedang merengkuhku . Ada rasa perih di kepala bagian belakangku . Sesuatu yang basah seperti mengalir dari kepala menuju leherku . Kepalaku terasa berat sepeti dihantam ribuan ton karung beras .

 ” Sooyoung ….. Sooyoung !” , Suara namja itu tak asing di ingatanku . ” Sooyoung bangunlah ! Aku mohon …….” , katakan aku bermimpi , tapi ini memang suara Siwon Oppa . Dia terdengar begitu khawatir ….bukan ini pasti hanya imaginasiku .

 Tapi dimana aku , kenapa segalanya begitu gelap dan dingin . Suara Siwon Oppa kembali mengabur , hanya dengungan-dengungan tidak jelas yang memenuhi telingaku . Ada sebuah celah cahaya yang membuatku tertarik . Aku mencoba mendekat ke cahaya itu tapi sebuah tangan menghentikan langkahku . Tangan dingin itu menarikku dalam rengkuhannya ” Jangan pergi “, pintanya padaku . Sebentar saja aku akan tetap di sini , dalam kegelapan ini , sebentar saja .

 *************************

Author POV – 

 Siwon terlihat begitu khawatir , wajahnya lebih pucat dibandingkan wajah Sooyoung yang ada direngkuhannya .  ” PANGGILKAN ….PANGGILKAN AMBULANS …KENAPA KALIAN MASIH ADA DI SINI !”, teriaknya saat melihat semua orang hanya terpaku di tempatnya .

 Sooyoung sedang ada di rengkuhan Siwon , tubuhnya bersimbah darah . Siwon berusaha menghentikan pendarahan dengan menekan lirih sumber luka yang ada di kepala belakang Sooyoung . ” Ambulans akan segera datang . Kau tak boleh menggoyangkan tubuhnya seperti itu ! Akan sangat bahaya jika terjadi pendarahan pada otaknya . “, ujar Tifanny perlahan . Siwon akhirnya berhenti mengguncang tubuh Sooyoung .

 Kejadian tadi begitu cepat tak ada yang menduga Sooyoung akan terjatuh dari tangga setinggi itu . ” Sooyoung …Sooyoung ..aku mohon bangunlah …. dengarkan aku !” , bujuk Siwon dengan penuh kasih sayang . Nada takut dari suaranya membuat suaranya bergetar . Setitik air mata mulai mengalir dari mata Siwon , menyebabkan Tifanny dan semua orang yang berkerumun tercengang .

 Tifanny memperhatikan kesedihan di wajah Siwon dengan tatapan iba . ” Namja Bodoh ” . batin Fanny dalam hati . Dia melirik Sooyoung dengan iri , ” Kau adalah wanita naif dan sangat idiot . Kalian berdua adalah pasangan terkonyol yang pernah aku temui .” Tifanny tahu saat ini bukan saat yang tepat untuk tersenyum , tapi hatinya benar-benar dibuat geli melihat pasangan naif di hadapannya saat ini . Semoga Tuhan membantu mereka .

 *****************************

Sooyoung POV –

” Jangan pergi …… “, suara itu kembali mengganguku . Aku seperti berperang dengan sesuatu yang tak kuketahui apa itu . Sebagian dari diriku ingin tetap di sini , di rengkuhan dingin ini . Aku menikmati berada dalam kegelapan yang saat ini menyelimutiku . Tapi celah cahaya itu memanggil sebagian jiwaku yang tak ingin tinggal di sini .  Sesaat aku lupa siapa aku . Aku hanya tahu aku nyaman di sini , tapi ada sesuatu yang salah hanya dengan berdiri di rengkuhan dingin ini . Tidak ,,,,,,, tidak ada yang salah . Cahaya itu seperti penghubungku di dunia yang ku tinggali bersama Siwon Oppa . Dunia yang kejam yang penuh akan kenyataan pahit . Aku nyaman di sini , aku tak ingin kembali . Tak ada yang menginginkan aku kembali .  ” Bolehkah aku tetap ada di sini ?” , ujaku pada pemilik tubuh dingin itu . Dia tak menjawabku dengan kata-kata , tapi dia mengeratkan rengkuhanya padaku . Begitu dingin . Dia sepertinya telah menyerap semua kenangan yang ada di pikiranku , hingga aku hampir lupa siapa diriku . Ya ….seperti ini,  buat aku melupakan segalanya . Buat aku melupakan dia ……
” Soo ….”, suara itu …. suara yang sudah lama tak ku dengar . ” Ini bukan tempatmu . Kembalilah !” suara itu membuatku tersadar dari rengkuhan yang mencekat nafasku .Aku mencari -cari suara itu , ” Oppa …Kyuhyun Oppa ?” , aku berusaha mengendurkan cengkraman tangan dingin itu . Tapi dia memaksaku untuk merengkuhnya . Aku berteriak sekerasnya agar dia melepaskan aku ….” Aku ingin kembali ….biarkan aku kembali !” ,Plashhhh ……. celah cahaya itu semakin melebar memakan semua kegelapan yang menyelimutiku .

****************************

Author POV – 

” Hosh hosh hosh hos…………….!”, Sooyoung terperanjat dari tempat tidurnya . Dia merasa kepalanya begitu berat . Dia memandang ke sekitar ruangan tempatnya berada saat ini . ” Dimana aku …. “, bisiknya . Dia tersadar banyak sekali selang infus yang di pasang di tangan kirinya . Lehernya serasa begitu kaku karena penyangga yang dipasang melingkari lehernya .

Sooyoung masih belum seratus persen sadar . Dia hanya tahu dia telah kabur dari rengkuhan kematian . Dia masih bingung harus bersyukur atau menyesalinya karena bisa kembali lagi ke dunia ini .

” Pasien sudah siuman ….. Panggilkan Dokter Kim !”, teriak seorang suster dari depan pintu kamar Sooyoung .

” Bagaimana keadaanya ? Ukur tekanan darahnya . “, Suara-suara bertema medis saling dilontarkan oleh kerumunan paramedis di sekitar Sooyoung . Mereka terlihat sibuk dan cekatan , salah satu dari mereka mencoba memeriksa respons Sooyoung terhadap cahaya , dia membuka mata Sooyoung lebar – lebar dan mengarahkan senter ke matanya . ” Normal !”, ujarnya pada lelaki tinggi yang sedang memeriksa berkas rekapan kesehatan yang datang dari laborat .

” Jaga tekanan darahnya tetap stabil . Ada gumpalan yang beresiko di oksipitalisnya . Sebelum rekapan dari pihak neurologi datang kita harus mempertahankan tekanan darahnya !”, perintah paramedis tinggi itu .

Pandangan mata Sooyoung semakin jelas dia bisa melihaat jarum suntik yang diarahkan padanya . ” Jangan !”, ujar Sooyoung dengan nada yang lemah . ” Aku tidak gila ….”, ujar Sooyoung lirih , membuat beberapa paramedis di kamarnya saling bertatapan heran .

Sooyoung selalu takut dengan jarum suntik . Selama setahun berpisah dengan Siwon dia selalu akrab dengan suntikan obat penenang dan semacamnya . Dia merasa jijik dengan alat itu , dia bukan orang gila yang harus ditenangkan dengan obat penenang .

Paramedis itu kembali mendekatkan jarum suntiknya tapi Sooyoung meronta . Kekuatan yang tak terduga berhasil membuat Sooyoung bangkit dari posisi tidur . ” Biarkan aku pergi ….. biarkan …. “, Sooyoung menggerakkan kakinya menuruni ranjang . Semua orang sejenak terpaku sebelum membujuk Sooyoung untuk kembali berbaring . Sooyoung terus meronta hingga dia menjatuhkan semua peralatan yang ada di meja samping tempat tidurnya . Semua paramedis terdiam kembali .

” Panggilakan Tuan Choi …. cepat !”, ujar seorang perawat pada salah seorang paramedis .

” Tuan Choi ? Aaaaaaaaaaaaaaaaa!” , teriak Sooyoung , dia merasa kepalanya berdenyut nyeri . ” Biarkan aku pergi ,,,,,, ” , ronta Sooyoung seraya melepas jarum infus yang ada di tangannya .

” Nyonya …. biarkan kami merawatmu …..”, bujuk seorang perawat , dia mencoba memberi sinyal pada rekannya untuk menyuntikkan obat penenang saat dia mulai merengkuh Sooyoung  , tapi Sooyoung tak melewatkan hal itu .

” Lepaskan …LEPASKAN !” , dengan kekuatan yang tak banyak tersisa Sooyoung melepaskan cengkraman suster itu , tak sengaja Suster itu terjatuh di pada troli obat . Suara botol kaca yang beradu berserakan di lantai . Sooyoung mengambil salah satu pecahan kaca yang ada di sampingnya . ” Jangan mendekat !”, ancamnya seraya mengacungkan pecahan kaca itu pada semua orang di hadapannya .

” Nyonya tolong lepaskan itu …… “, bujuk paramedis tinggi yang ada di hadapan Sooyoung .

” Kalian pikir aku bercanda ? Aku benar-benar akan membunuh diriku !” , ancam Sooyoung dengan kemarahan pada suaranya .

” Jadi kau akan membunuh dirimu ?” suara namja dari balik punggungnya menyita perhatian Sooyoung .
Namja itu tersenyum sebelum menggengam tangan Sooyoung . ” Kau kira kau bisa membunuh dirimu dengan pecahan kaca ini ? ” , ada humor di gurat matanya saat merebut pecahan kaca dari tangan Sooyoung .

” Apa yang kalu lakukan …berikan padaku !” , ancam Sooyoung pada namja itu .

” Berikan pisau itu . ” ujar namja itu pada paramedis  tinggi di hadapan Sooyoung .

” Tapi Dokter ,,,ini …” ,

” Berikan padaku !”, bujuk namja itu dengan ketenangan berlebih . “Gunakan ini untuk membunuh dirimu. ” ujar namja itu seraya menyodorkan pisau bedah pada Sooyoung .

Perkataan namja itu membuat semua orang yang ada di situ tercengang . ” Mwo ?”, ujar Sooyoung yang sejenak lupa tujuan awalnya .

” Mian …. karena telah menghalangi kenginanmu untuk mati . Tapi gunakan ini …silahkan jika kau ingin mati . Semua orang sedang melihatmu , kau tak boleh mengucapkan dua hal yang berbeda dengan satu mulut. Cepat bunuh dirimu ” , ujar namja itu dengan ketenangan yang tak pada tempatnya .

Sooyoung mendengus kesal . ” Kau pikir aku tak akan melakukannya ?”, tantang Sooyoung dengan nada kesal .  Sooyoung menyambar pisau bedah yang disodorkan namja itu , dia mengarahkan pisau itu ke pergelangan tangannya .

” Tunggu !”, lagi-lagi namja itu menghentika Sooyoung . ” Apa kau kira kau akan mati hanya dengan memotong pergelangan tanganmu . Jika kau benar-benar ingin mati  jangan potong pergelangan tanganmu , potong carotid artery mu !”, ujar namja itu dengan humor di wajahnya . ” Larynx vessels , temporal arthitis , jugural , atau artery di pergelanganmu , kau bisa mati dengan memotong itu , mengerti ? . ” , ujar namja itu seraya menunjuk nunjuk bagian-bagian yang disebutnya .

Sooyoung terdiam melihat namja itu . Dia tersenyum pada Sooyoung sebelum beranjak pergi . ” Dokter Changmin ! ” , panggil seorang paramedis pada namja itu .

” Ne “, jawabnya dengan senyum terkembang di wajahnya .

Sooyoung melihat senyum itu , senyum itu sekali lagi . Kemarahan dan kegilaan membutakan matanya . Bagaimana bisa dia tak melihatnya . Senyum Kyuhyun Oppa .

***************************

-TBC-

Gimana reader semakin menggila ya ceritanya hahahahha …bingung ya atau penasaran . Mian kalo Adaya suka bikin bingung reader dengan cerita geje ini . Semua hanya Fiktif belaka jadi no bashing ya. Heehhehe pasti semua pada kaget kalo ternyata Changmin adalah dokter kekekekekkekeke nah ini ntar deh kuncinya semua cast di FF ini akan bertemu …. tunggu yang part selanjutnya ya jangan bosen othee othee …Sumon Omma Victoria yang sedang pemotreatan SPAO 😛

Maaf seperti biasa banyak Taypo beterbaran mohon maklum … mian kalo jelek dan gak mutu ya ! Sekalian yaaa karena masih bau bau lebaran mohon maaf lahir batin ya … kalo author ada salah maafkan ya …..

Advertisements

70 thoughts on “[ FF ] Nothing On You – Chapter 4 A-

  1. kyaaaa.. keren bnget thor…
    dri tdi bolak blik cma buat ngecek klanjutan FF nie….
    daebak thor…
    trnyta jauh d lubuk hati Siwon oppa,,,
    soo unnie msih wanita satu2nya yg buat dy kya org stress,,,
    hehehe,,,
    next part jngan lma2 yah thor…

  2. kasian banget sooyoung unni kapan si thor bahagianya ?
    ceritannya bikin aku tonjok tonjok bantal heheh 😀
    dan aku mau nanya thor siwon oppa kemana sih ? bukanya nungguin soo unni . *maaf ya thor aku banyak maunya * 😀 harap di maklum terbawa suasana DAEBAK banget deh ceritanya 😀
    AUTHOR FIGHTING 😀

    • kekekekekke mian ya chingu jawabannya da di part selanjutny 🙂 , pasti saya akan jawab yaaa nanti , memang chapter ini saya khususkan untuk pertemuan Sooyoung dengan Changmin Oppa iar nanti di chapter berikutnya sudah fokus cinta banyak perseginya 🙂 , bahagianya di akhir zaman 😛 ….. nanti ya reader tercinta pasti saya akan buat bahagia …. gumawo saran dan komentarnya :)) dan semangatnya heheheh

  3. ish siwon oppa bikin stress, waktu soo unnie bersimbah darah siwon oppa khawatir sampe ngeluarin airmata, pas udh sadar balik lagi kaya semula dingin dan tidak berperasaan.
    Ya tuhan sadarkanlah siwon oppa secepatnya #plakk
    Itu fanny unnie udh sadar sama perasaan siwon oppa sama soo unnie ya?

    Nice chapter chingu mian kalo commentnya geje+kepanjangan hehe
    Di tunggu chapter selanjutnya
    HWAITING!!

  4. gak nyangka changmin jd dokter??bingung dgn dialogny kyu…yg tempat mu bkan dsni. Kemblilah’ tp kyu malah meluk soo erat bgt ampe soo minta dlepaskan.

    • mian chingu tapi yang meluk bukan kyuhyun tapi sosok dingin hehehhe kyuhyun hanya muncul suara saja untuk membuat soo sadar dia belum boleh meninggal kekekekke maaf atas keterbatasan bahasa yang membuat bingung , ne changmin doketer tapi dia ahli finansial juga :)))

  5. bgus bgt ..
    tpi brasa pendek.. jdi kbyang nya cuma sekilas doang..
    author sneng bgt nih pke part a-b kenpa ga pke part angka aja?

    q setia tunggu next part yah..

    • kekkekek mian pendek ya ? ini ngarangnya sudah meres otak 😦 …. insyaAllah next chapter lebih panjang , nah kalo A B thu emang gak tahu ya kenapa suka gt , suka aja kali ya masalahnya gak ada yang lain kekekek ….. gumawo sudah mampir

  6. GOD! Aku skrg mencap(?),gara2 FF ini aku jadi seorang guardian wuahahaha xD dulunya cuman skdr suka u,u tp aku juga knight wuahaha xD :p

    Ini FF sumpah dapet bgt feelnyaa nyaris nangis huhuuT^T
    Thor next update soonyahh:3

  7. Huaaaaa menegangkaaaaann… Tapi masih rada bingung juga sih hehehe..
    OMO itu changmin.. Trus siwon oppa kemana?
    Next partnya ditunggu

  8. Kasihan bnget ya nasibnya Soo….sedih mulu……..T_T
    Nggak sabar tahu mgapa Kyu oppa nggak mahu nerima cintanya Soo…pusing dehhh..
    Changmin jadi dokter yang merawat Soo ya…..makin penasaran nihhhh

  9. Kapan nie mo posting lanjutan ff NOY next part..dah ga sabar pengen baca..smkn menarik..aq suka bgt ff ini..bs mngaduk2 emosiku..halah…haha..
    daebak for author..
    🙂

  10. Cepet2 yah thor postnya!!!
    Aku gk sabar. NOY nya juga dilanjut dngan cepat kilat yah 😀
    NOY nya dibuat happy ending yah 😉
    Figthing Author.
    Daebakk

  11. Ibuuuu~~~~(?) annyeonngggg~~^^
    Ahh tuhkan telat ngoment lagi karena modem sedang Terlenaaa..-____-‘
    Ah ye?Kenapa siwon seperti ibu tiri yang sangat kejammmm~~? o.O
    Changmin Dokternyaaa~~? Bedehhhh bakalan seru iniiii..unn please 1 part ajah isinya SooWon Bahagia gitu.Jiwa merana(?) melihat mereka tak akurr..~___~’
    oke itu saja yang perlu saya tulis d sinii..Overall okeee..^_^

    • ahhhhhh anakku akhirnya kau muncul juga …kemana saja dikau … Eh FB bila udah deactive kah ? kok unnie ubek ubek kagak ada ya ??

      Ne sayang nanti insyaAllah part 5 romantis ,,, kekeke bocoran ini buat kamu heheheh ….Soo hamil :p ….

      Tuanggu saja sampai saat itu heheheheh 🙂

  12. aaaaaaaaaa cerita bkin pengen garuk-garuk dinding!!!!!
    ayoooo author semangattt buat part slnjtny
    pkkny next part bnr2 d tggu
    author jjang! !!!
    fighting 🙂

    • kekekkeke mian chingu … tolong jangan garuk dinding kasihan ortu chingu harus beli cat dan plitur lagi kekekekek ,,,, ne itu ada the reason special chapter dari FF ini wajib baca kekekek #plakkkk … gumawo sudh mampir ….

  13. apa2’an tuh siwon dah jahat ma soo eh giliran soo sekarat dia ketakutan stengah mati…omo trnyata changmin dokter ga nyangka tp gmna tuh soo kumohon jgn bunuh diri…

  14. siwon pabo banget…. ngapain sih sikapnya dingin mulu…
    kapan selesainya…
    omo! changmin oopa jd dokter…
    hehehe kyaknya nanti ceritanya tambah asik nih…
    next partnya ditungggu

    • hehehhe semua yang ada di dunia ini punya alasan untuk eksis chingu termasuk sikap siwon heheheh , jangan membencinya ya ,,,ini hanya fiktif dan ide gila pengarang hehehe,,, sdah ada ,,,silahkan dibaca kelanjutanya , makasih sudah mampir 🙂

    • Annyeong..
      Hwaaa chinguuuuu~
      Aku baru baca part 4nya, itu juga aku harus ngulang baca part 3nya dulu biar feelnya dapat. Ya sebagian lagi aku lupa part sebelumnya makanya dibaca ulang. Hehe 😀
      Aku nangis nih di part ini *somplak! Masa tomboy nangis==”
      Soalnya aku berasa ikut merasakan apa yg diderita Soo eonnie 😦
      Yaudah ya chingu, aku mau baca part selanjutnya. Gomawo~

  15. waktu baca bagian yang akhir itu kukira awalnya yang nyuruh soo onnie bunuh diri itu siwon oppa eh ternyata changmin, akhirnya changmin oppa muncul di hadapan soo onnieeee

  16. Huhh.. Siwon Oppa naif bgt sih… jangan jahat gitu donk sm Soo eonn.. kasian Soo eonn nyaa.. 😦

    Tak pikir pas bagian akhir yg dateng itu Siwon oppa, eh, tak taunya Changmin oppa…..

    Buat Author Daebakk !! 😀

    Continue Reading Next Part ^^

  17. sama2 cuinta tapi keras kepala n gensi tinggi benar mb fanny
    pasangan bodoh #bukan bashing lo abist penokohan ma jalan critanya bikin cenat cenut kaya marmut
    duh benar2 kudu di sadarin nih suami istri antik satu ini
    mo lempar diri lagi ke next chapter
    eeh masuk gk komengku nih hufft

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s